Mewujudkan Mimpi Menerbitkan Buku Lewat Penerbit Mayor
Menjadi penulis buku Mayor adalah dambaan dari kebanyakan semua penulis. Tapi tidak semudah itu menjadi penulis buku Mayor. Ada tingkatan dan lika-liku untuk itu. Hari ini di kelas KBMN 28 akan berbagi ilmu bagaimana karya kita bisa menembus penerbit Mayor. Mauuuu.... Tentu saja mau dong. Hanya ada di sini... KBMN 28.Sttt malam ini yaa jangan sampai lupa .. sekilas pembuka materi yang sangat menyentuh hati agar menguatkan diri bisa menerbitkan buku di penerbit mayor, semoga suatu saat bisa terealisasikan, Aamiin
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tak terasa kita sudah memasuki malam ke 26, tinggal 4 hari lagi maka pembelajaran di Kelas Belajar Menulis Nusantara ini akan segera berakhir. Dari lama nya belajar, yang memakan waktu kurang lebih 2,5 bulan, harusnya bisa memberikan dampak positif dari hasil pembelajaran ini.
Saya sangat bangga dan senang bisa bergabung di kelas ini dan berharap ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi.
Materi malam ini merupakan jalan bagi kita untuk bisa melihat dan membuka peluang agar karya yang sudah kita hasilkan bisa diterbitkan di penerbit mayor.
Pembelajaran kita malam ini di moderator oleh Ibu cantik Raliyanti yang akan menemani pemateri keren Bapak Joko Irawan Mumpuni, beliau merupakan Direktur Penerbitan dari Penerbit Andi Yogyakarta. Beliau juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP dan Asesor BNSP.
Luar biasa, materi kita malam ini yang akan membuka wawasan dan kesempatan kita untuk dapat meraup ilmu, baik dalam hal penulisan dan juga penerbitan. Sehingga kita tau tentang penerbit mayor dan bagaimana caranya agar naskah kita bisa tembus di penerbit Mayor Andi Yogyakarta.
Malam ini bapak Joko Irawan Mumpuni akan memberikan kita materi bagaimana dapat belajar bersama-sama membuat tulisan yang berguna bagi siapapun yang membacanya.
Menurut beliau setiap penulis mempunyai impian kalau bukunya bisa diterbitkan oleh PENERBIT MAYOR. Karena tidak banyak jumlah PENERBIT MAYOR DI INDONESIA. Menjadi penerbit mayor memiliki kriteria yang tidak mungkin dapat diraih dalam waktu pendek, tetapi bisa sampai puluhan tahun.
Syarat menjadi penerbit mayor salah satunya adalah harus sudah memiliki judul terbitan buku puluhan ribu judul dan tiap tahunnya harus menerbitkan ratusan judul secara konsisten.
Penerbit adalah Industri kreatif yang didalamnya ada kolaborasi insan-insan kreatif : Penulis, Editor, Lay Outer, Illustrator dan desain grafis.
Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan-insan kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya-karya kreatif.
Menurut Bapak Joko Irawan Mumpuni Ada banyak jenis buku di dunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:
Dua kategori besar jenis buku adalah buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebut buku Perti (perguruan tinggi). Buku non teks dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini:
Buku Perguruan tinggi dibagi dua lagi menjadi buku Eksak dan Non Eksak.
Kalau kita lihat dan kita amati gambaran hasil survei dunia perbukuan di Indonesia. Maka ada beberapa hal yang bisa kita jadikan sebagai dasar atau inspirasi penulisan buku. Sehingga kita dapat memahami keinginan dan minat buku yang saat ini menjadi trend.
Sekarang mari kita lihat contoh-contoh buku yang telah terbit:
Selanjutnya kita akan segera masuk dalam bahasan bagaimana proses penerbitan mulai dari memasukan/mengirimkan naskah buku ke penerbit hingga buku itu terbit dan beredar. inilah gambarnya.. rumit ya..
Stelah teman-teman tahu proses bagaimana naskah buku dari awal sampai beredar dipasaran, kita saatnya mengetahui Penerbit yang baik dan Penerbit yang perlu diwaspadai.. berikut point-point nya..
Ada kutipan yang sangat menarik untuk para calon penulis:
Nah sekarang mengapa kita harus menulis? Apa sih yang didapatkan ketika penulis tersebut sudah berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi.. ini yang akan didapatkan:
Ini riancian penjelasannya:
Pasti sekarang ada yang bertanya 'lalu apa yang dimaksud dengan tema populer bagaimana cara menilainya?tentunya jawabnya dengan data. Salah satu data yang kami pakai adalah trend dari google trend. contohnya:
Jadi penerbit akan menerima naskah buku yang memiliki pangsa pasar yang luas.
Sehat selalu, berkah ilmu yang diberikan dan semoga nanti akan semakin banyak peserta KBMN PGRI yang naskahnya bisa diterima di penerbit mayor. Aamiin..










































ayo segera terbutkan bukumu!
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung om jay. Buku nya Masih tahap layout, semoga bisa secepatnya, Aamiin
HapusLengkap sekali resumenya
BalasHapusTerimakasih ibu
Hapus