Pembahasan Soal OSK Kebumian 2018 no 26-35
26. Material yang bersifat padat, terbentuk secara alamiah, anorganik, dengan komposisi kimia tertentu, dan memiliki struktur kristalin disebut....batuan
Pembahasan
A. Mineral batuan merujuk pada mineral-mineral yang terdapat dalam komposisi kimia suatu batuan. Ini berarti mineral-mineral tersebut adalah bagian dari bahan pembentuk batuan dan memberikan karakteristik tertentu pada batuan tersebut. Misalnya, kuarsa, feldspar, dan mika adalah beberapa contoh mineral batuan yang umum ditemukan dalam berbagai jenis batuan seperti granit.
B. Batuan adalah bahan padat yang terbentuk secara alami dari satu atau lebih mineral. Mereka membentuk kerak bumi dan terjadi dalam berbagai jenis dan tekstur, tergantung pada proses pembentukannya. Batuan dapat terbentuk melalui proses seperti pendinginan magma, pengendapan bahan-bahan mineral, atau metamorfosis dari batuan yang sudah ada sebelumnya.
C. Matriks adalah substansi atau material yang mengisi ruang antara butiran atau kristal dalam suatu batuan. Ini bisa terdiri dari bahan seperti lempung, kalsit, kuarsa, atau bahan lainnya. Matriks memberikan kekuatan dan stabilitas pada batuan, serta mempengaruhi sifat-sifat fisiknya, seperti kekerasan dan kepadatan.
D. Semen adalah bahan perekat yang digunakan dalam konstruksi untuk merekatkan material bangunan seperti batu bata, batu, blok beton, atau keramik. Biasanya, semen dicampur dengan air untuk membentuk pasta yang digunakan untuk mengikat bahan bangunan bersama-sama dan membentuk struktur yang kuat. Semen umumnya terbuat dari bahan seperti kapur, tanah liat, pasir, dan besi oksida.
E. Mikrit adalah istilah dalam ilmu geologi yang merujuk pada jenis batuan sedimen yang terdiri hampir secara eksklusif dari fragmen-fragmen karbonat yang sangat kecil. Batuan ini umumnya terbentuk dari kumpulan serbuk karbonat (biasanya kalsit atau aragonit) yang dibuat oleh organisme seperti ganggang atau kerangka hewan laut kecil. Mikrit memiliki struktur yang sangat halus dan biasanya memiliki warna putih atau abu-abu. Ini sering kali menjadi bagian dari batuan karbonat yang lebih besar seperti kapur atau dolomit.
27. Mineral ini dapat memiliki warna putih, ungu, kuning, coklat, pink, biru, atau tidak berwarna.
Karakteristik lainnya adalah mempunyai kilap kaca, ceratnya putih, pecahannya konkoidal
dan brittle. Strukturnya dapat prismatik, granular, bahkan amorf. Secara umum mineral ini
dapat ditemukan dalam batuan beku, sedimen, dan metamorf. Mineral ini sekilas mirip dengan
kalsit, namun mineral ini tidak bereaksi dengan HCl. Mineral yang dimaksud adalah ___kuarsa
A. Mika adalah kelompok mineral yang umumnya terdiri dari silikat aluminium dan berbagai kation logam seperti kalium, natrium, kalsium, dan lainnya. Ada dua jenis utama mika: muskovit (mika putih atau perak) dan biotit (mika hitam atau coklat). Mika memiliki struktur kristalin yang tipis dan dapat terkelupas dengan mudah menjadi lapisan-lapisan yang tipis dan fleksibel. Mika sering ditemukan dalam batuan metamorf dan sedimen, dan kadang-kadang juga dalam batuan beku. Mika digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan manufaktur, termasuk dalam keramik, isolasi listrik, dan produk kosmetik.
B. Muskovit adalah salah satu jenis mika yang umumnya berwarna putih atau perak. Ini adalah mineral silikat berlapis yang terdiri dari lapisan-lapisan yang tipis dan fleksibel. Muskovit sering kali memiliki kilap kaca hingga mutiara dan sering ditemukan dalam batuan metamorf seperti batu sabuk, slate, dan schist. Mineral ini juga sering digunakan dalam industri sebagai isolator listrik, dalam pembuatan kaca, dan dalam produk kosmetik.
C. Biotit adalah jenis mika yang umumnya berwarna hitam atau coklat gelap. Ini adalah mineral silikat berlapis yang terdiri dari lapisan-lapisan tipis dan fleksibel seperti muskovit, tetapi biotit cenderung memiliki warna yang lebih gelap dan transparansi yang lebih rendah. Biotit sering ditemukan dalam batuan metamorf seperti batu sabuk, schist, dan gneiss, serta dalam beberapa batuan beku seperti granit. Mineral ini memiliki berbagai aplikasi termasuk dalam industri pembuatan kaca, produksi keramik, dan dalam pembuatan cat dan bahan tahan api.
D. Aragonit adalah mineral karbonat yang terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3). Ini memiliki struktur kristal orthorhombic dan dapat ditemukan dalam berbagai warna seperti putih, ungu, kuning, coklat, pink, biru, atau bahkan tidak berwarna. Aragonit umumnya ditemukan dalam lingkungan endapan laut dangkal, terutama dalam gua-gua kapur dan formasi terumbu karang. Ini adalah salah satu bentuk kristalin kalsium karbonat bersama dengan kalsit. Aragonit digunakan dalam industri sebagai bahan pembuat keramik, cat, dan dalam produksi gips
E. Kuarsa adalah mineral yang terdiri dari silikon dioksida (SiO2) dan merupakan salah satu mineral yang paling umum di kerak bumi. Ini memiliki struktur kristal hexagonal dan dapat memiliki berbagai warna seperti putih, abu-abu, merah muda, ungu, kuning, atau bahkan tidak berwarna. Kuarsa memiliki kilap kaca, serat putih, pecahan konkoidal, dan bersifat brittle. Strukturnya dapat prismatik, granular, atau bahkan amorf. Kuarsa dapat ditemukan dalam berbagai jenis batuan, termasuk batuan beku, sedimen, dan metamorf. Ini memiliki banyak aplikasi, termasuk dalam industri pembuatan kaca, pembuatan semen, pembuatan keramik, dan pembuatan bahan tahan api.
28. Urutan kekerasan mineral dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi dapat diurutkan berdasarkan skala kekerasan Mohs, yang ditemukan oleh geolog Jerman Friedrich Mohs pada tahun 1812. Berikut adalah urutannya: Talk, Gipsum, Kalsit, Fluorit, Apatit, Ortoklas, Kuarsa, Topaz, Korundum, Berlian.
29. Mineral pada gambar di samping memiliki sistem kristal ______
A. Kristal hexagonal merujuk pada salah satu sistem kristal, yang memiliki bentuk dasar heksagonal. Dalam sistem kristal hexagonal, struktur kristal terdiri dari tiga sumbu kristal yang tegak lurus, dengan dua sumbu memiliki panjang yang sama dan terletak pada bidang horizontal, sedangkan sumbu ketiga tegak lurus terhadap kedua sumbu lainnya dan memiliki panjang yang berbeda. Beberapa mineral yang memiliki struktur kristal hexagonal termasuk kuarsa, berlian, dan turmalin.
B. Kristal tetragonal adalah salah satu sistem kristal yang memiliki bentuk dasar berbentuk prisma dengan dasar berbentuk segi empat. Dalam sistem kristal tetragonal, struktur kristal terdiri dari tiga sumbu kristal yang tegak lurus, dengan dua sumbu memiliki panjang yang sama dan terletak pada bidang horizontal, sedangkan sumbu ketiga tegak lurus terhadap kedua sumbu lainnya dan memiliki panjang yang berbeda. Contoh mineral yang memiliki struktur kristal tetragonal termasuk zirkon dan rutil.
C. Kristal ortorombik adalah salah satu sistem kristal yang memiliki bentuk dasar berbentuk balok atau prisma dengan enam sisi berbentuk persegi atau persegi panjang. Dalam sistem kristal ortorombik, struktur kristal terdiri dari tiga sumbu kristal yang saling tegak lurus, dan masing-masing sumbu memiliki panjang yang berbeda. Contoh mineral yang memiliki struktur kristal ortorombik adalah olivin dan aragonit.
D. Kristal triklin adalah salah satu sistem kristal yang memiliki bentuk dasar yang tidak beraturan atau tidak simetris. Dalam sistem kristal triklin, struktur kristal tidak memiliki sumbu simetri dan memiliki tiga sudut internal yang tidak sama. Ini menghasilkan bentuk kristal yang tidak teratur dan sering kali memiliki sifat optik yang bervariasi. Contoh mineral yang memiliki struktur kristal triklin termasuk feldspar seperti ortoklas dan plagioklas.
E. Kristal monoklin adalah salah satu sistem kristal yang memiliki bentuk dasar berbentuk prisma dengan dasar berbentuk segi empat. Dalam sistem kristal monoklin, struktur kristal terdiri dari tiga sumbu kristal, tetapi hanya dua sumbu yang saling tegak lurus, sedangkan sumbu ketiga tegak lurus terhadap kedua sumbu lainnya, tetapi tidak sejajar. Contoh mineral yang memiliki struktur kristal monoklin termasuk gips dan ortoklas.
30. Mineral pada gambar di samping menunjukan belahan sejumlah....
A. Belahan satu arah, juga dikenal sebagai belahan pinakoidal, adalah jenis belahan yang terjadi ketika mineral memiliki bidang belahan yang hanya dapat dipisahkan dalam satu arah. Ini berarti mineral tersebut dapat dipisahkan menjadi dua bagian dengan mudah hanya dalam satu arah, tetapi tidak dalam arah lainnya. Contoh mineral yang memiliki belahan satu arah adalah muskovit dan biotit, dua jenis mika.
B. Belahan dua arah, juga dikenal sebagai belahan basal, adalah jenis belahan yang terjadi ketika mineral memiliki bidang belahan yang dapat dipisahkan dalam dua arah yang saling tegak lurus. Ini berarti mineral tersebut dapat dipisahkan menjadi dua bagian dengan mudah dalam dua arah yang tegak lurus satu sama lain. Contoh mineral yang memiliki belahan dua arah adalah piroksen dan amfibol.
C.Belahan tiga arah, juga dikenal sebagai belahan prisma, adalah jenis belahan yang terjadi ketika mineral memiliki bidang belahan yang dapat dipisahkan dalam tiga arah yang saling tegak lurus. Ini berarti mineral tersebut dapat dipisahkan menjadi dua bagian dengan mudah dalam tiga arah yang tegak lurus satu sama lain. Contoh mineral yang memiliki belahan tiga arah adalah kuarsa dan turmalin.
D. Mineral yang tidak memiliki belahan disebut sebagai mineral tidak berbelahan. Ini berarti mineral tersebut tidak memiliki bidang belahan yang teratur atau tidak memiliki kemampuan untuk terbelah menjadi bagian-bagian yang teratur. Contoh mineral yang tidak memiliki belahan adalah kalsit dan fluorspar.
E. Belahan tidak beraturan merujuk pada karakteristik belahan mineral yang tidak teratur atau tidak teratur. Ini berarti mineral tersebut tidak memiliki bidang belahan yang terdefinisi dengan baik atau tidak mengikuti pola belahan tertentu. Sebagai contoh, belahan tidak beraturan dapat terjadi pada mineral-mineral seperti obsidian, yang merupakan jenis kaca alami yang terbentuk secara cepat dari lava yang mendingin. Karena proses pendinginan yang cepat, obsidian cenderung tidak memiliki belahan yang teratur atau beraturan.
31. Seseorang menemukan singkapan batuan beku berwarna cerah dengan ukuran kristal 1-5 mm, dengan memiliki tekstur kristalinitas holokristalin, granulitas faneritik, bentuk kristal euhedral, hubungan antar kristal panidiomorfik granular. Struktur batuannya masif, dan komposisi mineralnya adalah kuarsa 40%, plagioklas 10%, ortoklas 40%, biotit 8% dan muskovit 2%. Nama batuan yang ditemukan adalah __granit
A. Granit adalah batuan beku yang terdiri dari kuarsa, plagioklas, ortoklas, biotit, dan muskovit, serta memiliki tekstur kristalinitas holokristalin (kristal lengkap), granulitas faneritik (kristal-kristal berukuran kasar yang terlihat dengan jelas), bentuk kristal euhedral (kristal memiliki bentuk yang baik), dan hubungan antar kristal panidiomorfik granular (kristal-kristal memiliki bentuk yang jelas dan tidak saling menembus). Struktur batuannya masif, yang berarti tidak memiliki struktur terlihat seperti lapisan atau foliasi.
B. Diorit adalah batuan beku intrusif yang memiliki komposisi mineral yang serupa dengan granit, tetapi dengan proporsi mineral yang berbeda. Dalam kasus ini, komposisi mineralnya adalah kuarsa 40%, plagioklas 10%, ortoklas 40%, biotit 8%, dan muskovit 2%. Diorit memiliki tekstur kristalinitas holokristalin, granulitas faneritik (kristal-kristal berukuran kasar yang terlihat dengan jelas), dan bentuk kristal euhedral (kristal memiliki bentuk yang baik). Hubungan antar kristal panidiomorfik granular juga mencirikan diorit.
C, Riolit adalah jenis batuan beku ekstrusif yang terbentuk dari lava yang kental dan kaya akan silika. Biasanya memiliki warna cerah dan kandungan kuarsa yang tinggi. Karakteristik tekstur yang diuraikan, seperti ukuran kristal 1-5 mm dan tekstur holokristalin granulit faneritik, sesuai dengan riolit. Selain itu, komposisi mineral yang mencakup kuarsa, plagioklas, ortoklas, biotit, dan muskovit, dengan proporsi yang dapat bervariasi, juga sesuai dengan komposisi tipikal riolit.
D. Andesit adalah batuan beku ekstrusif yang terbentuk dari lava yang kental dengan kandungan silika sedang hingga tinggi. Andesit biasanya memiliki warna yang lebih gelap daripada riolit dan dapat memiliki ukuran kristal yang bervariasi, termasuk ukuran kristal 1-5 mm yang disebutkan dalam deskripsi. Tekstur kristalinitas holokristalin dan granulitas faneritik juga sesuai dengan sifat-sifat andesit. Komposisi mineral yang mencakup kuarsa, plagioklas, ortoklas, biotit, dan muskovit juga dapat ditemukan dalam andesit, meskipun proporsi mineral dapat bervariasi tergantung pada kondisi pembentukan.
E. Monzonit adalah jenis batuan beku yang memiliki komposisi antara batuan beku asam dan basa. Ini terbentuk dari pendinginan magma di bawah permukaan bumi dan umumnya terdiri dari plagioklas, hornblende, dan piroksen. Monzonite memiliki tekstur granular hingga phaneritic dan sering kali memiliki warna abu-abu hingga merah kecoklatan. Ini sering ditemukan di daerah pegunungan dan merupakan bagian dari kerak bumi yang kaya akan mineral
32. Batuan tersebut adalah batuan beku dengan ukuran kristal yang sangat besar karena proses pendinginan yang sangat lama. Batuan tersebut adalah __pekmatit
A. Diorit adalah batuan beku intrusif yang memiliki komposisi mineral yang serupa dengan granit, tetapi dengan proporsi mineral yang berbeda. Dalam kasus ini, komposisi mineralnya adalah kuarsa 40%, plagioklas 10%, ortoklas 40%, biotit 8%, dan muskovit 2%. Diorit memiliki tekstur kristalinitas holokristalin, granulitas faneritik (kristal-kristal berukuran kasar yang terlihat dengan jelas), dan bentuk kristal euhedral (kristal memiliki bentuk yang baik). Hubungan antar kristal panidiomorfik granular juga mencirikan diorit.
B. Andesit adalah batuan beku ekstrusif yang terbentuk dari lava yang kental dengan kandungan silika sedang hingga tinggi. Andesit biasanya memiliki warna yang lebih gelap daripada riolit dan dapat memiliki ukuran kristal yang bervariasi, termasuk ukuran kristal 1-5 mm yang disebutkan dalam deskripsi. Tekstur kristalinitas holokristalin dan granulitas faneritik juga sesuai dengan sifat-sifat andesit. Komposisi mineral yang mencakup kuarsa, plagioklas, ortoklas, biotit, dan muskovit juga dapat ditemukan dalam andesit, meskipun proporsi mineral dapat bervariasi tergantung pada kondisi pembentukan.
C. Gabro adalah Batuan dengan ukuran kristal yang sangat besar karena proses pendinginan yang sangat lambat biasanya disebut gabro. Gabro adalah batuan beku yang terdiri terutama dari mineral felsik dan mafik, seperti plagioklas kalsik, piroksen, dan olivin. Ini biasanya memiliki warna gelap dan tekstur yang kasar hingga sangat kasar. Gabro sering ditemukan di dalam kerak bumi dan sering kali terbentuk sebagai intrusi dalam formasi batuan lainnya.
D. Pegmatit adalah jenis batuan beku yang memiliki ukuran kristal yang sangat besar karena proses pendinginan yang sangat lambat. Pegmatit terbentuk dari magma yang kaya mineral dan larutan, yang memungkinkannya untuk mengkristal dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada batuan beku lainnya. Pegmatit sering mengandung mineral langka atau berharga dan sering kali dieksplorasi untuk kandungan mineralnya.
E. Basalt adalah jenis batuan beku yang terbentuk dari lava yang mengalami pendinginan cepat di permukaan bumi. Ini memiliki komposisi yang relatif tinggi dari mineral mafik seperti piroksen dan olivin, serta plagioklas. Basalt biasanya berwarna gelap, memiliki tekstur yang halus hingga kasar, tergantung pada kecepatan pendinginan dan proses pembentukan lainnya. Ini adalah salah satu jenis batuan beku yang paling umum ditemukan di kerak bumi dan sering terbentuk di dasar samudera, lembah sungai lava, atau daerah vulkanik aktif.
33. Batuan beku yang terbentuk dari magma asam di bawah permukaan sehingga membentuk tekstur faneritik yaitu ___granit
A. Komatit adalah jenis batuan beku yang jarang terjadi dan terbentuk dari magma berasal dari mantel bumi. Magma ini memiliki komposisi yang unik, berada di antara basalt dan peridotit. Komatit memiliki kandungan mineral olivin yang tinggi dan sering kali memiliki tekstur yang sangat kasar karena kristalisasi yang cepat di bawah tekanan tinggi. Batuan ini dikenal karena warnanya yang hijau kehitaman dan terbentuk dalam kondisi geologis yang khusus, seperti di daerah rift atau hotspot mantel bumi.
B. Hornblendit adalah jenis batuan metamorfik yang terbentuk dari metamorfosis batuan basalt atau andesit yang mengandung mineral hornblende. Ini adalah salah satu jenis batuan metamorfik yang mengandung sebagian besar mineral hornblende dan kadang-kadang mungkin mengandung sejumlah kecil mineral lainnya. Hornblendit memiliki warna yang bervariasi, sering kali dari hijau tua hingga hitam, tergantung pada komposisi mineralnya. Ini sering ditemukan di dalam kerak bumi di daerah dengan aktivitas vulkanik atau daerah dengan metamorfosis tinggi.
C. Granit adalah jenis batuan beku yang terbentuk dari pendinginan magma di bawah permukaan bumi. Ini memiliki komposisi yang kaya akan mineral felsik, seperti kuarsa, feldspar, dan mika. Granit memiliki tekstur faneritik, yang berarti kristal-kristalnya cukup besar dan terlihat dengan mudah tanpa menggunakan alat tambahan. Warna granit bervariasi tergantung pada komposisi mineralnya, tetapi sering kali berwarna abu-abu, merah muda, atau putih. Granit sering digunakan dalam konstruksi bangunan, pembuatan lantai, dan patung karena keindahan dan kekuatannya.
D. Trachit adalah jenis batuan beku intermediate yang memiliki komposisi antara batuan beku felsik dan mafik. Batuan ini terbentuk dari lava yang mengalami pendinginan cepat di permukaan bumi, tetapi memiliki viskositas yang lebih tinggi daripada lava basaltik, yang menghasilkan tekstur yang kasar hingga sangat kasar. Trachit terutama terdiri dari feldspar, augit, hornblende, dan biotit. Ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari abu-abu hingga merah muda atau krem. Trachit sering ditemukan di daerah vulkanik dan merupakan komponen utama dari beberapa gunung berapi dan dinding lava.
E. Andesit adalah jenis batuan beku intermediate yang terbentuk dari lava yang mengalami pendinginan cepat di permukaan bumi. Batuan ini memiliki komposisi antara basalt dan rhyolite, dengan kandungan mineral seperti feldspar plagioklas, piroksen, dan hornblende. Andesit biasanya memiliki warna abu-abu hingga abu-abu gelap, dan teksturnya dapat bervariasi dari halus hingga kasar tergantung pada kecepatan pendinginan dan kondisi pembentukan lainnya. Batuan ini dinamai dari Pegunungan Andes, di mana banyak ditemukan. Andesit sering kali menjadi komponen utama dalam pembentukan pegunungan berapi dan memiliki banyak aplikasi dalam konstruksi bangunan dan industri bahan bangunan.
34. Batuan sedimen yang paling mungkin banyak mengandung fosil adalah _...batuan sedimen yang paling mungkin banyak mengandung fosil adalah batugamping (limestone) dan batupasir (sandstone). Ini karena kedua jenis batuan ini sering terbentuk di lingkungan laut atau danau tempat organisme hidup, seperti moluska, kerang, atau foraminifera, memiliki peluang besar untuk terkubur dan menjadi fosil.Batuan sedimen yang paling mungkin banyak mengandung fosil adalah batuan sedimen yang terbentuk di lingkungan deposisi yang cocok untuk pembentukan fosil. Contohnya adalah batuan sedimen seperti batu pasir, batu lumpur, dan batu kapur. Batuan ini sering kali mengandung fosil karena mereka terbentuk dari endapan organik yang terperangkap di dalamnya selama proses pembentukan batuan. Kondisi lingkungan yang tenang dan stabil seperti rawa, danau, atau laut dangkal seringkali merupakan tempat terbaik untuk pembentukan fosil, karena endapan organik dapat tertimbun dan terjaga dengan baik di dalam batuan sedimen tersebut.
A. batu pasir (sandstone) adalah salah satu jenis batuan sedimen yang mungkin banyak mengandung fosil. Batu pasir terbentuk dari endapan butiran-butiran pasir yang kemudian terikat bersama oleh bahan perekat seperti kalsit, kuarsa, atau lempung. Karena sering kali terbentuk di lingkungan yang melibatkan air seperti sungai, danau, atau pantai, batu pasir dapat mengandung fosil-fosil organisme yang hidup di lingkungan tersebut. Fosil-fosil ini dapat berupa sisa-sisa kerang, cangkang, atau bahkan jejak fosil hewan yang telah lama punah
B. Breksi adalah jenis batuan yang terbentuk dari fragmen-frgamen batuan yang telah pecah dan kemudian terikat kembali bersama oleh suatu matriks. Proses pembentukan breksi sering terjadi akibat aktivitas tektonik, letusan gunung berapi, atau pengendapan batuan sedimen yang kuat. Breksi memiliki tekstur yang kasar dan tidak teratur karena fragmen-frgamen batuan yang terperangkap di dalamnya tidak memiliki susunan yang teratur. Batuan ini dapat ditemukan di berbagai lingkungan geologis dan sering digunakan sebagai material konstruksi.
C. Batu lempung adalah jenis batuan sedimen yang terdiri dari partikel-partikel lempung yang terkompak dan terikat bersama. Partikel lempung ini sangat halus dan terbentuk dari dekomposisi batuan yang lebih besar, seperti granit, feldspar, dan kuarsa, melalui proses pelapukan dan erosi. Batu lempung sering ditemukan di dasar danau, sungai, atau laut yang tenang, di mana partikel-partikel lempung dapat mengendap dan terakumulasi selama periode waktu yang lama. Batu lempung memiliki tekstur yang halus dan sering digunakan dalam industri keramik, cat, dan pembuatan bata.
D. Batu garam, atau evaporit, adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk dari endapan garam yang dihasilkan dari penguapan air laut atau air laut yang terperangkap di lingkungan yang terisolasi. Proses pembentukan batu garam melibatkan pengendapan mineral-mineral garam seperti halit (garam dapur), gipsum, dan anhidrit. Saat air menguap, mineral-mineral tersebut mengendap dan membentuk lapisan garam yang kemudian dapat menjadi batuan garam setelah proses diagenesis (pengubahan endapan menjadi batuan). Batu garam sering ditemukan di daerah yang dulunya merupakan dasar laut yang kering, seperti Laut Mati dan Danau Great Salt di Amerika Serikat.
E. Konglomerat adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk dari endapan fragmen-fragmen batuan yang lebih besar, yang disebut sebagai kerikil, yang terikat bersama oleh matriks batuan yang lebih halus seperti pasir, lumpur, atau lempung. Proses pembentukan konglomerat sering terjadi di lingkungan sungai, aliran sungai, atau lingkungan pantai di mana material yang besar dan beragam ukurannya terbawa oleh arus air dan kemudian terendapkan bersama-sama. Konglomerat memiliki tekstur kasar dan kuat karena fragmen-fragmen batuan yang besar membentuk bagian utama dari batuan tersebut. Ini sering digunakan dalam konstruksi karena kekuatannya yang tinggi.
35. Dalam skala Wenworth, ukuran butir 2-4 mm disebut sebagai kerikil
Skala Wentworth adalah skala yang digunakan untuk mengklasifikasikan ukuran butiran dalam batuan sedimen berdasarkan ukurannya. Skala ini mencakup beberapa ukuran butiran, mulai dari yang sangat halus hingga yang sangat besar. Berikut adalah klasifikasi umum dalam skala Wentworth:
Lempung: < 0,002 mm
Lanau (SilT): 0,002 - 0,0625 mm
Pasir: 0,0625 - 2 mm ;
- Pasir sangat halus: 0,0625 - 0,125 mm
- Pasir halus: 0,125 - 0,25 mm
- Pasir sedang: 0,25 - 0,5 mm
- Pasir kasar: 0,5 - 1 mm
- Pasir sangat kasar: 1 - 2 mm
Kerikil: 2 - 64 mm
Batu: > 64 mm
Skala Wentworth digunakan dalam geologi untuk membantu mengklasifikasikan berbagai jenis batuan sedimen berdasarkan ukuran butirannya.
Message ChatGPT…
ChatGPT can make mistakes. Consider checking important



Komentar
Posting Komentar