Peluang Bisnis dari Penerbitan Buku


Resume tiga puluh 
Jumat 17 Maret 2023
Tema: Usaha Penerbitan Buku
Nara Sumber : Muliadi, M.Pd
Moderator: Mukminin, M.Pd

Peluang Bisnis dari Penerbitan Buku

”Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

Tak terasa sudah memasuki pertemuan terakhir. Perasaan kali ini diantara bahagia dan juga sedih, bahagia karena bisa menyelesaikan 30 resume walau masih ada yang kurang, bahagia karena mendapat begitu banyak ilmu yang luar biasa, bahagia bisa bertemu narasumber dan juga mentor-mentor yang hebat, bahagia karena bisa bertemu dengan teman-teman keren dan luar biasa dari berbagai penjuru daerah se-Indonesia dan bahagia karena bisa mempunyai karya berupa buku solo dan buku antologi. 

Sedihnya adalah tidak ada lagi rebutan untuk menjadi F1, walau saya memang tidak ada yang masuk namun tak mengurangi semangat untuk terus menyimak, sedih karena tak menulis resume terjadwal dan sedih karena mungkin waktu bersua mungkin akan berkurang karena aktifitas masing-masing.

Semoga dengan berakhirnya kegiatan ini, komunikasi kita akan terus terjalin baik dengan seluruh TIM Solid begitu juga dengan teman-teman se-Indonesia, selalu memberi motivasi dan juga semangat untuk selalu menularkan ilmu dan berkarya bersama.

Materi kali ini memberikan kita ilmu dan mungkin juga sebuah peluang usaha mengenai penerbitan buku. Ada rasa di dalam diri untuk mencoba peluang ini karena memang di tempat kami belum ada penerbitan buku. 

Walaupun saya tidak bisa menyimak maksimal materi ini karena perjalanan saya dari kegiatan yang berlangsung kurang lebih 1 Minggu pelatihan penulisan buku cerita anak, malam inipun saya pulang dari Palangkaraya menuju Kuala Pembuang dengan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat. Sehingga baru sampai rumah jam 23.30 wib malam tadi.

Materi malam ini mengenai bagaimana cara membuat perusahaan resmi misal CV, lalu mendaftar diri sebagai anggota IKAPI, yang merupakan syarat dasar untuk mengurus ISBN, sedangkan syarat lainnya adalah modal kerja. 

Narasumber hebat hari ini bersama bapak Mukminin, M.Pd yang lahir di Jombang 6 Juli 1965. Sehari-hari beliau merupakan seorang guru di SMP 1 Kedungpring Lamongan Jawa Timur sejak 1989-2021 (32th) s.d sekarang. Beliau merupakan alumni KBMN gelombang 8 pada tahun 2019. 

Beliau memiliki 6 buku solo diantaranya adalah 55 pantun nasihatJurus Jitu Menjadi Penulis Handal Bersama Para Pakar, Kidung Hati, LARON kumpulan puisi 2.0, Nusantara Berpantun Antologi 65 Pantun Nasehat, dan Dari Pengantar Jadi Buku. Beliau juga sebagai Direktur Penerbit Buku Kamila Press Lamongan. Lebih lengkapnya bisa dilihat di link berikut 

https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html.

Di lansir dari blog Pak Mukminin, Kamila Press lahir pada tanggal 9 September 2019. Sudah berhasil menerbitkan 200 buku guru-guru dan pegiat literasi seluruh Indonesia terkecuali Papua dan Ambon yang masih minim guru atau penulis yang ikut pelatihan menulis.  

Pada bulan Agustus 2021 secara resmi Kamila Press mempunyai izin usaha atau SIUP  yang sekarang diganti dengan istilah SIP. Fungsi SIP untuk Kamila Press bisa langsung mengajukan No. ISBN ke Perpusnas. 

Buku terbitan Kamila Press ini memiliki cover yang tebal dan halus, serta memiliki kertas dalam bookpaper (coklat halus ) ekspor serta desain cover dan layout yang bagus. Pada bulan agustus 2021 ada seorang penulis cetak 2 buku sebanyak 600 eksemplar. Pencapaian yang luar biasa bagi penerbit Indie.


Langkah-langkah dalam menjadi penerbit buku adalah :

1.) Mengurus CV di Dinas Perizinan.

2.) Setelah mendapatkan sertifikat izin tersebut terbit dari Jakarta maka dimulailah perjalanan menjadi penerbit.

3.) Selanjutnya mendaftarkan diri ke Perpusnas dengan membuka webnya, dan mengisi sesuai permintaan di sana untuk mendapatkan izin sebagai penerbit dengan meminta nomor ISBN, kemudian akan muncul persetujuan dari Perpusnas yang artinya kita bisa menerbitkan buku ber-ISBN.

Bulan September 2022 terjadi krisis ISBN, karena banyaknya penerbit yang tidak mendapatkan izin ISBN nya. Permasalahannya adalah karena membludaknya permintaan nomor buku ISBN mengakibatkan terjadi seleksi untuk penerbit. 

Efek kebijakan tersebut buku yang nulis bareng tidak dapat di ISBN karena beberapa kasus, sebagai berikut:

1. Penerbit yang sudah mendapatkan ISBN ternyata bukunya tidak dicetak oleh penerbit,

2. Penerbit hanya mencetak 5 buku, dan bukunya hanya kegiatan menulis biasa.

3. penerbit tidak menyetorkan 2 buku di Perpusnas dibagian penerima buku.

Sehingga hal ini menyebabkan timbulnya beberapa aturan dari Perpusnas bahwa penerbit harus memiliki link/web berbayar. Sekarang menulis bareng, baik literasi sekolah menulis bersama (Antologi), tidak bisa lagi di ISBN kan, kecuali buku solo, baik puisi, cerpen dan semacamnya itu bisa di ISBN dengan syarat:

1.) Pengajuan dari penerbit harus ada web berbayar untuk mengajukan ISBN dengan persyaratan lainnya ( Cover Buku, Judul Buku, Sinopsis, Surat pernyataan keaslian karya yang ditanda tangani penulis bermaterai 10000 dan mengetahui direktur penerbit, surat pernyataan penerbit, naskah buku berupa pdf dan watermarknya).

2.) Setelah diajukan menunggu kadang 3 hari, seminggu, 2 minggu, itu tergantung petugas ISBN. Jika tidak lengkap maka ada pemberitahuan dari Perpusnas.

Contohnya adalah sebagai berikut :




Sesi Pertanyaan

1. Untuk penerbit adakah standar kertas yang baku serta biaya yang menjadi patokan oleh setiap penerbit ?
Jawaban :
Standar kertas yang umum dan baik seperti novel dan semacamnya adalah bookpaper, kelebihan bookpaper itu adalah awet sedangkan jika  coklat tebal itu gampang bolong. Kemudian bisa menggunakan kertas HVS sesuai permintaan penulis. Jika buku ilmu pengetahuan itu biasanya kertas HVS putih, kalau untuk novel cerpen atau kumpulan puisi itu coklat yang halus.

Setiap penerbit indie atau mayor memiliki hitungan masing-masing. 

2. Beberapa hari waktu yang diperlukan untuk menerbitkan buku ?
Jawaban :
Jika proses ISBN cepat maka 1,5 setengah bahkan 1 bulan pun terbit, jika lama biasanya 2 bulan.

3. Untuk membuat CV hingga memiliki usaha penerbitan buku beserta karyawannya, berapa gambaran modal awal yang dikeluarkan ?
Jawaban :
Untuk mengurus di dinas perizinan kabupaten itu gratis, tetapi ruwet. Tips dari saya adalah mengurus lewat  notaris agar cepat selesai dan tidak ribet. Kisaran biayanya adalah 2,5 juta- 3 juta. biasanya sekitar 2 minggu selesai.
Untuk modal tidak harus untuk mendirikan percetakan, bisa dengan bergabung dengan percetakan yang sudah ada. Lebih murah dan lebih gampang. Untuk TU nya kalau saya 2 yang penting paham mengenai editing dan editor.

4. Apakah secara financial, membuka penerbitan buku itu profit ? Bagaiaman strategi agar buku yang dicetak bisa langsung ke jual ?
Jawaban :
Menerbitkan buku secara finansial masih menguntungkan asalkan dilayani dengan baik, hasil cetakkannya bagus. Tujuan saya menjadi penerbit adalah membantu guru-guru menelurkan buku, pengembangan literasi, dan penyebaran ilmu pengetahuan. Saya kira masih banyak orang yang membaca buku.

5. Untuk bulo solo kumpulan puisi minimal berapa lembar ? Jika puisinya pendek berarti dalam 1 lembar ada dua puisi ? 
Jawaban :
Miniman 60 halaman , untuk puisi dan pantun 1 konten 1 halaman atau 1 halaman 2 konten.

Terimakasih atas ilmu yang diberikan, semoga bermanfaat untuk semua

Kuala Pembuang 18 Maret 2023
Dewi Indria, S.Si



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resum pertemuan 1 KBMN PGRI angkatan 28

Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Soal KSTK KEBUMIAN 2020