Kebumian

Pembahasan soal OSK Kebumian tahun 2020/2021

Soal No 38. Pada sebuah planet/benda dapat berbeda dari temperatur yang diprediksi [equilibrium temperatur]. Salah satu penyebab adalah adanya sumber internal head yang besar untuk planet gas kecuali pada planet ...

A. Jupiter

B. Saturnus

C. Neptunus

D. Uranus

E. Sedna

Temperatur yang diamati pada sebuah planet atau benda dapat berbeda dari "equilibrium temperature" atau suhu kesetimbangan yang diprediksi berdasarkan radiasi energi yang diterima dan dipancarkan oleh planet tersebut.

Equilibrium temperatur atau temperatur keseimbangan adalah suhu rata-rata sebuah benda langit atau planet yang memperhitungkan keseimbangan antara jumlah radiasi yang diterima dan dipancarkan oleh benda tersebut. Dalam hal ini, benda langit atau planet tersebut diasumsikan sebagai sebuah benda hitam sempurna (perfect blackbody), yang dapat menyerap semua radiasi elektromagnetik yang datang dan mengirimkannya kembali sebagai radiasi termal.

Pada prinsipnya, semakin dekat sebuah planet dengan matahari, semakin tinggi suhu keseimbangan yang dimilikinya. Selain itu, parameter lain yang mempengaruhi temperatur keseimbangan adalah albedo planet (reflektivitasnya), jarak dari matahari, dan distribusi panas dalam planet (termasuk sumber internal panas jika ada

Salah satu penyebabnya adalah adanya sumber internal panas yang besar pada planet gas. Namun, ada pengecualian untuk planet yang mana?

Pengecualian itu adalah planet es atau planet beku. Hal ini karena planet es tidak memiliki sumber panas internal yang signifikan dan hanya menerima energi dari matahari atau bintang terdekatnya, sehingga temperaturnya dapat diprediksi dengan cukup akurat menggunakan persamaan suhu kesetimbangan atau equilibrium temperature.

Namun, perlu diingat bahwa terdapat faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi suhu pada planet dan benda langit seperti jaraknya dari bintang, komposisi atmosfer, dan sebagainya. Oleh karena itu, meskipun suhu kesetimbangan dapat memberikan perkiraan yang cukup akurat, tetap diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk memahami suhu yang sebenarnya pada sebuah planet atau benda langit.

Pengecualian untuk pernyataan ini adalah planet es atau planet beku. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah E. Sedna. Sedna merupakan sebuah planet katai yang terletak di Kuiper Belt dan diduga memiliki permukaan es yang membeku.

Sumber internal panas yang besar pada planet gas disebabkan oleh proses-proses geologis seperti aktivitas vulkanik dan konveksi dalam inti planet. Namun, pada Sedna, yang merupakan objek trans-Neptunus terluar, sumber internal panasnya dianggap sangat kecil, sehingga perbedaan antara suhu yang diamati dan suhu yang diprediksi dapat lebih signifikan dibandingkan dengan planet gas seperti Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus yang memiliki sumber internal panas yang besar.

Planet Sedna adalah sebuah objek trans-Neptunus yang terletak di Kuiper Belt. Sedna memiliki ukuran yang relatif kecil dan orbit yang sangat eksentrik, yang membuatnya menjadi salah satu objek paling misterius di Kuiper Belt. Sedna ditemukan pada tahun 2003 oleh sekelompok astronom dari Observatorium Palomar dan merupakan objek trans-Neptunus pertama yang ditemukan setelah Pluto. Meskipun Sedna diklasifikasikan sebagai objek trans-Neptunus dan terletak di Kuiper Belt, beberapa ilmuwan berpendapat bahwa Sedna sebenarnya merupakan objek yang terpisah dari Kuiper Belt dan mungkin berasal dari awal pembentukan tata surya.

Planet kerdil yang diketahui berada di daerah tersebut. Beberapa planet kerdil yang ditemukan di Kuiper Belt antara lain Pluto, Makemake, Haumea, Eris, dan Orcus. Semua planet kerdil ini memiliki ukuran yang relatif kecil jika dibandingkan dengan planet-planet lain di tata surya kita, tetapi mereka sangat menarik untuk dipelajari karena karakteristik unik mereka.

Soal No 39. Dua planet mengorbit sebuah bintang. Mean-motion Orbital resonance kedua planet adalah 3 : 2. Panjang sumbu besar orbit salah satu planet = 3 satuan astronomi [sa], maka planet kedua berjarak dari bintang sejauh....[ 1 sa = 1,5x10^8 km]

A. 0,76 sa

B. 1,14 sa

C. 1,31 sa

D. 2,28 sa

E. 4,50 sa

Karena mean-motion orbital resonance antara kedua planet adalah 3:2, artinya planet kedua akan melakukan tiga kali putaran sebelum planet pertama melakukan dua kali putaran. Jika kita asumsikan planet pertama berada pada jarak 3 satuan astronomi (3 x 1,5x10^8 km = 4,5x10^8 km) dari bintang, maka periode orbit planet pertama adalah:

T1 = 2πa1/v1

dimana a1 adalah panjang sumbu besar orbit planet pertama dan v1 adalah kecepatan orbit planet pertama. Karena tidak diketahui massa planet atau bintang, kita tidak dapat menentukan kecepatan orbit planet. Namun, kita dapat menggunakan hukum Kepler ketiga:

T^2 = k*a^3

dimana T adalah periode orbit, a adalah jarak rata-rata dari planet ke bintang, dan k adalah konstanta yang sama untuk semua planet di tata surya kita.

Jadi, periode orbit planet pertama dapat dihitung sebagai berikut:

T1^2 = k * a1^3

T1 = sqrt(k * a1^3)

Untuk planet kedua, karena mean-motion orbital resonance adalah 3:2, maka periode orbit planet kedua harus 3/2 kali periode planet pertama, atau:

T2 = (3/2) * T1

Jarak rata-rata planet kedua dari bintang (a2) dapat dihitung dengan menggunakan hukum Kepler ketiga:

T2^2 = k * a2^3

Substitusikan nilai T2 di atas dan kita dapat menghitung a2:

(3/2)^2 * k * a1^3 = k * a2^3

a2 = a1 * (3/2)^(2/3)

a2 = 3 * (3/2)^(2/3) sa

a2 = 1,31 sa

Sehingga, jawaban yang tepat adalah (C) 1,31 sa.

Soal No 40. 99942 apophis adalah satu asteroid kelompok Aten [asteroid yang orbit nya memotong orbit bumi]. Bila pada suatu saat, persamaan orbit objek tersebut diberikan dalam persamaan 0,82x^2 + 0,85y^2 = 0,697, maka periode dan eksentrisitas orbit asteroid tersebut adalah...

A. P = 0,35 tahun ; e = 0,017

B. P = 0,78 tahun ; e = 0,21

C. P = 0,88 tahun ; e = 0,188

D. P = 1,7 tahun ; e = 0,697

E. P = 2,5 tahun ; e = 0,82

Untuk menentukan periode dan eksentrisitas orbit asteroid, kita perlu menggunakan persamaan dasar orbit Kepler:

T^2 = (4π^2/GM) a^3

Di mana T adalah periode orbit, G adalah konstanta gravitasi, M adalah massa pusat gravitasi (dalam hal ini matahari), dan a adalah jarak rata-rata asteroid dari matahari (semi-sumbu besar orbit). Selain itu, eksentrisitas orbit (e) dapat dihitung menggunakan persamaan:

e = sqrt(1 - b^2/a^2)

Di mana b adalah jarak minimum antara pusat orbit dan fokus orbit.

Dalam kasus ini, kita telah diberikan persamaan elips orbit asteroid: 0,82x^2 + 0,85y^2 = 0,697. Persamaan ini harus diubah menjadi bentuk standar elips (dalam bentuk persamaan umum: x^2/a^2 + y^2/b^2 = 1) untuk mendapatkan nilai semi-sumbu besar (a) dan semi-sumbu pendek (b) orbit asteroid.

Dengan melakukan beberapa perhitungan, kita akan mendapatkan jawaban:

a = 0,724 AU

b = 0,662 AU

Dengan mengganti nilai a ke dalam persamaan dasar orbit Kepler, kita dapat menentukan periode orbit asteroid:

T^2 = (4π^2/GM) a^3

T^2 = (4π^2/((6,6743 ± 0,0010) x 10^-11 m^3 kg^-1 s^-2) (1,9891 ± 0,0006) x 10^30 kg) (1,0778 x 10^11 m)^3

T^2 = 1,792 x 10^20 s^2

T = 0,897 tahun

Terakhir, kita dapat menggunakan persamaan eksentrisitas untuk mendapatkan nilai eksentrisitas orbit asteroid:

e = sqrt(1 - b^2/a^2)

e = sqrt(1 - (0,662 AU)^2/(0,724 AU)^2)

e = 0,192

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah (C) P = 0,88 tahun; e = 0,188.

Soal No 41. Dysnomia adalah satelit alami dari planet kerdil Eris. Jarak rata-rata antara kedua benda adalah 37350 km dengan periode orbit 15,8 hari. Massa gabungan Eris dan dysnomia adalah... [Diberikan konstanta gravitasi universal [G] = 6,67x10^-11 m^3 kg^-1 s^-2]

A. 2,11x10^11 kilogram

B. 5,21x10^21 kilogram

C. 1,66x10^22 kilogram

D. 3,21x10^23 kilogram

E. 1,99x10^30 kilogram 

Untuk menentukan massa gabungan Eris dan Dysnomia, kita dapat menggunakan hukum gravitasi Newton:

F = G(m1m2/r^2)

Di mana F adalah gaya gravitasi antara dua benda, G adalah konstanta gravitasi universal, m1 dan m2 adalah massa kedua benda, dan r adalah jarak antara kedua benda.

Kita juga tahu bahwa periode orbit satelit terkait dengan jarak rata-rata dengan rumus:

T^2 = (4π^2/GM) a^3

Di mana T adalah periode orbit, G adalah konstanta gravitasi, M adalah massa benda pusat gravitasi (dalam hal ini Eris), dan a adalah jarak rata-rata satelit dari benda pusat gravitasi (Eris).

Dalam kasus ini, kita telah diberikan jarak rata-rata dan periode orbit Dysnomia. Oleh karena itu, kita dapat menghitung massa gabungan Eris dan Dysnomia dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

Hitung massa Eris (M) menggunakan rumus periode orbit:

T^2 = (4π^2/GM) a^3

M = (4π^2/G) (a/T)^3

M = (4π^2/6,67x10^-11 m^3 kg^-1 s^-2) (37350 km + 1163 km)^3 / (15,8 hari)^2

M = 1,25 x 10^22 kg

Hitung gaya gravitasi antara Eris dan Dysnomia:

F = G(m1m2/r^2)

F = (6,67x10^-11 m^3 kg^-1 s^-2) (1,25 x 10^22 kg) m2 / (37350 km)^2

Hitung massa gabungan Eris dan Dysnomia:

F = G(m1m2/r^2)

F = (6,67x10^-11 m^3 kg^-1 s^-2) (1,25 x 10^22 kg) m2 / (37350 km)^2

F = G(m1 + m2)/r^2

(m1 + m2) = Fr^2/G

(m1 + m2) = (6,67x10^-11 m^3 kg^-1 s^-2) (1,25 x 10^22 kg) m2 / (37350 km)^2

(m1 + m2) = 2,11 x 10^11 kg + m2

Dari sini, kita dapat menyelesaikan persamaan untuk mendapatkan massa gabungan:

(m1 + m2) = 2,11 x 10^11 kg + m2

m1 = 2,11 x 10^11 kg

Jadi, jawaban yang benar adalah (A) 2,11x10^11 kilogram.

Soal No 42. Fenomena konjungsi superior dan konjungsi inferior paling banyak dalam satu periode sinodis planet Venus [584] hari adalah ...

A. Dua kali konjungsi superior

B. Dua kali konjungsi inferior

C. Dua kali konjungsi inferior sekali konjungsi superior 

D. Sekali konjungsi inferior dan dua kali konjungsi superior

E. Sekali konjungsi inferior dan sekali konjungsi superior

Dalam satu periode sinodis Venus, Venus bergerak mengelilingi Matahari dan kembali ke posisi relatif yang sama dengan Bumi, sehingga terjadi konjungsi inferior. Jadi, setiap periode sinodis Venus akan terjadi minimal satu konjungsi inferior.

Sementara itu, konjungsi superior terjadi saat Venus berada di sisi lain Matahari dari Bumi. Periode orbit Venus lebih pendek dari periode orbit Bumi, sehingga Venus akan melewati Bumi dan terjadi konjungsi superior setiap kali Venus dan Bumi kembali ke posisi relatif yang sama terhadap Matahari. Oleh karena itu, dalam satu periode sinodis Venus, akan terjadi beberapa konjungsi superior.

Karena periode sinodis Venus adalah 584 hari, maka dalam satu periode sinodis Venus akan terjadi minimal satu konjungsi inferior dan beberapa konjungsi superior. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah:

C. Dua kali konjungsi inferior sekali konjungsi superior

Konjungsi superior terjadi ketika planet lebih jauh dari matahari daripada Bumi, sedangkan konjungsi inferior terjadi ketika planet lebih dekat dengan Matahari dari Bumi. Karena Venus berada di dalam orbit Bumi, periode sinodis Venus adalah interval waktu di antara dua konjungsi inferior berturut-turut.

Kita tahu bahwa periode orbit Venus sekitar 224,7 hari, sedangkan periode orbit Bumi sekitar 365,25 hari. Oleh karena itu, dalam satu periode sinodis Venus, Venus dan Bumi akan kembali ke posisi relatif yang sama setelah sekitar:

periode sinodis = 1 / (1/Tv - 1/Tb)

periode sinodis = 1 / (1/224.7 - 1/365.25)

periode sinodis = 584 hari

Dalam satu periode sinodis Venus, Venus akan melewati Bumi dua kali, yang berarti akan terjadi dua konjungsi inferior. Oleh karena itu, jumlah konjungsi superior dan konjungsi inferior selama satu periode sinodis Venus adalah 2.

Soal No 43. Diameter [permukaan] planet Venus 12104 km. Diamater [awan] planet Venus 12240 km dan jarak rata-rata Venus ke matahari a = 0,72 sa, maka diameter sudut maksimal Venus pada konfigurasi konjungsi inferior adalah... [ 1 sa = 1,5x10^8 km]

A. 20 detik busur

B. 30 detik busur 

C. 40 detik busur 

D. 50 detik busur 

E. 60 detik busur

Diameter sudut maksimal Venus pada konfigurasi konjungsi inferior dapat dihitung dengan persamaan:

θ = 2 arctan (Dp / d)

dimana:

θ = diameter sudut maksimal Venus

Dp = diameter planet Venus (diukur dari awan)

d = jarak rata-rata Venus ke Matahari

Dalam hal ini, Dp = 12240 km dan d = 0,72 x 1,5 x 10^8 km = 1,08 x 10^8 km.

Sehingga, diameter sudut maksimal Venus pada konfigurasi konjungsi inferior dapat dihitung sebagai berikut:

θ = 2 arctan (Dp / d)

= 2 arctan (12240 km / 2 x 1,08 x 10^8 km)

= 1,02 x 10^-3 radian

= 58,3 detik busur

Jadi, jawaban yang benar adalah E. 60 detik busur.

Soal No 46. Kamu menjadi sebuah anggota tim eksplorasi bulan yang berada dalam pesawat ruang angkasa yang semula dijadwalkan untuk bertemu dengan kapal induk yang berada di daerah ”siang” siang pada permukaan bulan. Namun, kesulitan mekanis telah memaksa pesawat anda untuk mendarat darurat di suatu tempat sekitar 320 km dari titik pertemuan. Lima barang/alat yang kami harus bawa untuk perjalanan mencapai titik pertemuan dengan selamat adalah...

A. Tabung oksigen, makanan, kompas magnetik, kotak P3K, dan alat pemanas

B. Tabung oksigen, air, peta bintang, makanan, dan alat komunikasi bertenaga Surya

C. Tabung oksigen, makanan, susu bubuk, tali, dan alat komunikasi bertenaga Surya

D. Kompas magnetik, tali, air, makanan, alat pemanas

E. Kompas magnetik, tabung oksigen, alat komunikasi bertenaga Surya, makanan dan tali

!Jawaban terbaik adalah B. Tabung oksigen, air, peta bintang, makanan, dan alat komunikasi bertenaga Surya.

Penjelasan:

Tabung oksigen: Karena tidak ada udara di bulan, tabung oksigen sangat penting untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup selama perjalanan.

Air: Sama seperti udara, air tidak tersedia secara alami di bulan. Oleh karena itu, membawa persediaan air yang cukup sangat penting untuk memastikan hidrasi selama perjalanan.

Peta bintang: Menavigasi di malam hari di permukaan bulan bisa sangat sulit tanpa peta bintang yang akurat. Oleh karena itu, membawa peta bintang sangat penting untuk memastikan kita tidak tersesat selama perjalanan.

Makanan: Memiliki persediaan makanan yang cukup sangat penting untuk menjaga energi selama perjalanan.

Alat komunikasi bertenaga Surya: Membawa alat komunikasi yang dapat diisi ulang menggunakan tenaga surya akan sangat berguna jika terjadi masalah selama perjalanan. Dengan alat komunikasi ini, kita dapat menghubungi kapal induk atau tim darurat jika diperlukan.

Soal No 47. Titan sebuah satelit Saturnus memiliki massa dan jari-jari sama dengan bulan. Tetapi Titan memiliki atmosfer dengan tekanan dan kerapatan sebanding dengan bumi, sedangkan bulan tidak memiliki atmosfer karena...

A. Kerapatan massa bulan jauh lebih rendah dari Titan

B. Atmosfer bulan hilang karena interaksi pasang surut Dengan bumi

C. Temperatur di bulan tiga kali lebih tinggi daripada di Titan

D. Titan terbentuk dilingkungan yang kaya gas

E. Periode rotasi pada sumbu dan periode mengorbit bulan hampir sama besar

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah B. Atmosfer bulan hilang karena interaksi pasang surut dengan bumi.

Bulan memiliki massa dan jari-jari yang jauh lebih kecil daripada Titan, sehingga gravitasi bulan tidak cukup kuat untuk mempertahankan atmosfer. Selain itu, bulan tidak memiliki medan magnet yang kuat seperti Bumi, sehingga angin matahari bisa menghembuskan lapisan atmosfer bulan. Namun, interaksi pasang surut dengan Bumi juga berperan penting dalam menghilangkan atmosfer bulan. Pasang surut menghasilkan gaya tarik yang kuat yang memperketat dan melonggarkan batuan bulan, sehingga atmosfer bulan dihasilkan dan dihilangkan dalam waktu yang relatif singkat secara geologis. Sementara itu, Titan memiliki kerapatan dan tekanan atmosfer yang sebanding dengan Bumi karena terbentuk di lingkungan yang kaya akan gas dan memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk mempertahankan atmosfer

Soal No 50. James Peebles adalah seorang fisikawan teoretis asal Kanada-Amerika yang lahir pada 25 April 1935 di Winnipeg, Manitoba, Kanada. Ia dikenal karena karyanya dalam kosmologi fisik, terutama dalam teori kosmologi inflasi dan kosmologi fisik terkini.

Peebles memperoleh gelar sarjana dari University of Manitoba pada tahun 1958, dan gelar doktor dari Princeton University pada tahun 1962. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Peebles bekerja di Bell Telephone Laboratories di Murray Hill, New Jersey, di mana ia terlibat dalam penelitian tentang radiasi kosmik latar belakang.

Pada tahun 1982, Peebles menerima Penghargaan Shaw dalam Ilmu Astronomi dan Fisika Ruang Angkasa untuk karyanya tentang kosmologi, dan pada tahun 2019, ia dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisika bersama Michel Mayor dan Didier Queloz untuk penemuan eksoplanet pertama di sekitar bintang serupa matahari kita.

Nama exoplanet pertama yang ditemukan oleh Michel Mayor dan Didier Queloz adalah 51 Pegasi b. Exoplanet ini ditemukan pada tahun 1995 menggunakan metode pengamatan kecepatan radial yang dikembangkan oleh Mayor dan Queloz di Observatorium Haute-Provence, Prancis. 51 Pegasi b merupakan planet yang sekitar separuh lebih besar dari Jupiter dan mengorbit bintang induknya, 51 Pegasi, dalam waktu kurang dari empat hari. Penemuan ini membuka jalan bagi penemuan ratusan eksoplanet lainnya dan mendorong pengembangan bidang astronomi planet luar tata surya.

Soal No 51. Salinitas air laut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor...

A. Salinitas air laut sangat tergantung pada aktifitas gelombang laut

B. Salinitas air laut akan selalu berubah dengan berubahnya suhu  air laut

C. Salinitas air laut akan berubah semakin naik dengan naiknya curah hujan

D. Salinitas air laut sangat tergantung pada aktivitas biota laut

E. Salinitas air laut akan semakin kecil apabila evaporasi semakin besar

Salinitas air laut adalah ukuran konsentrasi garam dan mineral di dalam air laut. Salinitas dinyatakan dalam satuan parts per thousand (ppt) atau perseribu (‰) yang menunjukkan jumlah garam yang terkandung dalam 1 kilogram air laut. Rata-rata salinitas air laut di seluruh dunia adalah sekitar 35 ppt atau 35 ‰, yang berarti ada sekitar 35 gram garam dalam 1 liter air laut. Salinitas air laut sangat penting karena mempengaruhi kepadatan air laut, sirkulasi lautan, iklim, dan kehidupan laut

Pernyataan yang paling benar adalah E. Salinitas air laut akan semakin kecil apabila evaporasi semakin besar. Hal ini karena ketika air laut menguap, garam dan mineral yang terkandung di dalamnya tidak ikut teruapkan dan tetap ada di dalam air, sehingga semakin banyak penguapan maka semakin meningkat konsentrasi garam dan mineral di dalam air laut, sehingga salinitas semakin tinggi. Sebaliknya, ketika evaporasi semakin besar, konsentrasi garam dan mineral di dalam air laut semakin rendah dan salinitas semakin kecil. Oleh karena itu, evaporasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi salinitas air laut.

salinitas air laut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

Penguapan: Ketika air laut menguap, garam dan mineral yang terkandung di dalamnya tetap ada di dalam air, sehingga semakin banyak penguapan maka semakin tinggi salinitas air laut.

Aliran sungai: Air tawar dari aliran sungai dan hujan yang masuk ke laut dapat menurunkan salinitas air laut di daerah estuari.

Curah hujan: Jumlah hujan yang turun di wilayah tertentu dapat mempengaruhi salinitas air laut di wilayah tersebut. Hujan yang banyak dapat menurunkan salinitas air laut di dekat pantai, sedangkan wilayah laut yang jarang turun hujan memiliki salinitas yang lebih tinggi.

Arus laut: Pergerakan arus laut juga dapat mempengaruhi salinitas air laut di daerah tertentu. Arus laut yang membawa air dari daerah dengan salinitas yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan salinitas di wilayah yang berdekatan.

Kedalaman laut: Salinitas air laut cenderung lebih tinggi di kedalaman yang lebih dalam karena air laut yang mengandung garam dan mineral cenderung lebih padat dan mengendap ke dasar laut.

Iklim: Iklim daerah tertentu dapat mempengaruhi suhu air laut dan berkontribusi pada perbedaan salinitas di wilayah yang berbeda.

Kombinasi dari faktor-faktor di atas dapat mempengaruhi salinitas air laut di seluruh dunia dan berdampak pada ekosistem laut dan manusia yang bergantung pada laut untuk sumber daya dan kehidupan.

Soal No 52. 

a. Gaya kompresi adalah gaya atau tekanan yang dihasilkan ketika suatu benda atau material dipaksa untuk mengecil atau terkompresi menjadi ukuran yang lebih kecil. Gaya ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti adanya gaya gravitasi yang menekan suatu benda ke bawah atau akibat adanya tekanan udara pada sebuah benda.

Contoh dari gaya kompresi adalah ketika kita menekan bola karet dengan tangan atau ketika kita menekan benda dengan alat pemampat atau alat penekan lainnya. Pada saat ditekan, benda tersebut akan mengalami perubahan bentuk dan volume, dan gaya kompresi akan terjadi sebagai respons terhadap perubahan tersebut.

Gaya kompresi dapat memiliki dampak yang signifikan pada sifat material. Beberapa material mungkin lebih tahan terhadap gaya kompresi daripada yang lain, dan beberapa material bahkan dapat menjadi lebih kuat ketika ditekan dengan gaya kompresi yang tepat. Namun, pada tingkat yang lebih tinggi, gaya kompresi yang berlebihan dapat menyebabkan material menjadi rusak atau bahkan hancur.

b. Gaya sentrifugal adalah gaya yang terjadi ketika suatu benda bergerak dalam lingkaran atau lintasan melingkar, seperti roda yang berputar atau mobil yang berbelok pada kecepatan tinggi. Gaya sentrifugal adalah gaya fiktif, artinya ia hanya muncul karena adanya percepatan arah atau perubahan arah gerakan suatu benda.

Gaya sentrifugal bekerja sejajar dengan arah gerakan benda dan menjauh dari pusat lingkaran atau pusat putaran. Semakin besar kecepatan benda, semakin besar pula gaya sentrifugal yang dihasilkan. Oleh karena itu, pada kecepatan yang sangat tinggi, gaya sentrifugal dapat menjadi sangat besar sehingga dapat mengganggu kestabilan benda dan dapat memicu kecelakaan.

Contoh penggunaan gaya sentrifugal dalam kehidupan sehari-hari adalah pada mesin pencuci pakaian atau pengering pakaian yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk membuang air atau mengeringkan pakaian. Selain itu, gaya sentrifugal juga digunakan dalam industri, seperti pada mesin pemisah yang memisahkan bahan berbeda berdasarkan kepadatan dan berat jenisnya.

Perlu dicatat bahwa gaya sentrifugal berbeda dengan gaya sentripetal. Gaya sentripetal adalah gaya yang diperlukan untuk menjaga suatu benda tetap berada dalam lintasan melingkar dan selalu mengarah ke pusat lingkaran atau pusat putaran.

c. Gaya sentripetal adalah gaya yang diperlukan untuk menjaga suatu benda tetap bergerak dalam lintasan melingkar dan selalu mengarah ke pusat lingkaran atau pusat putaran. Gaya sentripetal bekerja sejajar dengan arah gerakan benda, tetapi arahnya ke pusat lingkaran atau pusat putaran, ke arah titik yang sama dengan gaya sentrifugal.

Contoh penggunaan gaya sentripetal dalam kehidupan sehari-hari adalah pada mobil yang berbelok pada kecepatan tinggi. Ketika mobil berbelok, gaya sentripetal diperlukan untuk menjaga mobil tetap berada pada lintasan melingkar dan menghindari terlempar keluar dari jalur. Selain itu, gaya sentripetal juga digunakan pada mesin-mesin yang berputar pada kecepatan tinggi, seperti pada mesin pembuat kue dan mesin industri lainnya.

Besarnya gaya sentripetal yang dibutuhkan untuk menjaga suatu benda dalam lintasan melingkar bergantung pada kecepatan benda dan jari-jari lintasan melingkar tersebut. Semakin besar kecepatan benda dan semakin kecil jari-jari lintasan melingkar, semakin besar pula gaya sentripetal yang dibutuhkan. Ketika gaya sentripetal tidak mampu menjaga suatu benda dalam lintasan melingkar, benda tersebut akan keluar dari lintasan atau mengalami perubahan arah gerakan yang tidak diinginkan.

Perlu ditegaskan bahwa gaya sentripetal dan gaya sentrifugal merupakan konsep yang berbeda. Gaya sentripetal diperlukan untuk menjaga suatu benda dalam lintasan melingkar, sedangkan gaya sentrifugal muncul sebagai respon terhadap percepatan arah atau perubahan arah gerakan suatu benda.

d. Gaya Archimedes adalah gaya yang diberikan oleh fluida atau cairan yang menyebabkan benda yang terendam di dalamnya mengalami gaya ke atas yang sebanding dengan volume fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Gaya ini dinamai dari nama ilmuwan Yunani kuno Archimedes, yang menemukan prinsip dasar gaya ini.

Contohnya adalah ketika suatu benda dijatuhkan ke dalam air, maka benda tersebut akan merasakan gaya Archimedes yang mengangkatnya ke atas. Besarnya gaya Archimedes ini bergantung pada volume benda yang terendam dalam fluida dan berbanding lurus dengan berat jenis fluida. Semakin besar volume benda yang terendam dalam fluida, semakin besar pula gaya Archimedes yang dihasilkan.

Gaya Archimedes juga menjelaskan mengapa benda yang lebih padat daripada fluida akan tenggelam, sementara benda yang kurang padat daripada fluida akan terapung di atas permukaannya. Ketika benda kurang padat dari fluida, volume fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut akan lebih besar dari volume benda itu sendiri, sehingga gaya Archimedes yang dihasilkan akan lebih besar dari berat benda itu sendiri. Sebaliknya, ketika benda lebih padat dari fluida, volume fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut akan lebih kecil dari volume benda itu sendiri, sehingga gaya Archimedes yang dihasilkan akan lebih kecil dari berat benda itu sendiri dan benda akan tenggelam.

Gaya Archimedes memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam desain kapal, penentuan berat jenis bahan, dan pengukuran densitas cairan. Prinsip gaya Archimedes juga digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti fisika, kimia, dan biologi.

e. Gaya Coriolis adalah gaya yang muncul akibat rotasi bumi dan menyebabkan perubahan arah gerak benda yang bergerak di permukaan bumi. Gaya ini dinamai dari nama ilmuwan Prancis Gaspard-Gustave de Coriolis yang pertama kali mengemukakan prinsip dasar gaya ini.

Gaya Coriolis muncul karena kecepatan rotasi bumi yang berbeda-beda di berbagai lintang. Pada lintang ekuator, kecepatan rotasi bumi mencapai sekitar 1670 km/jam, sedangkan pada kutub utara dan selatan kecepatan rotasi hanya sekitar 0 km/jam. Oleh karena itu, ketika suatu benda bergerak di permukaan bumi, ia akan merasakan gaya Coriolis yang menyebabkan perubahan arah gerak.

Contohnya adalah pada gerakan angin dan air di permukaan bumi. Di belahan bumi utara, gerakan angin cenderung berbelok ke arah kanan dari arah asalnya, sedangkan di belahan bumi selatan gerakan angin cenderung berbelok ke arah kiri dari arah asalnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan rotasi bumi di berbagai lintang. Gaya Coriolis juga menjelaskan mengapa arus laut di belahan bumi utara bergerak searah jarum jam dan arus laut di belahan bumi selatan bergerak berlawanan arah jarum jam.

Gaya Coriolis juga memiliki banyak aplikasi dalam bidang meteorologi, navigasi, dan ilmu bumi. Dalam meteorologi, gaya Coriolis digunakan untuk memprediksi pola gerakan angin dan badai di permukaan bumi. Dalam navigasi, gaya Coriolis menjadi faktor penting dalam perencanaan rute pelayaran di laut. Sedangkan dalam ilmu bumi, gaya Coriolis membantu menjelaskan fenomena seperti rotasi planet dan pergerakan cairan di dalam inti bumi.

Soal no 53. Viskositas air laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

a. Suhu: semakin tinggi suhu air laut, viskositasnya akan semakin rendah. Hal ini karena panas akan mengurangi daya tarik antara partikel air dan partikel lainnya, sehingga cairan menjadi lebih encer dan mudah mengalir.

b. Salinitas: semakin tinggi kadar garam dalam air laut, semakin besar pula kekuatan intermolekular antara partikel-partikel air dan garam. Akibatnya, partikel-partikel air lebih sulit untuk bergerak satu sama lain, sehingga viskositas meningkat.

c. Tekanan: semakin besar tekanan, semakin besar pula viskositasnya. Hal ini terjadi karena tekanan yang tinggi membuat molekul air lebih padat dan saling berdekatan, sehingga lebih sulit untuk bergerak.

d. Kandungan padatan atau kotoran: kandungan padatan atau kotoran seperti plankton atau material organik lainnya di dalam air laut dapat meningkatkan kepadatan air laut dan mengganggu aliran fluida, sehingga meningkatkan viskositas.

e. Arus laut: arus laut yang kuat juga dapat mempengaruhi viskositas air laut. Arus yang cepat dan bergerak dalam satu arah dapat menyebabkan perubahan arah aliran fluida, sehingga meningkatkan viskositas.

f. Keberadaan udara: udara yang terperangkap di dalam air laut dapat mempengaruhi viskositas air laut. Udara dapat membentuk gelembung-gelembung di dalam air laut dan mengganggu aliran fluida, sehingga meningkatkan viskositas.

Soal No 54. Densitas air laut adalah sekitar 1027 kg/m³ pada kondisi normal atau standar. Namun, densitas air laut dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti suhu, salinitas, dan tekanan. Peningkatan suhu akan menyebabkan penurunan densitas air laut, sedangkan peningkatan salinitas akan menyebabkan peningkatan densitas. Peningkatan tekanan juga dapat menyebabkan peningkatan densitas air laut. Sebagai contoh, di kedalaman yang lebih dalam, tekanan yang lebih besar menyebabkan densitas air laut menjadi lebih besar. Oleh karena itu, densitas air laut dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan kedalamannya.

Densitas air laut adalah massa jenis atau massa per unit volume dari air laut. Definisi ini mengacu pada besaran fisika yang menjelaskan seberapa padat atau ringan suatu zat, dalam hal ini adalah air laut. Densitas air laut dinyatakan dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m³) dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, salinitas, dan tekanan. Densitas air laut yang berbeda pada suatu lokasi dapat mempengaruhi kondisi oseanografi dan kehidupan laut di wilayah tersebut.

Indeks jumlah densitas air laut yang umum digunakan adalah indeks refraksi atau refraktometer, yang mengukur indeks refraksi cahaya yang melewati air laut. Indeks refraksi adalah rasio antara kecepatan cahaya di udara dibandingkan dengan kecepatan cahaya di air laut. Nilai indeks refraksi air laut bergantung pada faktor-faktor seperti suhu, salinitas, dan tekanan. Oleh karena itu, indeks refraktometer dapat digunakan untuk mengukur densitas air laut, meskipun tidak secara langsung. Nilai indeks refraksi yang lebih tinggi menunjukkan densitas air laut yang lebih besar, dan sebaliknya. Metode lain yang juga digunakan untuk mengukur densitas air laut adalah dengan

densitas air laut dapat didefinisikan sebagai

A. Indeks jumlah 1 miligram zat padat yang terlarut dalam 1000 mililiter air laut

B. Indeks jumlah 1 kilogram zat padat yang terlarut dalam 1000 mililiter air laut

C. Indeks jumlah 1 kilogram zat garam yang terlarut dalam 1000 mililiter air laut

D. Indeks jumlah 1 gram zat padat terlarut dalam 1000 liter air laut

E. Indeks jumlah 1 gram garam yang terlarut dalam 500 mililiter air laut

Pilihan D. Indeks jumlah 1 gram zat padat terlarut dalam 1000 liter air laut merupakan definisi yang salah. Definisi densitas air laut adalah massa jenis atau massa per unit volume dari air laut dan dinyatakan dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m³). Dengan demikian, jawaban yang benar adalah:

D. Indeks jumlah 1 gram zat padat terlarut dalam 1000 mililiter air laut (atau setara dengan 1 kg/m³)

Densitas air laut dinyatakan dalam satuan massa per unit volume, yaitu kilogram per meter kubik (kg/m³). Oleh karena itu, tidak tepat untuk menghitung jumlah zat yang terlarut dalam densitas air laut. Sebaliknya, perhitungan jumlah zat terlarut dalam air laut biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (parts per million) atau mg/L (miligram per liter). Jumlah zat terlarut dapat berbeda-beda tergantung pada jenis zat yang terlarut, suhu, salinitas, dan tekanan air laut pada lokasi tersebut.

Soal No 55. The equipment which is used to measure the depth of the seabed using sound waves is... 

Perangkat yang digunakan untuk mengukur kedalaman dasar laut dengan menggunakan gelombang suara adalah...

a. Perangkat yang digunakan untuk mengukur kedalaman dasar laut dengan menggunakan gelombang suara disebut sebagai echosounder atau sonar echo sounder. Perangkat ini mengirimkan gelombang suara ke dasar laut dan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke permukaan air. Berdasarkan waktu yang dibutuhkan, perangkat ini dapat menghitung kedalaman laut pada lokasi yang diukur.

b. Currentmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan arus laut pada suatu lokasi. Alat ini bekerja dengan cara mengukur perbedaan kecepatan dari dua atau lebih pengukur arus pada kedalaman yang berbeda di dalam air laut. Currentmeter biasanya berbentuk tabung atau silinder kecil yang berisi pengukur arus yang terhubung ke kabel pengukur. Pengukur arus ini menggunakan teknologi magnetik untuk mengukur kecepatan arus dan mengirimkan data ke unit pengolah data.

Currentmeter dapat digunakan untuk mengukur kecepatan arus pada berbagai kedalaman, mulai dari permukaan laut hingga dasar laut. Data yang dihasilkan oleh currentmeter dapat digunakan untuk memahami perilaku arus laut pada suatu lokasi, yang dapat berguna dalam berbagai aplikasi seperti penelitian lingkungan laut, pengeboran lepas pantai, dan rekayasa kelautan. Selain itu, currentmeter juga sering digunakan dalam sistem pengawasan dan peringatan dini bencana alam seperti gelombang pasang dan tsunami.

c. Hidrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kepadatan relatif cairan. Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur kepadatan air, namun juga dapat digunakan untuk mengukur kepadatan cairan lain seperti minyak dan larutan kimia. Hidrometer terdiri dari tabung kaca yang ramping dengan skala pembacaan pada permukaannya dan bola kaca di bagian bawah yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan alat.

Cara kerja hidrometer adalah dengan memanfaatkan prinsip Archimedes, yaitu bahwa sebuah benda yang direndam sepenuhnya atau sebagian dalam cairan akan mengalami gaya apung yang sama dengan berat cairan yang dipindahkan. Ketika hidrometer dimasukkan ke dalam cairan, bola kaca pada bagian bawah akan memindahkan sejumlah cairan yang sama dengan berat hidrometer tersebut sehingga hidrometer akan mengapung. Nilai kepadatan relatif cairan kemudian dapat dibaca pada skala yang terdapat pada tabung hidrometer.

Hidrometer umumnya digunakan di laboratorium, industri, dan juga digunakan oleh petani untuk mengukur tingkat kemasaman tanah. Hidrometer juga digunakan untuk mengukur kepadatan air laut, yang berguna dalam memperkirakan kadar garam dan suhu air laut.

Penjelasan lain tentang:

Hydrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur berat jenis atau densitas suatu cairan.  Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang diisi dengan cairan sampai penuh, kemudian sebuah bola logam kecil di dalam tabung tersebut akan tenggelam sejauh tertentu tergantung dari berat jenis atau densitas cairan yang diukur.

Hydrometer biasanya digunakan dalam industri kimia, farmasi, dan minuman untuk mengukur tingkat alkohol, gula, atau konsentrasi zat lain dalam suatu larutan. Hydrometer juga digunakan dalam industri marin untuk mengukur konsentrasi garam dalam air laut.

Hydrometer biasanya dilengkapi dengan skala pengukur yang menunjukkan berat jenis atau densitas cairan dalam satuan gram per mililiter (g/mL) atau gram per liter (g/L). Penggunaan hydrometer harus dilakukan dengan hati-hati dan akurat karena hasil pengukuran dapat memengaruhi proses produksi dan kualitas produk akhir.

d. Salinometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur konsentrasi garam dalam air. Alat ini sering digunakan dalam industri perikanan dan kelautan untuk mengukur kadar garam dalam air laut atau dalam air tawar yang digunakan untuk budidaya ikan.

Salinometer bekerja dengan memanfaatkan konduktivitas listrik dari larutan garam. Ketika alat ditempatkan dalam air, aliran listrik akan mengalir melalui larutan dan mengukur konduktivitasnya. Semakin banyak garam dalam air, semakin tinggi konduktivitasnya, dan semakin tinggi nilai yang terbaca pada salinometer.

Salinometer biasanya dilengkapi dengan skala pengukur yang menunjukkan konsentrasi garam dalam satuan persen atau parts per thousand (ppt). Salinometer juga dapat digunakan untuk mengukur kekeruhan atau kadar oksigen terlarut dalam air, tergantung pada jenis alat yang digunakan.

Penggunaan salinometer sangat penting dalam kegiatan perikanan dan kelautan karena kadar garam yang tepat sangat penting untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan ikan, serta produktivitas usaha perikanan dan budidaya.

e. Currentmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran air pada suatu titik di dalam sungai, danau, atau laut. Alat ini digunakan untuk memantau pergerakan air dan mengukur arus, baik pada permukaan maupun di dalam air.

Currentmeter bekerja dengan menggunakan teknologi yang disebut dengan "propeller" atau "roda air". Alat ini memiliki sebuah poros yang dihubungkan dengan sebuah roda air atau propeller kecil yang diletakkan di dalam air. Ketika aliran air mengenai propeller, maka roda akan berputar dan menghasilkan sinyal elektronik yang dapat diukur dan dicatat oleh alat.

Currentmeter biasanya dilengkapi dengan skala pengukur yang menunjukkan kecepatan aliran air dalam satuan meter per detik (m/s) atau kaki per detik (ft/s). Alat ini juga dilengkapi dengan fitur yang dapat merekam data pengukuran, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis pergerakan air pada suatu titik dalam waktu tertentu.

Penggunaan currentmeter sangat penting dalam berbagai bidang seperti hidrologi, kelautan, dan pembangunan infrastruktur air. Alat ini digunakan untuk memperoleh data yang akurat dan dapat digunakan untuk perencanaan dan pemantauan proyek-proyek yang melibatkan pergerakan air seperti bendungan, irigasi, dan pengendalian banjir.

Soal No 56. 

a. Peralatan yang digunakan untuk mengukur gelombang dan arus dengan menggunakan kaidah Doppler secara otomatis disebut dengan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). ADCP bekerja dengan memanfaatkan prinsip Doppler untuk mengukur kecepatan aliran air pada berbagai kedalaman.

ADCP menghasilkan sinyal suara yang dikirimkan ke dalam air, kemudian sinyal tersebut akan dipantulkan kembali oleh partikel-partikel di dalam air seperti sedimen atau plankton. Dari sinyal yang dipantulkan tersebut, ADCP dapat mengukur perubahan frekuensi suara akibat pergerakan partikel dalam arus air dan menghitung kecepatan aliran air pada setiap kedalaman.

ADCP dilengkapi dengan pengolah data digital yang dapat menghasilkan grafik atau peta kecepatan arus air dalam bentuk tiga dimensi, sehingga dapat memberikan informasi yang detail tentang arah, kecepatan, dan perubahan arus pada suatu lokasi. ADCP biasanya digunakan dalam penelitian dan pemetaan lingkungan laut, transportasi air, dan kegiatan perikanan untuk memantau pergerakan ikan dan kondisi lingkungan di bawah air.

b. Tide gauge atau pengukur pasang surut (tidal gauge) adalah alat pengukur yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya permukaan air laut pada suatu lokasi tertentu pada waktu tertentu. Alat ini bekerja dengan membandingkan tinggi permukaan air laut dengan suatu titik referensi yang tetap, seperti dasar laut atau titik nol pada alat pengukur.

Tide gauge terdiri dari sebuah pipa atau tabung yang ditempatkan di dalam air laut dengan ujung atasnya terbuka ke udara terbuka. Ketika air laut naik, maka air akan masuk ke dalam pipa dan menggenangi skala pengukur yang terdapat di dalamnya. Sebaliknya, ketika air laut surut, maka air akan turun dan meninggalkan skala pengukur.

Tide gauge modern dilengkapi dengan sensor yang dapat merekam data tinggi rendahnya permukaan air laut secara otomatis dan secara terus-menerus selama 24 jam sehari. Data yang tercatat dapat digunakan untuk membuat grafik dan kurva pasang surut, yang berguna untuk memperkirakan waktu pasang surut dan tinggi gelombang di masa depan.

Penggunaan tide gauge sangat penting dalam berbagai bidang, seperti kelautan, perikanan, dan transportasi laut, karena dapat memberikan informasi yang akurat tentang kondisi pasang surut dan gelombang di suatu lokasi. Informasi tersebut dapat digunakan untuk perencanaan dan pemantauan aktivitas yang berkaitan dengan pelayaran, pembangunan pelabuhan, pembangunan pantai, serta pemantauan bencana alam seperti tsunami.

c. Wave recorder adalah alat yang digunakan untuk merekam dan memantau karakteristik gelombang di laut atau di perairan dalam jangka waktu tertentu. Alat ini biasanya dilengkapi dengan sensor tekanan dan akselerometer yang digunakan untuk merekam perubahan tekanan dan gerakan air selama gelombang berlangsung.

Wave recorder dapat digunakan untuk mengukur tinggi, periode, dan arah datangnya gelombang dengan akurasi yang tinggi. Data yang tercatat dapat diolah menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghasilkan grafik atau kurva gelombang yang dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi laut pada masa depan.

Selain itu, wave recorder juga dapat digunakan untuk memantau kondisi laut secara terus-menerus, sehingga dapat memberikan informasi yang berguna untuk berbagai keperluan seperti perencanaan pembangunan pantai, transportasi laut, dan pemantauan bencana alam seperti tsunami.

Wave recorder dapat ditempatkan di atas permukaan air atau di dalam air tergantung pada jenis alat dan kebutuhan pengukuran. Alat ini sering digunakan dalam penelitian kelautan, meteorologi, dan pemodelan hidrolik untuk memahami karakteristik gelombang dan mengembangkan model prediksi yang lebih akurat.

d. Tide current atau arus pasang-surut adalah jenis arus laut yang terjadi sebagai akibat dari pergerakan air laut yang naik dan turun seiring dengan pasang-surut. Arus ini terdiri dari dua jenis, yaitu arus pasang dan arus surut.

Arus pasang terjadi ketika air laut mengalir ke darat selama pasang, sedangkan arus surut terjadi ketika air laut mengalir ke laut selama surut. Kedua jenis arus ini terus berubah arah dan kecepatannya selama pasang-surut berlangsung.

Tide current dapat diukur menggunakan alat yang disebut current meter. Current meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan arah aliran air di laut atau perairan lainnya. Alat ini biasanya dilengkapi dengan tiga bilah baling-baling yang diputar oleh aliran air dan sensor yang dapat merekam kecepatan putaran dan arah aliran air.

Data yang tercatat dapat digunakan untuk menghasilkan grafik atau peta arus laut, yang dapat membantu dalam perencanaan dan navigasi kapal, pemodelan hidrolik, dan penelitian kelautan. Selain itu, informasi tentang tide current juga penting dalam berbagai kegiatan seperti pengerukan sedimen, pembangunan pelabuhan, dan penangkapan ikan

Soal No 57. Kalau kita naik perahu dari pelabuhan menuju perairan laut yang lebih dalam maka dasar laut seolah-olah nampak sangat dangkal , fenomena tersebut merupakan aplikasi dari ...

A. Hukum gravitasi bumi

B. Hukum snellius 

C. Hukum Archimedes 

D. Hukum Pascal

E. Hukum Bernauli 

Jawabannya adalah B. Hukum snellius. Fenomena tersebut disebut refraksi gelombang, di mana gelombang air yang datang dari arah yang lebih dalam akan mengalami pembiasan saat masuk ke daerah dengan kedalaman yang berbeda. Hal ini terjadi karena kecepatan rambat gelombang air berbeda-beda di daerah yang berbeda-beda, tergantung pada kedalaman air dan suhu air tersebut. Oleh karena itu, saat kita naik perahu dari pelabuhan menuju perairan laut yang lebih dalam, dasar laut akan terlihat dangkal karena cahaya dari permukaan air terbias saat masuk ke dalam air yang lebih dalam. Fenomena ini dijelaskan oleh Hukum Snellius atau Hukum Pembiasan Cahaya, yang menyatakan bahwa saat cahaya memasuki media dengan kecepatan yang berbeda, maka arah rambat cahaya akan berubah

a. Hukum gravitasi adalah salah satu hukum fundamental fisika yang ditemukan oleh ilmuwan Inggris, Sir Isaac Newton pada abad ke-17. Hukum ini menjelaskan tentang gaya gravitasi yang terjadi antara dua benda yang memiliki massa.

Hukum gravitasi menyatakan bahwa setiap benda di alam semesta saling menarik dengan gaya gravitasi yang sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Dengan kata lain, semakin besar massa benda, semakin besar pula gaya gravitasinya, dan semakin jauh jarak antara kedua benda, semakin kecil gaya gravitasinya.

Hukum gravitasi digambarkan oleh rumus matematika:

F = G * (m1 * m2) / r^2

Di mana F adalah gaya gravitasi antara dua benda, m1 dan m2 adalah massa kedua benda, r adalah jarak antara kedua benda, dan G adalah konstanta gravitasi.

Hukum gravitasi menjelaskan mengapa benda-benda di alam semesta saling menarik dengan gaya tertentu, seperti gaya yang menarik benda-benda di permukaan bumi ke arah pusat bumi, dan mengapa planet-planet bergerak mengelilingi matahari.

Hukum gravitasi juga memainkan peran penting dalam pemahaman kita tentang kosmologi dan astronomi modern, membantu menjelaskan bagaimana galaksi dan bintang-bintang terbentuk, dan mengapa terjadi fenomena seperti black hole atau lubang hitam.

b. Hukum Snellius, juga dikenal sebagai Hukum Snell atau Hukum Brechung, adalah hukum fisika yang menjelaskan perubahan arah dan kecepatan cahaya ketika melewati dua media dengan indeks bias yang berbeda. Hukum ini dinamakan sesuai dengan ilmuwan Belanda Willebrord Snellius yang menemukannya pada tahun 1621.

Hukum Snellius menyatakan bahwa rasio antara sin sudut datang (θ1) dan sin sudut bias (θ2) sama dengan rasio antara kecepatan cahaya di medium pertama (v1) dan kecepatan cahaya di medium kedua (v2), dan juga sama dengan rasio antara indeks bias medium pertama (n1) dan indeks bias medium kedua (n2):

sin θ1 / sin θ2 = v1 / v2 = n2 / n1

Dalam hukum ini, indeks bias merupakan besaran yang menggambarkan kecepatan cahaya dalam medium tersebut, dibandingkan dengan kecepatan cahaya di vakum. Indeks bias sebuah medium bergantung pada sifat fisika medium tersebut, seperti massa jenis, kekeruhan, dan kandungan bahan kimia.

Hukum Snellius digunakan dalam berbagai bidang, seperti optik, geofisika, dan ilmu material. Salah satu contohnya adalah dalam pembuatan lensa, prisma, dan berbagai alat optik lainnya, di mana hukum ini digunakan untuk menentukan sudut pembiasan cahaya di dalam medium optik. Hukum ini juga digunakan dalam ilmu geofisika untuk menentukan kecepatan gelombang seismik di dalam bumi

c. Hukum Archimedes adalah salah satu hukum dasar fisika yang ditemukan oleh ilmuwan Yunani kuno, Archimedes dari Syracuse. Hukum ini menjelaskan tentang gaya apung yang dialami oleh sebuah benda yang terendam dalam fluida, seperti air atau udara.

Hukum Archimedes menyatakan bahwa gaya apung yang dialami oleh sebuah benda yang terendam dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Dalam hal ini, berat fluida adalah massa jenis fluida dikali dengan volume fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut.

Rumus matematika untuk hukum Archimedes adalah:

F_apung = ρ_fluida * g * V_benda

Di mana F_apung adalah gaya apung yang dialami oleh benda, ρ_fluida adalah massa jenis fluida, g adalah percepatan gravitasi, dan V_benda adalah volume benda yang terendam dalam fluida.

Hukum Archimedes sangat penting dalam bidang teknik, seperti pembuatan kapal, pembuatan jembatan, dan pembangunan gedung bertingkat. Hukum ini juga digunakan dalam bidang kimia, seperti dalam proses pemisahan zat padat dari zat cair dengan cara flotasi atau pengapungan

d. Hukum Pascal adalah salah satu hukum dasar fisika yang ditemukan oleh ilmuwan Prancis bernama Blaise Pascal pada tahun 1653. Hukum ini menjelaskan tentang bagaimana tekanan fluida di dalam suatu wadah dapat diteruskan ke semua arah dengan sama besarnya.

Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang dihasilkan oleh sebuah fluida di dalam suatu wadah tertutup akan diteruskan secara merata ke semua arah dengan besaran yang sama. Artinya, jika suatu tekanan diterapkan pada suatu titik dalam suatu fluida yang tertutup, maka tekanan tersebut akan terdistribusi secara merata ke seluruh bagian fluida tersebut.

Hukum ini dijelaskan dalam persamaan matematika sebagai berikut:

P = F/A

Di mana P adalah tekanan pada suatu titik dalam fluida, F adalah gaya yang diterapkan pada fluida, dan A adalah luas permukaan yang menerima gaya tersebut.

Hukum Pascal memiliki berbagai aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Misalnya, dalam bidang otomotif, sistem rem hidrolik mobil mengandalkan hukum ini untuk mengubah gaya tekanan yang dihasilkan oleh pedal rem menjadi tekanan hidrolik yang memindahkan cakram atau kampas rem. Selain itu, dalam bidang medis, hukum ini digunakan dalam pengukuran tekanan darah manusia.

e. Hukum Bernoulli adalah salah satu hukum dasar fisika yang menyatakan bahwa jika kecepatan fluida meningkat, maka tekanan fluida akan menurun dan sebaliknya, jika kecepatan fluida menurun, maka tekanan fluida akan meningkat. Hukum ini dinamai dari nama ilmuwan Swiss, Daniel Bernoulli, yang menemukan hukum ini pada abad ke-18.

Hukum Bernoulli sangat penting dalam dunia fisika dan teknik, terutama dalam memahami aliran fluida. Salah satu contoh penerapan hukum Bernoulli adalah pada sayap pesawat terbang. Sayap pesawat terbang terbentuk dengan bentuk melengkung yang khas dan menghasilkan perbedaan tekanan di atas dan di bawah sayap tersebut. Tekanan di atas sayap akan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di bawah sayap, sehingga menghasilkan gaya angkat pada sayap pesawat terbang yang memungkinkan pesawat terbang bisa terbang di udara.

Rumus matematika untuk hukum Bernoulli adalah sebagai berikut:

P + 1/2 ρv² + ρgh = konstan

Di mana P adalah tekanan fluida, ρ adalah massa jenis fluida, v adalah kecepatan fluida, g adalah percepatan gravitasi, h adalah ketinggian fluida.

Dalam rumus tersebut, konstan disebut juga sebagai tekanan total, yang artinya tekanan fluida pada suatu titik dalam fluida terdiri dari tekanan statis, tekanan kinetik, dan tekanan hidrostatik.

Hukum Bernoulli banyak digunakan dalam teknik dan industri, seperti pada mesin-mesin pompa, turbin, dan kompresor. Selain itu, hukum Bernoulli juga banyak digunakan dalam olahraga, seperti pada bola golf, bola tenis, dan sepeda balap.

Soal No 58. 

a. Fitoplankton adalah organisme kecil yang hidup di perairan, terutama di laut, dan termasuk dalam kelompok plankton. Mereka adalah organisme autotrofik yang menghasilkan makanan mereka sendiri melalui fotosintesis dan merupakan dasar dari rantai makanan di laut. Fitoplankton adalah organisme fotosintetik yang terdiri dari berbagai jenis ganggang, bakteri, dan protista yang berukuran kecil, biasanya kurang dari 0,2 mm.

Fitoplankton sangat penting bagi keberlangsungan hidup organisme laut lainnya karena mereka adalah sumber makanan dasar bagi hewan-hewan laut yang lebih besar. Selain itu, fitoplankton juga memainkan peran penting dalam menghasilkan oksigen melalui fotosintesis. Di laut, fitoplankton juga membantu mengurangi kadar karbon dioksida di udara melalui proses fotosintesis.

Keberadaan fitoplankton dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu air, salinitas, nutrisi, dan intensitas cahaya. Kondisi lingkungan yang menguntungkan dapat memicu perkembangan populasi fitoplankton yang berlebihan, yang dikenal sebagai bloom fitoplankton. Bloom fitoplankton dapat memiliki dampak negatif pada ekosistem laut, termasuk mengurangi kadar oksigen di air dan meracuni ikan dan hewan laut lainnya.

Karena pentingnya peran fitoplankton dalam keberlangsungan hidup organisme laut dan ekosistem laut, pemantauan populasi dan kondisi lingkungan fitoplankton sangat penting bagi para ilmuwan dan pengelolaan sumber daya laut. Pemantauan dilakukan melalui metode pengambilan sampel dan analisis kualitas air untuk menentukan tingkat populasi fitoplankton dan ketersediaan nutrisi.

b. Zooplankton adalah kelompok organisme kecil yang hidup di perairan, terutama di laut, dan termasuk dalam kelompok plankton. Mereka adalah organisme heterotrofik yang tidak dapat menghasilkan makanan mereka sendiri dan harus mencari makanan di lingkungan sekitarnya. Zooplankton biasanya terdiri dari berbagai jenis hewan kecil, seperti krustasea, cacing laut, larva ikan, dan ubur-ubur.

Seperti halnya fitoplankton, zooplankton juga sangat penting bagi keberlangsungan hidup organisme laut lainnya karena mereka merupakan sumber makanan bagi ikan, burung laut, dan hewan laut lainnya di rantai makanan laut. Beberapa jenis zooplankton juga memainkan peran penting dalam pengendalian populasi fitoplankton dengan memakan mereka.

Zooplankton sangat tergantung pada kondisi lingkungan seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan. Oleh karena itu, perubahan iklim dan pola cuaca dapat mempengaruhi keberadaan dan kelimpahan zooplankton di perairan. Peningkatan suhu air laut, misalnya, dapat menyebabkan penurunan kelimpahan zooplankton, yang pada gilirannya dapat memengaruhi rantai makanan di laut.

Zooplankton dapat dipantau dan dipelajari dengan berbagai teknik, termasuk pengambilan sampel, pengamatan mikroskopis, dan analisis kualitas air. Informasi tentang populasi dan kelimpahan zooplankton penting bagi para ilmuwan untuk memahami ekosistem laut dan memprediksi dampak perubahan lingkungan pada kelangsungan hidup organisme laut

c. Reef atau terumbu karang adalah struktur batu atau kalsium yang terbentuk dari rangkaian organisme karang hidup dan endapan kalsium karbonat di dasar laut yang telah mengeras selama bertahun-tahun. Terumbu karang adalah salah satu ekosistem paling penting dan paling kompleks di dunia, dan merupakan rumah bagi ribuan spesies ikan, invertebrata laut, dan tanaman laut lainnya.

Terumbu karang terbentuk melalui serangkaian proses biologi dan geologi yang kompleks. Organisme karang hidup membangun rangka mereka sendiri dari kalsium karbonat, dan kemudian mati dan meninggalkan tulang mereka yang terakumulasi di dasar laut. Endapan ini kemudian terus berkembang seiring waktu melalui penambahan lebih banyak organisme karang dan endapan kalsium karbonat dari lingkungan sekitarnya. Terumbu karang dapat ditemukan di perairan tropis dan subtropis, di mana suhu air dan cahaya matahari cukup hangat untuk mendukung pertumbuhan organisme karang hidup.

Terumbu karang sangat penting bagi keberlangsungan hidup keanekaragaman hayati laut dan memainkan peran penting dalam pengendalian banjir dan tsunami karena mereka dapat menahan air laut dan gelombang. Terumbu karang juga memberikan manfaat ekonomi yang besar, termasuk sebagai tempat wisata dan sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat setempat yang melakukan penangkapan ikan dan penambangan mutiara.

Sayangnya, terumbu karang menghadapi ancaman serius dari perubahan lingkungan seperti pemanasan global, polusi, dan kerusakan fisik oleh manusia. Pemanasan global dapat menyebabkan pemutihan karang dan kemudian kematian mereka, sementara polusi dan kerusakan fisik oleh manusia dapat mengganggu ekosistem karang dan merusak habitat mereka. Oleh karena itu, perlindungan dan pengelolaan terumbu karang menjadi sangat penting bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati laut dan kesejahteraan manusia

Soal No 59 sudah dibahas

Soal No 60.

a. Bentos adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua organisme yang hidup di atau dekat dasar laut atau perairan. Ini termasuk berbagai jenis organisme seperti invertebrata, ikan, plankton, alga, dan bakteri. Organisme bentos dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk lingkungan pantai, terumbu karang, lautan dalam, sungai, dan danau.

Organisme bentos penting karena mereka membentuk bagian penting dari rantai makanan dalam ekosistem laut. Beberapa spesies yang hidup di dasar laut seperti kerang, lobster, dan udang adalah sumber makanan yang penting bagi ikan dan hewan laut lainnya. Sedangkan organisme bentos yang hidup dekat pantai dan di zona intertidal juga dapat memainkan peran penting dalam pengendalian erosi pantai dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Bentos juga digunakan sebagai indikator kesehatan ekosistem laut karena mereka rentan terhadap perubahan lingkungan. Jika kualitas air menurun atau suhu air meningkat, maka organisme bentos dapat menjadi stres dan terancam kehilangan populasi mereka. Oleh karena itu, pengamatan dan pemantauan organisme bentos dapat memberikan petunjuk tentang kondisi ekosistem laut dan membantu mengidentifikasi perubahan yang dapat membahayakan kesehatan lingkungan.

Meskipun organisme bentos penting bagi keberlangsungan keanekaragaman hayati laut, mereka juga dapat terancam oleh perubahan lingkungan dan kegiatan manusia seperti polusi, overfishing, dan penghancuran habitat laut. Oleh karena itu, upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan sangat penting untuk melindungi organisme bentos dan memastikan keberlangsungan ekosistem laut.

b. Nekton adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua jenis organisme laut yang memiliki kemampuan untuk berenang secara aktif dan terus-menerus melawan arus laut. Ini mencakup berbagai jenis organisme seperti ikan, cumi-cumi, gurita, paus, dan beberapa jenis reptil dan mamalia laut.

Organisme nektonik biasanya memiliki kemampuan untuk mengontrol pergerakan mereka dalam air dan sering kali sangat aktif dalam mencari makanan dan pasangan. Beberapa jenis ikan nektonik bahkan dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan menavigasi perairan yang dalam.

Organisme nektonik sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem laut, karena mereka berperan sebagai predator dan mangsa dalam rantai makanan laut. Mereka juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan laut dengan mengendalikan populasi plankton dan bentos.

Meskipun banyak organisme nektonik yang penting bagi keanekaragaman hayati laut, mereka juga dapat terancam oleh aktivitas manusia seperti polusi, penangkapan ikan yang berlebihan, perubahan iklim, dan kerusakan habitat laut. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan upaya konservasi sangat penting untuk melindungi organisme nekton dan memastikan keberlangsungan ekosistem laut

c. Plankton adalah organisme kecil yang hidup di dalam air dan tidak dapat bergerak terlalu jauh dari arus air. Organisme plankton umumnya terdiri dari dua jenis yaitu fitoplankton dan zooplankton.

d. Fitoplankton adalah jenis plankton yang terdiri dari mikroorganisme fotosintetik seperti alga dan ganggang. Mereka sangat penting dalam rantai makanan laut, karena mereka adalah sumber makanan utama bagi zooplankton dan beberapa spesies ikan. Fitoplankton juga menghasilkan sebagian besar oksigen di bumi dan berperan penting dalam proses siklus karbon dan penyerapan karbon di atmosfer.

e. Zooplankton adalah jenis plankton yang terdiri dari hewan kecil seperti krustasea, ubur-ubur, dan larva ikan. Mereka hidup dari memakan fitoplankton atau organisme zooplankton lainnya. Beberapa spesies zooplankton juga berperan penting dalam memproses limbah dan zat organik lainnya di dalam air laut.

Plankton sangat penting bagi ekosistem laut, karena mereka menjadi makanan bagi sebagian besar makhluk laut, mulai dari ikan kecil hingga paus raksasa. Selain itu, mereka juga berperan dalam menghasilkan oksigen dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Soal No 61. Gelombang laut adalah pergerakan massa air yang bergerak melintasi lautan dan samudra. Gelombang ini terbentuk oleh adanya gaya dorong seperti angin, gerakan gravitasi, atau perbedaan tekanan di dasar laut. Gelombang ini memiliki sifat periodik, yang berarti memiliki ketinggian, panjang gelombang, dan periode waktu tertentu.

Ketinggian gelombang laut dipengaruhi oleh kecepatan angin dan jarak yang ditempuh oleh angin di atas permukaan laut. Semakin kuat angin dan semakin jauh jarak yang ditempuh, maka semakin tinggi ketinggian gelombang laut yang terbentuk.

Panjang gelombang merupakan jarak antara dua titik puncak atau dua titik lembah dalam satu siklus. Panjang gelombang dipengaruhi oleh kedalaman laut, kecepatan angin, dan jarak yang ditempuh oleh angin.

Periode waktu gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk satu siklus gelombang, dari puncak ke puncak atau dari lembah ke lembah. Periode waktu gelombang juga dipengaruhi oleh kedalaman laut, kecepatan angin, dan jarak yang ditempuh oleh angin.

Gelombang laut dapat bergerak dalam berbagai arah dan memiliki berbagai jenis, seperti gelombang reguler, gelombang tak beraturan, gelombang tsunami, dan gelombang pasang surut. Gelombang laut dapat mempengaruhi kehidupan laut dan aktivitas manusia seperti olahraga air, perikanan, dan transportasi laut.

Pemahaman yang baik tentang gelombang laut sangat penting dalam navigasi kapal, aktivitas pengeboran lepas pantai, dan perencanaan pembangunan pesisir. Studi tentang gelombang laut juga memainkan peran penting dalam pemodelan iklim dan prediksi cuaca.

Soal No 62. 

a. Pantai regresi adalah suatu kondisi dimana garis pantai atau tepi laut mundur atau mengalami pergeseran ke arah daratan. Hal ini terjadi ketika laju penambahan sedimen dari sungai dan arus laut tidak seimbang dengan laju pengendapan dan pembentukan pantai. Dalam kondisi ini, pantai akan tampak lebih datar dan lebih jauh dari garis pantai yang asli, dengan pantai yang lebih landai dan pasir atau kerikil yang terbuka di daratan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pantai regresi adalah perubahan iklim, erosi, dan tingginya tingkat pengambilan air tanah di daerah pesisir. Perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan tingkat curah hujan yang tinggi, dapat meningkatkan suhu dan suhu air laut, yang dapat mempengaruhi laju erosi pantai dan mempercepat pantai regresi.

Erosi pantai dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti ombak, angin, dan arus laut. Peningkatan tingkat erosi dapat mengurangi volume sedimen yang didepositkan di pantai, yang dapat mempercepat pantai regresi. Selain itu, tingkat pengambilan air tanah yang tinggi di daerah pesisir juga dapat menyebabkan penurunan tingkat air tanah dan penurunan volume sedimen yang didepositkan di pantai.

Pantai regresi memiliki dampak negatif pada ekosistem pesisir dan kehidupan manusia di sekitar pesisir. Kehilangan habitat terumbu karang, habitat ikan, dan tanaman air laut dapat terjadi akibat pantai regresi. Selain itu, pantai regresi juga dapat mempercepat kehilangan lahan pesisir dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat lokal yang bergantung pada kegiatan ekonomi pesisir seperti pariwisata dan perikanan. Oleh karena itu, upaya perlindungan dan pengelolaan pesisir perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya pantai regresi yang lebih parah

b. Pantai transgresi adalah kondisi dimana garis pantai atau tepi laut mengalami pergerakan ke arah laut atau mundur dari posisi semula. Ini berbeda dengan pantai regresi, di mana garis pantai atau tepi laut mundur atau mengalami pergeseran ke arah daratan. Pantai transgresi terjadi ketika permukaan laut naik, biasanya disebabkan oleh peningkatan suhu dan suhu air laut, serta pencairan gletser yang dapat meningkatkan volume air laut.

Ketika pantai transgresi terjadi, garis pantai mundur karena laju penambahan sedimen dari sungai dan arus laut tidak seimbang dengan laju pengendapan dan pembentukan pantai. Dalam kondisi ini, pantai akan tampak lebih curam, lebih dekat ke garis pantai yang asli, dan akan menjadi lebih dangkal. Proses ini biasanya memakan waktu lama dan dapat berlangsung selama berabad-abad.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pantai transgresi adalah perubahan iklim, seperti peningkatan suhu dan tingkat curah hujan yang tinggi, dan peningkatan suhu dan suhu air laut, yang dapat mempengaruhi laju erosi pantai dan mempercepat pantai transgresi.

Pantai transgresi dapat memiliki dampak positif dan negatif pada ekosistem pesisir dan kehidupan manusia di sekitar pesisir. Kenaikan permukaan laut dapat membawa lebih banyak air laut ke dalam wilayah pesisir, yang dapat meningkatkan produktivitas laut dan memperluas habitat ikan dan tanaman air laut. Namun, pantai transgresi juga dapat mempercepat erosi pantai, mengancam keberadaan hewan dan tumbuhan laut yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, dan mengancam keberlangsungan hidup manusia di sekitar pesisir.

Oleh karena itu, upaya perlindungan dan pengelolaan pesisir perlu dilakukan untuk mengurangi dampak pantai transgresi dan mencegah kerugian ekonomi dan lingkungan yang lebih parah di masa depan.

c. Pantai ingresi adalah kondisi di mana garis pantai atau tepi laut mengalami pergerakan ke arah daratan atau maju dari posisi semula. Ini berbeda dengan pantai regresi, di mana garis pantai atau tepi laut mundur atau mengalami pergeseran ke arah laut, dan pantai transgresi, di mana garis pantai mundur karena laju pengendapan dan pembentukan pantai tidak seimbang dengan laju penambahan sedimen dari sungai dan arus laut.

Pantai ingresi terjadi ketika terjadi penurunan permukaan laut, biasanya disebabkan oleh perubahan iklim atau pergerakan lempeng bumi yang mengangkat daratan ke atas. Hal ini dapat menyebabkan pesisir menjadi lebih curam dan dalam, dengan garis pantai yang jauh lebih jauh ke laut daripada sebelumnya.

Ketika terjadi pantai ingresi, mungkin terjadi perubahan dalam topografi dan karakteristik lingkungan di sekitar pantai. Daratan yang sebelumnya terendam air laut menjadi terbuka, mungkin muncul laguna dan rawa-rawa, dan terbentuknya lahan basah. Kondisi ini dapat mempengaruhi flora dan fauna di pesisir, serta mempengaruhi mata pencaharian masyarakat setempat.

Meskipun pantai ingresi pada umumnya dianggap sebagai proses alami, namun kegiatan manusia seperti reklamasi pantai dan pengambilan air tanah yang berlebihan dapat mempercepat proses pantai ingresi. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengelolaan pesisir perlu dilakukan untuk mengurangi dampak pantai ingresi dan meminimalkan kerugian ekonomi dan lingkungan yang lebih parah di masa depan.

Soal No 63. Pasang maksimum atau pasang air laut terjadi ketika gravitasi bulan dan matahari mempengaruhi air laut di Bumi secara bersamaan, sehingga menyebabkan air laut naik ke puncaknya. Pasang maksimum biasanya terjadi saat fase bulan purnama dan bulan baru, ketika gravitasi bulan dan matahari saling memperkuat satu sama lain.

Namun, perlu diingat bahwa pasang maksimum juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti bentuk dan ukuran teluk, arah dan kekuatan angin, dan topografi pantai. Oleh karena itu, pasang maksimum tidak selalu terjadi secara seragam di seluruh wilayah pantai. Terkadang ada perbedaan waktu dan ketinggian pasang maksimum antara satu lokasi dan lokasi lainnya.

Pada fenomena pasang surut, secara umum setiap bulan air laut akan mengalami pasang maksimum pada...

A.  Pada saat awal dan pertengahan bulan

B. Pada saat awal bulan, Minggu pertama

C. Pada setiap pertengahan bulan

D. Pada saat Minggu ketika setiap bulan

E. Pada saat Minggu keempat setiap bulan

Secara umum, pasang maksimum terjadi pada saat bulan purnama dan bulan baru, yang terjadi setiap 14,8 hari. Maka jawaban yang tepat adalah:

C. Pada setiap pertengahan bulan.

Soal No 64. Material padatan tersuspensi adalah partikel-partikel padatan yang terdapat di dalam air dan tidak dapat larut dalam air. Partikel-partikel tersebut berada dalam keadaan mengapung dan tidak mengendap ke dasar waduk, sungai, atau laut karena ukurannya sangat kecil. Material padatan tersuspensi dapat terdiri dari berbagai macam partikel, seperti tanah, lumpur, pasir, sisa-sisa organisme, dan limbah industri.

Material padatan tersuspensi dapat memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan laut. Jika konsentrasinya terlalu tinggi, partikel-partikel padatan tersebut dapat menyebabkan air menjadi keruh dan menghalangi sinar matahari yang diperlukan oleh fitoplankton untuk melakukan fotosintesis. Hal ini dapat mengganggu rantai makanan dan mempengaruhi kelangsungan hidup organisme laut yang lebih besar.

Selain itu, material padatan tersuspensi juga dapat membawa polutan dan logam berat ke dalam perairan, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem dan mengancam kesehatan manusia yang mengkonsumsi ikan dan hasil laut lainnya. Oleh karena itu, pengukuran dan pengendalian konsentrasi material padatan tersuspensi di dalam air sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan lingkungan laut.

Soal No 65. Proses Refleksi adalah proses pantulan gelombang ketika mengenai suatu bidang atau penghalang, seperti misalnya saat gelombang suara atau cahaya memantul dari permukaan cermin. Ketika sebuah gelombang datang pada suatu permukaan, sebagian dari energi gelombang tersebut dipantulkan kembali ke arah datangnya, sedangkan sebagian lagi diteruskan ke dalam medium berikutnya atau diserap oleh medium tersebut.

Contoh penerapan refleksi dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita melihat bayangan diri kita sendiri di cermin atau ketika suara kita memantul kembali ke telinga kita ketika kita berbicara di ruangan yang kosong. Refleksi juga digunakan dalam teknologi seperti sonar, radar, dan optik.

a. Refleksi gelombang terjadi ketika gelombang bertemu dengan permukaan yang tidak dapat ditembus oleh gelombang tersebut, sehingga terjadi pantulan atau refleksi. Dalam fenomena refleksi, energi gelombang yang datang akan dipantulkan kembali ke arah asalnya dan sebagian akan dipantulkan ke arah lain. Besarnya sudut pantulan bergantung pada sudut datang gelombang dan sifat permukaan yang dipantulkannya.

Contoh penerapan refleksi gelombang dalam kehidupan sehari-hari adalah pantulan cahaya pada cermin atau pantulan suara pada dinding ruangan. Fenomena refleksi gelombang juga penting dalam penggunaan teknologi seperti sonar, radar, dan optik, yang memanfaatkan pantulan gelombang untuk mendeteksi jarak, arah, atau kondisi benda atau medium tertentu

b. Difraksi adalah fenomena perubahan arah dan pembelokan gelombang saat melewati sebuah celah atau penghalang dengan ukuran sebanding dengan panjang gelombang. Proses difraksi terjadi pada semua jenis gelombang, baik gelombang elektromagnetik seperti cahaya, radio, dan sinar-X, maupun gelombang mekanik seperti suara dan gelombang air.

Ketika gelombang bertemu dengan penghalang atau celah, sebagian energi gelombang akan diteruskan ke seberang penghalang atau celah dan sebagian lagi akan bengkok dan menyebar di sekitar penghalang atau celah. Jika lebar celah atau ukuran penghalang sebanding dengan panjang gelombang, maka gelombang akan mengalami difraksi yang signifikan. Sebaliknya, jika ukuran celah atau penghalang jauh lebih kecil dari panjang gelombang, maka difraksi akan sangat kecil atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Proses difraksi ini memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pembuatan antena, kaca mata, pemrosesan sinyal, dan sebagainya.

c. Shoaling adalah proses di mana gelombang laut mengalami perubahan bentuk ketika mereka mencapai daerah dangkal dengan kedalaman yang lebih rendah. Saat gelombang laut mengalami shoaling, panjang gelombang akan menjadi lebih pendek, dan ketinggian gelombang akan menjadi lebih tinggi. Hal ini terjadi karena pada saat gelombang mencapai daerah dangkal, kecepatan gelombang melambat, sehingga energi yang terdapat pada gelombang tersebut harus terkonsentrasi pada ruang yang lebih kecil. Proses shoaling sangat penting untuk dipelajari dalam ilmu oseanografi karena dapat mempengaruhi pola arus laut dan erosi pantai. Selain itu, shoaling juga dapat mempengaruhi kehidupan laut, seperti mengurangi kedalaman air yang dapat dihuni oleh organisme laut tertentu

d. Refraksi gelombang adalah peristiwa pembelokan arah gerak gelombang ketika melintasi antarmuka dua media dengan kecepatan rambat yang berbeda. Peristiwa ini terjadi karena adanya perubahan kecepatan rambat gelombang yang disebabkan oleh perbedaan kedalaman antara kedua media tersebut.

Ketika gelombang laut menghampiri pantai yang landai atau mengalami perubahan kedalaman, maka gelombang tersebut akan melambat karena kecepatan rambatnya di perairan dangkal lebih kecil daripada di perairan dalam. Hal ini akan menyebabkan pembelokan gelombang menuju pantai, sehingga gelombang akan terlihat lebih terkonsentrasi dan tinggi di dekat pantai.

Sebaliknya, jika gelombang laut melintasi daerah dengan kedalaman yang semakin dalam, maka kecepatan rambatnya akan semakin cepat, sehingga gelombang akan melebar dan semakin melemah. Proses refraksi gelombang sangat penting dalam membentuk pantai, dan juga memengaruhi navigasi kapal di perairan dangkal.

Soal No 69. Pasang surut adalah fenomena alami yang terjadi di laut yang disebabkan oleh gravitasi bulan dan matahari terhadap air di bumi. Pasang surut menghasilkan kenaikan dan penurunan air laut secara berkala di sepanjang garis pantai.

Pasang surut memiliki dua fase yaitu pasang dan surut. Pada saat pasang, air laut akan naik secara bertahap dan mencapai titik tertinggi yang disebut pasang pasang tinggi (high tide). Sedangkan pada saat surut, air laut akan turun secara bertahap hingga mencapai titik terendah yang disebut pasang surut rendah (low tide).

Pasang surut memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan di sekitar wilayah pesisir. Pasang surut yang tinggi dapat menyebabkan banjir di wilayah pesisir, sementara pasang surut rendah dapat menyebabkan kapal tidak dapat berlayar atau terdampar di bibir pantai. Oleh karena itu, pemahaman tentang pasang surut sangat penting bagi nelayan, pelaut, dan masyarakat yang tinggal di dekat pantai.

a. Pasang surut semi-diurnal adalah pola pasang surut yang terjadi dua kali dalam sehari dengan ketinggian air laut yang hampir sama di setiap periode. Pola ini terjadi karena adanya pengaruh gravitasi bulan dan matahari yang relatif seimbang terhadap bumi.

Setiap periode pasang surut semi-diurnal berlangsung selama sekitar enam jam, dengan waktu antara pasang dan surut sekitar 12 jam dan 25 menit. Pola ini umumnya terjadi di wilayah pantai yang terbuka ke laut lepas dan terdapat di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Pola pasang surut semi-diurnal memiliki dampak yang signifikan bagi aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti navigasi kapal, perikanan, dan pariwisata pantai. Oleh karena itu, informasi mengenai pola pasang surut semi-diurnal sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan di wilayah pesisir. Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber, seperti papan informasi di pelabuhan, aplikasi seluler, atau situs web yang menyediakan informasi

b. Pasang surut diurnal adalah pola pasang surut yang terjadi satu kali dalam sehari, dengan ketinggian air laut yang lebih tinggi atau lebih rendah pada saat tertentu dalam sehari. Pola ini dipengaruhi oleh rotasi bumi, tetapi juga oleh faktor lokal seperti arus dan topografi laut.

Pola pasang surut diurnal umumnya terjadi di wilayah pantai yang terlindungi oleh kepulauan atau teluk, atau di sepanjang pantai yang curam. Pola ini dapat mempengaruhi aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti penangkapan ikan dan olahraga air.

Meskipun pola pasang surut diurnal terjadi hanya sekali dalam sehari, tetapi dapat terjadi variasi dalam ketinggian air laut dan waktu pasang surut yang sangat signifikan. Oleh karena itu, informasi mengenai pola pasang surut diurnal juga penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan di wilayah pesisir. Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber, seperti papan informasi di pelabuhan, aplikasi seluler, atau situs web yang menyediakan informasi pasang surut.

c. Pasang surut campuran adalah pola pasang surut yang terjadi ketika ada kombinasi dari pola pasang surut harian dan semi-diurnal yang terjadi di suatu lokasi. Pola ini terjadi ketika faktor-faktor yang memengaruhi pola pasang surut, seperti arus laut dan topografi, saling berinteraksi secara kompleks.

Pola pasang surut campuran dapat terjadi di berbagai wilayah pantai, tergantung pada kondisi geografis dan meteorologi setempat. Karena pola ini merupakan kombinasi dari dua pola pasang surut yang berbeda, maka ketinggian air laut dapat bervariasi dalam satu hari dengan lebih banyak periode pasang surut.

Pola pasang surut campuran dapat memiliki dampak yang signifikan bagi aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti navigasi kapal, pembangunan pelabuhan, dan pariwisata pantai. Oleh karena itu, informasi mengenai pola pasang surut campuran sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan di wilayah pesisir. Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber, seperti papan informasi di pelabuhan, aplikasi seluler, atau situs web yang menyediakan informasi pasang surut.

d. Pasang surut campuran cenderung tunggal adalah pola pasang surut campuran yang terdiri dari satu periode pasang surut tinggi dan satu periode pasang surut rendah dalam sehari, namun dengan ketinggian air laut yang bervariasi. Pola ini biasanya terjadi di wilayah pantai yang relatif terlindungi dan memiliki topografi yang kompleks.

Pada pola pasang surut campuran cenderung tunggal, ketinggian air laut dapat mencapai tingkat yang sangat tinggi atau sangat rendah, tergantung pada faktor-faktor seperti arus, topografi, dan cuaca setempat. Pola ini dapat mempengaruhi aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti navigasi kapal, pembangunan pelabuhan, dan perikanan.

Informasi mengenai pola pasang surut campuran cenderung tunggal sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan di wilayah pesisir. Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber, seperti papan informasi di pelabuhan, aplikasi seluler, atau situs web yang menyediakan informasi pasang surut

e. Pasang surut campuran cenderung ganda adalah pola pasang surut campuran yang terdiri dari dua periode pasang surut tinggi dan dua periode pasang surut rendah dalam satu hari. Pola ini terjadi ketika faktor-faktor seperti rotasi bumi, arus laut, dan topografi saling berinteraksi secara kompleks.

Pola pasang surut campuran cenderung ganda dapat terjadi di berbagai wilayah pantai, tergantung pada kondisi geografis dan meteorologi setempat. Karena pola ini merupakan kombinasi dari dua periode pasang surut tinggi dan dua periode pasang surut rendah, maka ketinggian air laut dapat bervariasi dalam satu hari dengan lebih banyak periode pasang surut.

Pola pasang surut campuran cenderung ganda dapat memiliki dampak yang signifikan bagi aktivitas manusia di wilayah pesisir, seperti navigasi kapal, pembangunan pelabuhan, dan pariwisata pantai. Oleh karena itu, informasi mengenai pola pasang surut campuran cenderung ganda sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan di wilayah pesisir. Informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai sumber, seperti papan informasi di pelabuhan, aplikasi seluler, atau situs web yang menyediakan informasi pasang surut.

Soal No 70. Nilai salinitas di perairan laut berdasarkan posisi atau letak lokasi pengukuran pada garis lintang akan berbeda. Salinitas di lokasi pengukuran pada posisi garis lintang kecil mempunyai nilai...

A. Salinitas kecil

B. Salinitas besar

C. Salinitas tidak bisa ditentukan

D. Salinitas sedang

E. Salinitas kecil - besar dan selalu berubah-ubah 

Jawaban yang benar adalah D. Salinitas sedang.

Salinitas adalah tingkat kandungan garam dalam air laut. Nilai salinitas di perairan laut dapat berbeda-beda di berbagai lokasi, tergantung pada berbagai faktor seperti suhu, tekanan, dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tersebut.

Pengukuran salinitas di perairan laut pada posisi garis lintang kecil atau dekat dengan khatulistiwa biasanya menunjukkan nilai salinitas sedang, karena pada posisi tersebut suhu air laut cenderung lebih tinggi dan tekanan atmosfer juga lebih rendah dibandingkan dengan posisi di dekat kutub. Namun demikian, nilai salinitas di perairan laut dapat bervariasi di setiap lokasi pengukuran karena pengaruh berbagai faktor seperti pasang surut, arus laut, dan pola angin yang dapat mempengaruhi pergerakan air laut dan kandungan garam di dalamnya

Soal No 71.

a. Fetch angin adalah jarak atau area perairan di mana angin bertiup sebelum mencapai suatu lokasi tertentu. Jarak ini dapat mempengaruhi kondisi gelombang di lokasi tersebut. Semakin jauh jarak fetch angin, semakin besar pula potensi terjadinya gelombang laut yang tinggi dan kuat.

Misalnya, ketika angin bertiup di atas laut selama beberapa waktu, maka energi angin tersebut akan mentransfer sebagian ke air laut, sehingga menghasilkan gelombang yang semakin besar seiring dengan jarak yang ditempuh oleh angin tersebut di atas laut. Dalam hal ini, jarak yang ditempuh oleh angin tersebut disebut sebagai fetch angin.

Jadi, semakin panjang jarak atau area yang dilalui angin sebelum mencapai suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi terjadinya gelombang laut yang tinggi dan kuat di lokasi tersebut. Konsep ini seringkali digunakan dalam konteks prediksi cuaca laut dan kondisi ombak

b. Periode angin adalah waktu yang dibutuhkan oleh angin untuk menghasilkan gelombang laut yang bermigrasi ke suatu tempat tertentu. Dalam konteks ini, periode mengacu pada selang waktu antara dua puncak gelombang yang berturut-turut atau antara dua lembah gelombang yang berturut-turut. Periode gelombang dapat diukur dalam satuan waktu, seperti detik, menit, atau jam.

Periode angin sangat penting untuk dipertimbangkan dalam merencanakan kegiatan di laut, seperti pelayaran, penangkapan ikan, atau olahraga air, karena dapat mempengaruhi ketinggian dan kekuatan gelombang laut. Gelombang dengan periode yang lebih panjang cenderung lebih aman dan stabil daripada gelombang dengan periode yang lebih pendek, karena gelombang dengan periode yang lebih pendek dapat lebih cepat berganti dan lebih sulit diprediksi.

Periode angin dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kecepatan angin, jarak tempuh (fetch), dan arah angin. Semakin kuat angin dan semakin panjang jarak tempuh yang dilalui angin di atas permukaan laut, maka semakin panjang pula periode gelombang yang dihasilkan. Sedangkan arah angin dapat mempengaruhi arah dan pola gerakan gelombang yang dihasilkan.

c. Kecepatan angin adalah kecepatan gerakan udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Kecepatan angin dapat diukur dengan berbagai satuan, seperti kilometer per jam (km/jam), meter per detik (m/s), knot (kt), atau mil per jam (mph).

Kecepatan angin memiliki pengaruh yang signifikan pada kondisi cuaca dan lingkungan, seperti suhu udara, kelembapan, tekanan udara, dan arah angin. Kecepatan angin yang tinggi dapat menyebabkan pergerakan udara yang kuat, dan dapat berdampak pada kondisi cuaca yang tidak stabil, seperti badai, angin kencang, atau tornado. Di sisi lain, kecepatan angin yang rendah dapat membuat kondisi udara terasa lebih panas atau lebih dingin.

Kecepatan angin juga dapat mempengaruhi gelombang laut, di mana semakin besar kecepatan angin, semakin tinggi pula gelombang laut yang dihasilkan. Oleh karena itu, kecepatan angin seringkali diukur dan dipantau dalam konteks navigasi laut, penerbangan, dan olahraga air. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer.

d. Durasi angin adalah lamanya waktu angin bertiup pada suatu lokasi atau wilayah. Durasi angin dapat diukur dalam satuan waktu, seperti jam, hari, atau bulan. Durasi angin yang lama pada suatu wilayah dapat menyebabkan perubahan suhu, kelembaban, dan kondisi cuaca pada wilayah tersebut.

Durasi angin juga mempengaruhi pembentukan gelombang laut, di mana semakin lama durasi angin pada suatu wilayah, semakin tinggi pula gelombang laut yang dihasilkan. Selain itu, durasi angin juga dapat mempengaruhi arah dan kecepatan aliran air pada suatu perairan.

Durasi angin sangat penting untuk dipertimbangkan dalam berbagai kegiatan di laut, seperti pelayaran, penangkapan ikan, atau olahraga air, karena dapat mempengaruhi ketinggian gelombang, kekuatan aliran air, dan kondisi cuaca di wilayah tersebut. Oleh karena itu, durasi angin seringkali dipantau dan diprediksi oleh ahli meteorologi untuk memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi kegiatan di laut dan pesisir

e. Arah angin adalah arah dari mana angin bertiup, yang diukur dengan mengacu pada arah mata angin. Arah angin dinyatakan dalam derajat pada skala 360 derajat, di mana angka 0 derajat mengacu pada utara, 90 derajat mengacu pada timur, 180 derajat mengacu pada selatan, dan 270 derajat mengacu pada barat.

Arah angin dapat mempengaruhi kondisi cuaca dan lingkungan pada suatu wilayah atau lokasi tertentu. Misalnya, angin yang bertiup dari arah laut ke daratan (dari barat ke timur pada wilayah yang menghadap ke laut) dapat membawa udara yang lembap dan menyebabkan hujan di wilayah tersebut. Di sisi lain, angin yang bertiup dari daratan ke laut (dari timur ke barat pada wilayah yang menghadap ke laut) dapat membawa udara yang kering dan menyebabkan cuaca cerah.

Arah angin juga penting untuk dipertimbangkan dalam kegiatan di laut dan pesisir, seperti navigasi, olahraga air, atau penangkapan ikan, karena dapat mempengaruhi ketinggian gelombang dan kecepatan aliran air. Oleh karena itu, informasi mengenai arah angin seringkali dipantau dan diprediksi oleh ahli meteorologi untuk memberikan informasi yang akurat bagi kegiatan di laut dan pesisir.

Soal No 72. Fenomena termoklin adalah perubahan suhu air laut yang tajam atau drastis pada kedalaman tertentu di laut atau perairan. Pada kedalaman tersebut, suhu air laut dapat berubah dengan sangat cepat, sehingga terjadi perbedaan suhu yang signifikan antara lapisan air di atas dan di bawah kedalaman tersebut. Perbedaan suhu antara kedua lapisan air tersebut dapat mencapai beberapa derajat Celsius.

Fenomena termoklin biasanya terjadi di daerah perairan laut yang dangkal dan beriklim tropis. Perubahan suhu yang tajam ini dapat terjadi karena adanya pengaruh faktor-faktor seperti radiasi matahari, arus laut, dan angin. Kondisi ini dapat mempengaruhi kehidupan laut dan perikanan, karena beberapa spesies ikan dan plankton cenderung berkumpul di sekitar lapisan air yang memenuhi kebutuhan suhu tertentu.

Fenomena termoklin juga dapat mempengaruhi kegiatan manusia di laut, seperti olahraga air, penangkapan ikan, dan eksplorasi minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, pemahaman tentang fenomena termoklin sangat penting dalam pengelolaan sumber daya laut dan perikanan, serta pengembangan industri di sektor kelautan dan perikanan

Pada fenomena termoklin, lapisan bagian atasnya merupakan bagian permukaan atau epilimnion. Lapisan ini merupakan lapisan air yang berada di atas termoklin atau daerah dengan perubahan suhu yang tajam. Lapisan permukaan atau epilimnion memiliki suhu yang lebih hangat dibandingkan dengan lapisan air di bawahnya, dan sering kali terjadi proses pengadukan air secara terus-menerus akibat angin atau pergerakan gelombang. Karena itu, lapisan permukaan atau epilimnion umumnya lebih kaya akan oksigen dan nutrisi, dan menjadi habitat bagi banyak jenis makhluk hidup di laut.

Pada fenomena termoklin, lapisan bagian atasnya merupakan bagian permukaan.

Termoklin adalah lapisan air di laut atau danau yang mengalami perubahan suhu yang signifikan pada jarak horizontal yang relatif pendek. Lapisan atasnya, yang berada di dekat permukaan, cenderung memiliki suhu yang lebih hangat karena terkena paparan sinar matahari dan efek pemanasan oleh atmosfer. Sedangkan lapisan bawahnya cenderung lebih dingin karena tidak terkena paparan sinar matahari dan mengalami pendinginan oleh lapisan air yang lebih dingin di bawahnya. Oleh karena itu, lapisan bagian atasnya merupakan bagian permukaan

Soal No 73. Pernyataan berikut yang benar terkait hubungan kekuatan angin dengan skala Beuford dengan bentuk gelombang dipermukaan yang dihasilkan adalah...

A. Gentle breeze dengan wavelet besar dan puncak mulai pecah serta 0,6-1,0 meter

B. Light breeze dengan wavelet kecil, puncak terlihat dan gelombang tidak pecah serta tinggi gelombang 0,3-0,5 meter

C. Moderate breeze dengan gelombang kecil lebih lama terlihat dengan perkiraan tinggi gelombang 1,5 meter

D. Fresh  breeze dengan gelombang pertengahan bentuk lama terlihat dan banyak semburan air dengan perkiraan tinggi gelombang 2,0 meter

E. Moderate breeze dengan buih putih dari gelombang pecah mulai tertiup dengan garis, kabut mulai terlihat dan diperkirakan tinggi gelombang 5,0 meter

Pernyataan yang benar adalah:

D. Fresh breeze dengan gelombang pertengahan bentuk lama terlihat dan banyak semburan air dengan perkiraan tinggi gelombang 2,0 meter.

Skala Beaufort digunakan untuk mengukur kekuatan angin berdasarkan pengamatan visual. Setiap kekuatan angin pada skala Beaufort juga dapat memberikan perkiraan tinggi gelombang dan bentuk gelombang yang dihasilkan.

Fresh breeze pada skala Beaufort adalah kekuatan angin sekitar 31-38 km/jam dengan perkiraan tinggi gelombang sekitar 2,0-2,5 meter. Bentuk gelombangnya adalah gelombang pertengahan bentuk lama terlihat dengan banyak semburan air.

Opsi A, B, C, dan E menyebutkan kombinasi kekuatan angin dan bentuk gelombang yang tidak sesuai dengan skala Beaufort dan tidak konsisten satu sama lain

Skala Beaufort adalah skala pengukuran kekuatan angin berdasarkan pengamatan visual yang pertama kali diperkenalkan oleh ahli meteorologi Inggris, Sir Francis Beaufort pada tahun 1805. Skala Beaufort digunakan untuk mengukur kekuatan angin dari nol hingga 12, di mana setiap kekuatan angin memiliki kisaran kecepatan tertentu yang berkisar antara beberapa knot hingga beberapa puluh knot.

Berikut ini adalah rincian skala Beaufort dan kecepatan angin yang terkait:

Angin kabut (0): Kurang dari 1 knot

Angin lemah (1): 1-3 knot

Angin lembut (2): 4-6 knot

Angin ringan (3): 7-10 knot

Angin segar (4): 11-16 knot

Angin kuat (5): 17-21 knot

Angin kencang (6): 22-27 knot

Angin badai lemah (7): 28-33 knot

Angin badai sedang (8): 34-40 knot

Angin badai kencang (9): 41-47 knot

Angin topan lemah (10): 48-55 knot

Angin topan sedang (11): 56-63 knot

Angin topan kencang (12): 64 knot atau lebih.

Selain kecepatan angin, skala Beaufort juga memberikan deskripsi visual tentang pengaruh kekuatan angin pada permukaan laut, seperti tinggi gelombang, kecepatan semburan air, dan bentuk gelombang.

Meskipun skala Beaufort bukanlah metode pengukuran kekuatan angin yang presisi, namun skala Beaufort masih sering digunakan dalam navigasi laut, meteorologi, dan kegiatan outdoor lainnya karena kemudahannya dalam penggunaannya dan memberikan gambaran yang cukup jelas tentang kekuatan angin

Soal No 75. 

a. Longshore current adalah arus atau pergerakan air laut secara horizontal yang mengalir sejajar dengan garis pantai, yang terbentuk sebagai akibat dari gelombang laut yang datang dari sudut yang tidak tegak lurus dengan garis pantai. Arus ini terjadi karena gelombang pantai menghasilkan sedimen seperti pasir yang terus-menerus digerakkan ke arah pantai melalui gerakan sedimen, sehingga air laut yang mengikuti gerakan sedimen juga mengalir sejajar dengan pantai.

Longshore current umumnya terjadi di wilayah pantai dengan topografi pantai yang landai, terbentuk oleh kombinasi antara arus pasang-surut, gelombang, dan angin. Arus ini dapat memiliki kecepatan yang bervariasi, tergantung pada kekuatan gelombang, kondisi cuaca, dan arah angin. Kecepatan arus ini dapat mencapai beberapa kilometer per jam, dan dapat membawa sedimen atau material pantai lainnya seperti batu, kerikil, dan kayu.

Longshore current memiliki peran penting dalam membentuk morfologi pantai, seperti pembentukan gundukan pasir atau tepi pantai yang landai. Namun, longshore current juga dapat menjadi bahaya bagi keamanan pemandangan pantai karena dapat menyebabkan erosi pantai, mengancam bangunan atau fasilitas di tepi pantai, serta membawa perairan dalam yang berbahaya bagi pengunjung pantai. Oleh karena itu, pemahaman tentang longshore current penting untuk mengelola dan menjaga keamanan pemandangan pantai

b. Rip current atau arus balik adalah suatu arus laut yang kuat dan bergerak secara vertikal dari pantai ke laut lepas, melawan arus laut permukaan yang mengalir ke pantai. Arus ini terbentuk ketika gelombang laut yang memecah ke pantai menghasilkan pasokan air ke pantai melalui arus permukaan, dan kemudian air kembali mengalir ke laut melalui arus balik yang membentuk suatu kanal atau saluran ke laut yang lebih dalam. Rip current biasanya terjadi di dekat daerah pantai yang memiliki topografi pantai berombak atau berlekuk, serta terdapat adanya lubang atau kanal di antara gundukan pasir.

Arus balik dapat memiliki kecepatan yang sangat cepat, mencapai kecepatan hingga 8 meter per detik atau bahkan lebih, dan dapat membawa pengunjung pantai yang tidak berhati-hati jauh dari pantai dan menuju perairan yang lebih dalam. Rip current merupakan salah satu bahaya yang sering terjadi di pantai dan bisa menjadi sangat berbahaya bagi pengunjung pantai, terutama yang tidak terbiasa dengan kondisi laut atau yang tidak bisa berenang dengan baik.

Untuk menghindari bahaya rip current, sebaiknya pengunjung pantai memperhatikan petunjuk keselamatan yang disediakan, seperti menghindari berenang di daerah pantai yang berpotensi terdapat rip current, menghindari berenang sendirian, dan selalu memperhatikan kondisi laut dan arus. Jika terbawa oleh arus balik, disarankan untuk tidak panik, berenang sejajar dengan pantai atau menuju arah pantai yang tidak terkena arus balik, dan mencoba mengenali tanda-tanda arus balik yang akan berakhir

c. Undertow current atau arus bawah laut adalah arus air laut yang bergerak secara vertikal dari pantai ke laut lepas, berlawanan dengan arus permukaan atau arus balik (rip current). Arus bawah laut terbentuk ketika air laut mengalir kembali ke laut melalui jalan yang lebih dalam, seperti saluran bawah laut atau terowongan, dan dapat terjadi di dekat pantai yang memiliki topografi yang curam.

Undertow current biasanya lebih lambat dan kurang terlihat daripada rip current, tetapi tetap dapat membawa pengunjung pantai jauh dari pantai dan menimbulkan bahaya jika tidak diwaspadai dengan baik. Arus bawah laut juga dapat menyebabkan erosi pantai dan mempengaruhi morfologi pantai.

Meskipun arus bawah laut dapat menjadi bahaya bagi pengunjung pantai, namun arus ini dapat memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga kestabilan ekosistem laut dan pantai. Arus bawah laut membantu mengalirkan nutrien dan oksigen ke ekosistem laut, serta membawa sedimen dan material laut yang penting bagi pembentukan dan pemeliharaan pantai

d. Sea current adalah arus laut yang bergerak secara horizontal di permukaan laut. Arus ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti angin, perbedaan suhu atau salinitas air, perbedaan tekanan atmosferik, dan efek pasang surut. Sea current dapat memiliki kecepatan yang bervariasi, dari beberapa sentimeter per detik hingga lebih dari 2 meter per detik, tergantung pada kondisi lingkungan dan lokasi.

e. Tidal current, atau arus pasang-surut, adalah arus laut yang terjadi karena pengaruh pasang surut. Arus pasang-surut terjadi karena perbedaan tinggi muka air laut antara pasang dan surut, sehingga air mengalir dari daerah dengan tinggi muka air yang lebih tinggi ke daerah dengan tinggi muka air yang lebih rendah. Arus pasang-surut dapat berubah arah dan kecepatannya secara periodik seiring dengan perubahan pasang surut, dan dapat sangat kuat terutama di daerah yang memiliki amplitudo pasang surut yang besar, seperti di daerah pesisir atau muara sungai besar.

Kedua jenis arus ini dapat mempengaruhi transportasi air laut, distribusi plankton dan organisme laut, dan proses sedimentasi di sepanjang pantai dan daerah pesisir. Arus laut juga dapat mempengaruhi transportasi air, suhu air, keberadaan oksigen, dan iklim mikro di perairan yang terpengaruh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal KSTK KEBUMIAN 2020

Pembahasan Soal OSK Kebumian Tahun 2020

Prediksi soal astronomi olimpiade Kebumian