Pembahasan Soal OSK Kebumian 2018 no 36-40
36. Batuan sedimen yang terbentuk akibat proses kimia contohnya adalah batu gamping (limestone) yang terbentuk melalui presipitasi kalsium karbonat dari air laut atau air tawar yang jenuh dengan kalsium karbonat.
A. Batu rijang adalah batuan sedimen kimiawi yang terbentuk dari endapan kalsit (kalsium karbonat) yang berasal dari air sungai atau danau yang mengandung banyak kalsium karbonat. Batu rijang biasanya memiliki warna putih hingga kekuningan dan terdiri dari partikel-partikel halus kalsit yang mengendap di dasar air.
B. Batu tuf adalah batuan sedimen vulkanik yang terbentuk dari endapan abu vulkanik yang terkompaksi. Abu vulkanik adalah fragmen-fragmen kecil batuan, kaca vulkanik, dan material vulkanik lainnya yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi. Ketika abu tersebut terendapkan dan mengalami proses pengendapan dan pemadatan selama ribuan tahun, mereka dapat membentuk batu tuf yang relatif ringan namun kuat.
C. Batu konglomerat adalah batuan sedimen klastik yang terdiri dari fragmen-fragmen batuan yang lebih besar, biasanya lebih dari 2 milimeter dalam diameter, yang disebut sebagai klastik. Fragmen-fragmen ini bisa berupa batu, kerikil, atau bahkan blok besar. Batu konglomerat terbentuk melalui proses pelapukan, transportasi, dan pengendapan fragmen-fragmen ini oleh air, angin, atau es. Kemudian, fragmen-fragmen tersebut terikat bersama oleh matriks pengisi seperti lempung, pasir, atau kalsit.
D. Batu pasir adalah jenis batuan sedimen klastik yang terbentuk dari endapan butiran pasir yang terikat bersama oleh matriks pengisi seperti lempung, kalsit, atau silika yang menempel di antara butiran pasir. Batu pasir biasanya memiliki butiran yang cukup halus, dengan ukuran partikel antara 0.0625 hingga 2 milimeter. Batu pasir dapat terbentuk di berbagai lingkungan seperti pantai, sungai, dan gurun pasir.
E. Serpih adalah jenis batuan sedimen klastik yang terbentuk dari endapan partikel-partikel yang sangat halus, seperti partikel lempung dan lumpur. Proses pembentukan serpih melibatkan pengendapan partikel-partikel tersebut di lingkungan perairan yang tenang, seperti danau, kolam, atau laut yang dalam. Lama pengendapan dan tekanan geologis kemudian menyebabkan partikel-partikel ini terkompaksi dan terikat bersama menjadi batuan padat yang dikenal sebagai serpih.
Contoh batuan sedimen berdasarkan cara terjadinya ;
A. Beberapa jenis batuan sedimen kimiawi meliputi:
1. Batu Gamping (Limestone): Terbentuk dari presipitasi kalsium karbonat dari air laut atau air tawar yang jenuh dengan kalsium karbonat.
2. Dolomit: Mirip dengan batu gamping, tetapi mengandung dolomit (kalsium magnesium karbonat) sebagai komponen utama yang terbentuk melalui proses penggantian mineral.
3. Batu Kapur (Chalk): Terdiri dari partikel-partikel mikroskopis kalsium karbonat yang terendapkan dari air laut.
4. Batu Garam (Rock Salt): Terbentuk dari presipitasi natrium klorida (garam dapur) dari air laut atau air asin dan kemudian terkompaksi menjadi batuan padat.
5. Batu Gipsum (Gypsum): Terbentuk dari endapan kalsium sulfat dari air laut atau air tawar yang kaya akan sulfat.
Ini hanya beberapa contoh dari banyaknya jenis batuan sedimen kimiawi yang terbentuk melalui proses-proses kimia di alam.
B. Beberapa contoh batuan sedimen organik meliputi:
1. Batubara: Terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi, terkubur, dan terurai di lingkungan tanah rawa atau rawa-rawa.
2. Batu Lumpur: Terbentuk dari endapan lumpur dan material organik yang terkompaksi di dasar danau, rawa, atau lautan.
3. Batu Kapur (Limestone): Meskipun batu kapur juga bisa merupakan batuan sedimen kimiawi, sebagian besar juga terbentuk dari kerangka organik hewan laut seperti karang dan foraminifera.
4. Karbonat Sedimen: Ini adalah batuan sedimen organik yang terbentuk dari endapan kerangka organik seperti koral, alga, dan organisme laut lainnya.
5. Batu Terumbu Karang: Terbentuk dari endapan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang yang hidup di terumbu karang.
6. Chert: Batuan sedimen yang terbentuk dari endapan silika yang dihasilkan oleh organisme mikroskopis seperti radiolaria dan diatom.
7. Batu Bituminus: Sejenis batu sedimen organik yang mengandung bitumen, terbentuk dari sisa-sisa organisme laut dan endapan organik lainnya yang mengalami penguraian dan terkompaksi di dasar laut.
Ini hanya beberapa contoh dari berbagai jenis batuan sedimen organik yang terbentuk dari sisa-sisa organik atau organisme laut yang terkubur dan terkompaksi selama jutaan tahun.
C. Batuan sedimen klasik atau mekanik adalah batuan yang terbentuk dari material yang terdeposit secara mekanik di tempat lain dan kemudian terkompaksi menjadi batuan. Jenis-jenis batuan sedimen klasik atau mekanik meliputi:
1. Batu pasir (sandstone): Terdiri dari butiran-butiran pasir yang terikat bersama oleh material seperti kalsit, kuarsa, atau lempung. Batu pasir dapat bervariasi dalam ukuran butiran dan komposisi mineralnya.
2. Batu kerikil (conglomerate): Terdiri dari butiran-butiran kerikil yang terikat bersama oleh matriks yang lebih halus, seperti pasir, lumpur, atau lempung.
3. Batu breksi (breccia): Mirip dengan batu kerikil, tetapi dengan butiran-butiran yang lebih besar dan lebih kasar, sering kali dengan sudut-sudut tajam.
4. Batu lumpur (mudstone): Terdiri dari partikel-partikel yang sangat halus, seperti lempung atau lanau, yang terkompaksi menjadi batuan yang padat. Mudstone memiliki tekstur halus dan sering kali pecah menjadi lembaran-lembaran tipis.
5. Batu lempung (shale): Mirip dengan batu lumpur, tetapi dengan kandungan lempung yang lebih tinggi. Shale biasanya memiliki tekstur yang lebih halus dan sering kali memiliki kemampuan untuk membelah menjadi lapisan-lapisan tipis.
6. Batu silt (siltstone): Terdiri dari butiran-butiran silt yang terikat bersama oleh matriks yang lebih halus, seperti lempung atau pasir. Siltstone memiliki ukuran butiran antara pasir dan lempung.
7. Batu evaporit (evaporite): Terbentuk dari endapan mineral yang terbentuk dari pelarutan dan presipitasi garam-garam mineral seperti gipsum, halit, atau anhidrit.
Itulah beberapa contoh batuan sedimen klasik atau mekanik yang umum ditemukan di berbagai lingkungan pengendapan.
37. Struktur batuan sedimen yang dapat dipakai untuk menentukan posisi atas dan bawah suatu perlapisan batuan sedimen adalah...struktur sedimentasi. Struktur sedimentasi mencakup berbagai fitur yang terbentuk selama proses pengendapan, seperti struktur lapisan (bedding), laminasi, cross-bedding, ripple marks, dan flute marks. Dengan memperhatikan orientasi dan karakteristik struktur sedimentasi ini, geologis dapat menentukan arah dan urutan pengendapan batuan sedimen.
A. perlapisan silang-siur mengacu pada struktur batuan sedimen di mana lapisan-lapisan batuan yang lebih kecil atau lebih kecil mengarah ke arah yang berbeda dari lapisan-lapisan yang lebih besar. Struktur ini sering terjadi di lingkungan pengendapan seperti sungai berarus deras, pantai, atau gurun pasir. Perlapisan silang-siur dapat memberikan petunjuk tentang arah aliran air atau angin selama pengendapan batuan sedimen.
B. Perlapisan bergradasi adalah struktur yang terbentuk ketika ukuran butiran dalam suatu lapisan batuan sedimen secara bertahap berubah dari kasar ke halus atau sebaliknya. Proses ini disebut sebagai gradasi ukuran butiran. Perlapisan bergradasi biasanya terjadi di lingkungan pengendapan di mana aliran air atau angin mengangkut material sedimen dengan berbagai ukuran butiran. Contoh lingkungan di mana perlapisan bergradasi dapat terbentuk termasuk aliran sungai, sungai berarus deras, delta sungai, dan perairan laut yang tenang. Struktur ini memberikan petunjuk tentang perubahan kondisi lingkungan selama pengendapan sedimen.
C. Laminasi adalah struktur yang terbentuk dari lapisan-lapisan tipis dalam batuan sedimen yang memiliki perbedaan komposisi, ukuran butiran, atau warna. Laminasi sering kali terbentuk akibat deposisi bertahap dari material sedimen di lingkungan pengendapan yang tenang, seperti rawa-rawa, danau, atau laut yang dalam. Struktur ini dapat memberikan informasi tentang perubahan musiman atau siklus dalam lingkungan pengendapan, serta membantu menentukan arah aliran air atau angin selama proses pengendapan.
D. Load cast adalah struktur sedimentasi yang terbentuk ketika lapisan batuan di atasnya (biasanya lapisan yang lebih lunak) terdorong ke bawah ke dalam lapisan batuan di bawahnya (biasanya lapisan yang lebih keras) karena adanya beban atau tekanan di atasnya. Struktur ini mirip dengan cetakan yang dibuat oleh benda berat yang ditempatkan di atas lapisan lunak.
Load cast biasanya terbentuk di lingkungan pengendapan yang didominasi oleh material yang halus dan mudah terekskavasi, seperti lumpur atau pasir yang terdeposit di dasar sungai, laut, atau danau. Ketika material di atasnya menumpuk, tekanan bertambah, dan lapisan bawah akan terdorong ke bawah, membentuk struktur mirip cetakan. Load cast bisa menjadi petunjuk arah struktur di lingkungan pengendapan tersebut, serta mengindikasikan arah tekanan dan pergerakan material di dalamnya.
E. Berlapis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan batuan atau endapan yang terdiri dari beberapa lapisan yang terpisah secara jelas. Lapisan-lapisan ini dapat berbeda dalam komposisi, tekstur, ketebalan, atau warna. Struktur berlapis sering kali terbentuk selama proses pengendapan sedimen di lingkungan yang berubah-ubah, di mana kondisi pengendapan dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Contoh batuan yang sering kali berlapis adalah batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu breksi, serta batuan beku seperti batuan vulkanik yang terbentuk dari letusan gunung berapi yang berulang-ulang. Struktur berlapis dapat memberikan informasi penting tentang sejarah lingkungan pengendapan dan proses geologis yang terjadi di masa lalu.
38. Tekstur pada batuan metamorf yang menunjukkan kenampakan sisa dari batuan asalnya disebut.... tekstur relik.
A. Granuloblastik adalah istilah yang digunakan dalam petrologi metamorfisme untuk menggambarkan tekstur batuan metamorf yang terdiri dari butiran-butiran mineral yang berukuran kecil hingga sedang, sering kali disebut sebagai granula. Granula tersebut dapat berkembang dari rekristalisasi butiran mineral yang terjadi selama proses metamorfosis. Tekstur granuloblastik sering dijumpai dalam batuan metamorfik seperti schist dan gneiss.
B. Relict texture atau Tekstur relik terjadi ketika batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosis dari batuan prakursornya, tetapi masih menyimpan beberapa karakteristik atau kenampakan dari batuan asalnya. Tekstur relik dapat berupa struktur kristal, tekstur sedimentasi, atau komposisi mineral yang khas dari batuan asalnya yang bertahan meskipun mengalami transformasi metamorfik.
Relict texture adalah istilah yang digunakan dalam petrologi metamorfisme untuk menggambarkan tekstur pada batuan metamorf yang menunjukkan sisa-sisa atau kenampakan dari batuan asalnya sebelum mengalami metamorfosis. Tekstur ini dapat berupa struktur kristal, tekstur sedimentasi, atau komposisi mineral yang khas dari batuan asalnya yang masih dapat dikenali meskipun telah mengalami perubahan akibat metamorfosis. Relict texture memberikan petunjuk tentang sejarah batuan dan kondisi lingkungan di mana batuan tersebut terbentuk sebelum mengalami proses metamorfisme.
C. Decussate texture adalah pola atau struktur geometris yang terbentuk ketika dua set mineral atau kristal saling silang membentuk sudut 90 derajat. Istilah ini berasal dari kata "decussate" yang berarti "bersilangan seperti salib" dalam bahasa Latin. Pola ini sering terlihat pada mineral yang tumbuh dalam lingkungan tertentu, seperti dalam batuan metamorfik seperti skist, atau dalam proses kristalisasi di batuan beku. Decussate texture sering kali memberikan indikasi tentang pola pertumbuhan mineral dan sejarah pembentukan batuan.
D. Nematoblastik adalah istilah yang menggambarkan tekstur pada batuan metamorfik di mana kristal-kristal mineral yang berukuran kecil hingga sedang terorganisir atau tersusun secara teratur, membentuk pola serat-serat atau striasi-striasi yang terlihat seperti serat-serat seperti benang atau fiber. Tekstur nematoblastik sering ditemukan pada batuan metamorfik seperti serpentin, di mana mineral-mineral serpentin membentuk struktur serat-serat yang khas.
E. Poikiloblastik adalah istilah dalam petrologi metamorfik yang merujuk kepada tekstur pada batuan metamorfik di mana kristal besar (biasanya mineral-matriks) mengandung inklusi atau kristal kecil lainnya yang terperangkap di dalamnya. Kristal besar ini dapat tumbuh di lingkungan metamorfik yang terbuka, yang memungkinkan inklusi-inklusi kristal kecil lainnya terperangkap di dalamnya saat pertumbuhan kristal terjadi. Tekstur poikiloblastik sering ditemukan pada berbagai jenis batuan metamorfik, seperti granulit, skarn, atau gneiss.
39. Batuan metamorf yang memiliki struktur foliasi adalah:
1. Slate: Batuan metamorf dengan foliasi yang cukup halus dan sering kali memiliki warna gelap.
2. Schist: Batuan metamorf dengan foliasi yang lebih kasar daripada slate, dengan kristal-kristal yang lebih besar dan terlihat lebih bersinar.
3. Gneiss: Batuan metamorf dengan foliasi yang terdiri dari lapisan-lapisan alternatif yang terbuat dari mineral yang berbeda, sering kali menghasilkan pola garis-garis atau strip-strip.
4. Phyllite: Batuan metamorf dengan foliasi yang lebih halus daripada schist tetapi lebih kasar daripada slate, dengan kristal-kristal yang terlihat dalam serat-serat atau lapisan-lapisan tipis.
5. Migmatite: Batuan metamorf yang memiliki campuran antara foliasi dan non-foliasi, di mana bagian-bagian tertentu terdiri dari lapisan-lapisan foliasi sementara bagian lainnya memiliki struktur non-foliasi yang terbentuk akibat proses lelehan atau pembekuan kembali.
Semua batuan metamorf ini memiliki struktur foliasi karena proses metamorfisme yang menyebabkan orientasi mineral menjadi terorganisir dalam arah yang sama
Penjelasan
1. Milonit adalah jenis batuan metamorfik yang memiliki struktur foliasi yang sangat kuat. Batuan ini terbentuk melalui deformasi intensif di zona geser atau zona transformasi, yang menyebabkan mineral-mineralnya mengalami reaksi plastis dan perubahan tekstur yang signifikan. Milonit memiliki tekstur serat-serat yang terorientasi, sering kali disebut sebagai "fish scale" atau "ribbon texture", yang terbentuk akibat deformasi yang kuat. Batuan ini biasanya terdiri dari mineral-mineral seperti kuarsa, feldspar, dan mika, dan dapat terlihat berkilau karena penggumpalan mineral yang intens
2. Phyllite: Batuan metamorf yang memiliki foliasi yang lebih halus daripada schist tetapi lebih kasar daripada slate, sering kali terlihat dalam lapisan-lapisan tipis atau serat-serat.
3. Sekis/schist adalah jenis batuan metamorfik dengan struktur foliasi yang terbentuk melalui metamorfosis dari batuan sedimen atau batuan beku lainnya di bawah tekanan dan suhu yang tinggi. Schist terdiri dari mineral-mineral seperti mika, kuarsa, dan feldspar, dan memiliki tekstur foliasi yang sering kali terlihat dengan mata telanjang.
4. Gneiss: Batuan metamorf dengan foliasi yang terdiri dari lapisan-lapisan alternatif yang terbuat dari mineral yang berbeda, sering kali menghasilkan pola garis-garis atau strip-strip.
5. Batu sabak adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk menggambarkan batuan metamorfik yang memiliki tekstur foliasi dan biasanya terdiri dari mineral mika dan kuarsa. Batuan ini sering kali dijumpai di wilayah-wilayah dengan aktivitas metamorfisme yang tinggi, seperti pegunungan dan daerah yang mengalami tekanan dan suhu yang tinggi. Istilah ini mungkin lebih umum digunakan secara lokal di Indonesia.
6. Granulit adalah jenis batuan metamorfik yang memiliki tekstur granoblastik, yang berarti terdiri dari butiran-butiran mineral yang kasar hingga sangat kasar. Batuan ini umumnya terdiri dari mineral-mineral seperti kuarsa, feldspar, dan mika, dan terbentuk melalui metamorfosis dari batuan sedimen atau batuan beku lainnya di bawah tekanan dan suhu yang tinggi. Granulit sering kali ditemukan di daerah-daerah dengan aktivitas metamorfisme yang tinggi, seperti pegunungan atau daerah subduksi lempeng benua.
7. Hornblendit adalah jenis batuan metamorfik yang kaya akan mineral hornblende, yang merupakan salah satu jenis amfibol. Batuan ini memiliki tekstur yang bervariasi, tergantung pada komposisi mineral lainnya dan kondisi metamorfisme. Hornblendit umumnya memiliki warna hijau tua hingga hitam, dan tekstur yang lebih kasar dibandingkan dengan batuan metamorfik lainnya. Batuan ini terbentuk melalui metamorfosis dari batuan sedimen atau batuan beku lainnya di bawah tekanan dan suhu yang tinggi. Hornblendit sering ditemukan di daerah-daerah dengan aktivitas metamorfisme yang tinggi, seperti daerah subduksi lempeng benua atau daerah orogenik.
8. Eklogit adalah jenis batuan metamorfik yang terbentuk pada kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi dan dalam, biasanya di dalam litosfer bumi yang dalam atau selama proses subduksi lempeng benua. Batuan ini memiliki komposisi dominan dari mineral-mineral seperti piroksen (umumnya omphacite), garnet, dan mungkin juga kyanit atau staurolit.
Eklogit memiliki warna yang bervariasi, tetapi sering kali memiliki warna hijau tua hingga hitam akibat keberadaan omphacite. Garnet dalam batuan ini biasanya berwarna merah gelap hingga cokelat. Struktur kristal pada eklogit bisa sangat halus atau kasar, tergantung pada kondisi pembentukannya.
Eklogit dianggap sebagai batuan metamorfik tingkat tinggi karena mengalami tekanan dan suhu yang ekstrem selama proses metamorfosisnya. Batuan ini sering kali digunakan sebagai indikator untuk memahami kondisi tektonik dan evolusi geologis dari suatu daerah.
40. Gambar di samping adalah salah satu struktur batuan metamorf, yang memiliki susunan parallel mineral-mineral pipih, prismatik atau lentikular (umumnya mika atau klorit) yang berukuran butir sedang sampai kasar. Struktur tersebut disebut _______
Struktur foliasi, merupakan susunan mineral-mineral pipih, prismatik, atau lentikular yang tersusun secara paralel dalam batuan metamorfik. Foliasi biasanya terbentuk akibat tekanan yang mengarahkan mineral-mineral dalam batuan untuk terorientasi sejajar satu sama lain, dan dapat terdiri dari mineral seperti mika atau klorit.

Komentar
Posting Komentar