- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Satuan intensitas curah hujan adalah ukuran untuk mengukur kecepatan dan banyaknya volume air hujan yang jatuh dalam waktu tertentu pada suatu area tertentu. Satuan intensitas curah hujan dapat diukur dalam berbagai satuan, tergantung pada sistem metrik yang digunakan.
Ada dua jenis satuan intensitas curah hujan yang umum digunakan:
Satuan konvensional atau imperial
Satuan konvensional atau imperial adalah satuan yang digunakan di beberapa negara yang masih menggunakan sistem pengukuran non-metrik atau imperial. Satuan intensitas curah hujan dalam sistem ini diukur dalam inci per jam (in/h) atau mil per jam (mph).Satuan metrik
Satuan metrik adalah satuan yang digunakan di negara-negara yang menggunakan sistem pengukuran metrik. Satuan intensitas curah hujan dalam sistem ini diukur dalam milimeter per jam (mm/h).
Untuk mengukur intensitas curah hujan, biasanya dilakukan dengan mengumpulkan data curah hujan selama periode waktu tertentu menggunakan alat pengukur curah hujan seperti pluviometer. Kemudian data tersebut diolah untuk mendapatkan intensitas curah hujan dengan rumus:
I = V / (t x A)
dimana:
- I = intensitas curah hujan (mm/jam)
- V = volume curah hujan (mm)
- t = waktu pengukuran (jam)
- A = luas area yang diperhitungkan (m2)
Dalam praktiknya, intensitas curah hujan sering diukur dalam periode waktu tertentu seperti 5 menit, 15 menit, 30 menit, atau 1 jam. Misalnya, intensitas curah hujan 1 jam adalah jumlah curah hujan dalam satu jam yang diukur pada suatu area tertentu, sedangkan intensitas curah hujan 5 menit adalah jumlah curah hujan dalam 5 menit yang diukur pada area yang sama.
Soal 2. Notasi "mP" pada peta cuaca menunjukkan massa udara maritim polar. Masa udara ini bersumber dari wilayah kutub utara dan selatan yang mengalami pendinginan dan pembekuan yang menyebabkan udara dingin dan kering. Ketika massa udara maritim polar bergerak ke arah selatan atau ke arah khatulistiwa, udara tersebut menjadi lembap karena menempuh perairan yang lebih hangat dan dapat membawa banyak awan dan curah hujan di daerah yang dilaluinya. Oleh karena itu, masa udara maritim polar dapat membawa cuaca yang dingin dan lembap dengan banyak awan di wilayah yang dilaluinya.
Soal 3. Jelaskan beserta daftar pustaka Sirkulasi udara dengan orientasi Utara Selatan yang berada di daerah tropis
Sirkulasi udara di daerah tropis dengan orientasi utara-selatan dapat dibagi menjadi dua pola yaitu pola monsun dan pola khatulistiwa. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang kedua pola sirkulasi udara tersebut beserta beberapa referensi yang dapat dijadikan acuan untuk memperdalam pengetahuan tentang topik ini:
- Pola Monsun Pola sirkulasi udara monsun terjadi di daerah tropis dengan orientasi utara-selatan di Asia dan Australia. Pada musim panas, pemanasan yang intensif di daratan Asia menyebabkan udara naik dan mengalir ke arah wilayah Samudra Pasifik. Di sisi lain, udara dingin dari Samudra Pasifik mengalir ke daratan Asia dan Australia, membentuk angin musim barat. Pada musim dingin, situasinya terbalik, dan angin monsun berubah menjadi angin timur. Pola sirkulasi ini berdampak pada curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah Asia Tenggara.
Referensi:
- Wang, B., & Ding, Q. (2008). Global monsoon: Dominant mode of annual variation in the tropics. Dynamics of atmospheres and oceans, 44(3-4), 165-183.
- Li, L., & Wang, B. (2005). A review on the Western North Pacific monsoon: Synoptic-to-interannual variabilities. Terrestrial, Atmospheric and Oceanic Sciences, 16(2), 285-314.
- Pola Khatulistiwa Pola sirkulasi udara khatulistiwa terjadi di wilayah sekitar khatulistiwa di mana udara naik akibat pemanasan yang intensif di khatulistiwa dan mengalir ke arah kutub. Di atas khatulistiwa, sirkulasi ini membentuk daerah rendah tekanan udara yang dikenal sebagai zona konvergensi antartropis (ITCZ). ITCZ ini dapat mempengaruhi curah hujan di daerah tropis di seluruh dunia.
Referensi:
- Stevens, B., & Bony, S. (2013). What are climate models missing?. science, 340(6136), 1053-1054.
- Qu, X., & Hall, A. (2014). On the persistent spread in snow-albedo feedback. Climate Dynamics, 42(11-12), 3249-3260.
Demikianlah penjelasan singkat tentang sirkulasi udara dengan orientasi utara-selatan di daerah tropis dan beberapa referensi yang dapat dijadikan acuan untuk memperdalam pengetahuan tentang topik ini.
Sel-sel atmosfer adalah pola gerakan udara di atmosfer bumi yang disebabkan oleh perbedaan suhu di permukaan bumi dan pengaruh rotasi bumi. Terdapat lima jenis sel atmosfer, yaitu sel Hadley, sel kutub, sel Walker, sel Ferrel, dan sel monsun. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing sel dan sumber yang dapat dijadikan referensi lebih lanjut:
Sel Hadley adalah pola gerakan udara di kawasan tropis yang terjadi karena pemanasan yang tinggi di sekitar khatulistiwa dan penyejatan udara yang menurunkan suhu di daerah-daerah yang lebih jauh. Sel Hadley membawa udara hangat dari khatulistiwa ke daerah-daerah yang lebih jauh dan udara dingin dari daerah-daerah ini kembali ke khatulistiwa. Sel Hadley juga berperan dalam pembentukan zona konvergensi di kawasan tropis dan zona divergensi di kawasan subtropis. Sumber: https://www.britannica.com/science/Hadley-cell
Sel kutub adalah pola gerakan udara di kawasan kutub yang terjadi karena pendinginan udara di daerah kutub dan pengaruh rotasi bumi. Sel kutub membawa udara dingin dari kutub dan udara hangat dari daerah-daerah di sekitarnya. Sel kutub juga berperan dalam membentuk angin pasat kutub dan angin baratan polar. Sumber: https://www.britannica.com/science/polar-cell
Sel Walker adalah pola gerakan udara di Samudera Pasifik yang terjadi karena pemanasan dan pendinginan yang tidak merata di kawasan ini. Sel Walker membawa udara hangat dan lembab dari laut ke daratan dan udara dingin dan kering dari daratan ke laut. Sel Walker juga berperan dalam pembentukan El Nino dan La Nina. Sumber: https://www.britannica.com/science/Walker-circulation
Sel Ferrel adalah pola gerakan udara di kawasan subtropis yang terjadi karena pengaruh sel Hadley dan sel kutub. Sel Ferrel membawa udara dari daerah-daerah yang lebih hangat ke daerah-daerah yang lebih dingin. Sel Ferrel juga berperan dalam membentuk angin baratan. Sumber: https://www.britannica.com/science/Ferrel-cell
Sel monsun adalah pola gerakan udara yang terjadi di kawasan tropis dan subtropis yang dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara antara daratan dan laut serta pengaruh rotasi bumi. Sel monsun membawa udara lembab dari laut ke daratan pada musim panas dan udara kering dari daratan ke laut pada musim dingin. Sel monsun juga berperan dalam membentuk hujan musim panas di kawasan tropis dan subtropis. Sumber: https://www.britannica.com/science/monsoon
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar