Sistematika Penulisan Buku

 

Resume lima belas
Jumat 10 Februari 2023
Tema: Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis 
Nara Sumber: Yulius Roma Patandean, S.Pd
Moderator: Arofiah Afifi, S.Pd


Tak terasa malam ini sudah memasuki malam ke-15 dari 30 kali pertemuan yang harus saya ikuti, malam ini materi yang disampaikan sungguh luar biasa karena ini merupakan materi yang sangat saya cari selama ini, dan tak menyangka materi ini saya dapatkan di KBMN PGRI 28 ini. 

Awalnya saya tidak terlalu semangat karena lelahnya aktivitas keseharian yang begitu menguras tenaga dan pikiran. Namun ketika saya buka link video pertama yang dikirim Pak Roma saya langsung bersemangat ketika dalam video tersebut beliau menjelaskan sistematika yang mudah dalam pengetikan daftar isi, kutipan, indeks,  dan daftar pustaka dengan otomatis.

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

Membuat saya teringat kembali bagaimana pertama kali saya menulis buku Solo saya yang berjudul Memory Of Ramadhan. Buku ini merupakan challenge pertama saya selama bulan Ramadhan.

Menulis perjalanan keseharian saya dalam bulan Ramadhan selama 30 hari penuh. Sebenarnya challenge ini merupakan tantangan dari tim penulis untuk kita bisa menyelesaikan penulisan selama ramadhan yang kemudian karya tersebut akan dipilih menjadi buku antalogi bersama peserta yang lulus.

Namun bagi saya, sayang kalau tulisan ini cuma dipilih beberapa saja menjadi buku antologi sehingga saya berkeinginan tulisan saya tersebut menjadi sebuah buku Solo yang akhirnya lahirlah Memory Of Ramadhan tersebut.

Tantangan kedua, saya harus membuat desain sampul, layout, daftar isi sampai sinopsis sendiri. 

Karena ini pertama kalinya saya membuat buku solo. Akhirnya desain sampul saya buat menggunakan aplikasi canva, namun dari sinilah saya tertantang untuk bisa membuat mendesain sendiri sehingga saya mengikuti beberapa kursus pelatihan animasi Ibispaint dan medibang sehingga saya bisa mendesain cover saya sendiri. 

Cover pertama yang saya buat sendiri merupakan buku antalogi kumpulan 100 puisi karya guru dan siswa di sekolah saya yang lagi tahap editing dan insya Allah bisa segera terbit, dengan dua siswa saya sebagai model gambarnya. Pembuatan cover ini menggunakan beberapa aplikasi dari kamera, Ibispaint, pixelLab dan google. 


Sedangkan daftar isi dan lainnya saya cuma bisa menulis dengan manual dan itu sungguh menguras waktu dan tenaga karena ketidakpahaman saya. Namun materi yang disampaikan Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd yang biasa dipanggil Pa Roma dengan moderator hebat kita Ibu Arofiah Afifi, S.Pd memberikan semangat bagi saya kembali untuk bisa menyusun buku secara sistematis tanpa ribet. 

Beliau menjelaskan dalam youtobe beliau langkah-langkah penulisan secara terperinci dan runut sehingga sangat mudah dipahami, namun tetap harus kita praktekan.

Disini beliau juga berbagi pengalaman bagaimana pertama kalinya beliau menulis buku pada tahun 2020. Buku pertama yang beliau terbitkan adalah buku solo berjudul *Guru Menulis Guru Berkarya* Kontennya adalah materi-materi yang disampaikan para narasumber di KBMN PGRI angkatan 9. 

Sehingga bisa mempertemukan beliau dengan beberapa tokoh pendidikan dan teknologi yang akhirnya membuka wawasan beliau tentang menulis. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Dalam materinya, Prof. Ekoji menantang peserta untuk menulis dalam waktu satu minggu.

Satu Minggu, keren banget, tidak bisa saya bayangkan. Karena saya juga mengikuti tantangan ini dalam beberapa Minggu saja rasanya hampir menyerah kalah kalau tidak Kami bertiga harus saling menguatkan.

Tak hanya itu kemudian lahir buku kedua masih bersama Prof. Richardus Eko Indrajit
Sungguh luar biasa, karena saya belum bisa melahirkan buku non fiksi karena selama ini saya masih diasyikkan dengan buku-buku fiksi, sehingga saya akhirnya mengajukan pertanyaan apakah sistematika penulisan ini berlaku untuk penulisan non fiksi atau juga karya fiksi? Kalau memang untuk keduanya, sistematika penulisan yang benar untuk buku fiksi seperti apa?

Dari jawaban Pak Roma ternyata beliau juga sudah menulis beberapa karya baik fiksi dan non fiksi. Dan ternyata metode penulisan di Ms Word yang digunakan juga sama begitu juga dengan langkah-langkahnya. Yang membedakan adalah pengisian Indeks dan Daftar Pustakanya.

Saya berharap setelah mengikuti kegiatan KBMN PGRI 28 ini karya-karya saya berupa non fiksi pun bisa lahir, Aamiin.

Menurut Pak Roma penyusunan dan pengeditan naskah buku tersebut? Semua buku yang beliau tulis, penyusunan dan pengeditannya beliau pelajari secara otodidak.

Menggunakan versi gratis tanpa aplikasi tambahan yang ada pada Ms Word. Ada aplikasi yang bisa digunakan agar tulisan naskah buku itu  bisa "sistematis". Ada Zotero dan Mendeley yang populer di kalangan mahasiswa dan akademisi. Namun terus terang bagi saya aplikasi ini saya tidak mengetahuinya dan baru dengar dari materi bapak malam ini.

Sepenggal motivasi beliau untuk kita berani mencoba dan jangan merasa ragu. Mulailah menulis, menyusun dan mengedit naskah buku dengan hanya tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada per *COBA*an. Dengan mencoba, maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba. 

Percobaan mendorong teman-teman untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Pertanyaannya, apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka *LAKUKAN* dengan segera. Praktekkan sekaligus, biarkan mengalir bersama jari-jari mungil teman-teman. Melakukan proses lebih dalam menulis membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan kita tulis, susun dan terbitkan.

Ketika Menulis harus menjadi sebuah budaya. Maka, BUDAYAKAN!  bersama dengan praktek menyusun dan mengedit naskah. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya.

*#KONSISTEN* adalah langkah pamungkas dalam teori menulis, menyusun dan mengedit naskah yang selama ini kita lakukan. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam mempraktekkannya.

Keren Pak materinya malam ini, saya jadi penasaran dan pengen mencoba untuk bisa mempraktekkannya. 

Ada beberapa pertanyaan dari teman-teman yang bisa menjadi contoh untuk kita;

1. Milma dari Bengkulu.

Bagaimana Menemukan ebook gratis yang bisa dimasukkan ke mendeley?
Dan jika  Doi dari jurnal terkunci...bisakah membukanya dg gratis ?
Mohon tipsnya pak Roma

Jawab
Halo bu Milma..selamat malam dan salam kenal ya.
Caranya sangat gampang bu. Masuk ke pdfdrive. Di sana ada ribuan bahkan jutaan buku-buku online dengan versi Gratis untuk kita gunakan. Pdfdrive adalah perpustakaan portable saya. Ini linknya: 

https://www.pdfdrive.com/

Nah, terkait DOI jurnal terkunci, maka kita harus mengikuti petunjuk/anjuran/aturan dari penerbit jurnal tersebut. Biasanya berbayar, makanya tertutup. Saya baru sekali menggunakan Mendeley dan Zotero, jadi kurang familair lagi. Sudah terlanjur suka versi Ms Word 😊

2. Latifah jakarta 

Pak Roma. Saat ini saya menulis menggunakan gawai alias hp. Karma masih baru dan tidak menemukan fitur selengkap laptop. Kiranya ada saran aplikasi untuk membantu saya menulis buku dari hp dan gratis πŸ˜ŠπŸ™ 
Terimakasih pak Roma 

Jawab
Hi, ibu Latifah. Aplikasi menulis paling populer di android adalah Wattpadd. Ibu bisa mencobanya. Atau bisa juga mencoba Gramedia Writing Project, Writer Tools, Writer Plus, Novelist, dll.
Silahkan dicoba bu. hehehe.

Atau simpan tulisan ibu di blog Kompasiana saja bu...saya biasa ngetik tulisan di HP dan publish di Kompasiana...hehehhe 

3. Evridus Mangung  
Jika buku kita adalah kumpulan artikel yang ditulis di blog dari hasil resume KBMN gel 28.. bagaimana menyusun judul dan babnya. sementara setiap pertemuan dibahas masing-masing tema yang berbeda.

Jawab 
Hello pak Evridus Mangung. Langsung praktekkan saja pak di Ms Word berikan judul sesuai judul materi tiap pertemuan. Tinggal mengurutkan yang sama atau mirip topiknya. Sehingga naskah bukunya menjadi buku solo bentuk Bunga Rampai.

4. yulis Setyaningsih dari Banyuwangi.. Ijin bertanya:
1.Apakah menulis di buku sistematika penulisannya sama dengan kita menulis non fiksi di blog pak? 
2.Apakah bisa sharing chat ke pak Yulius jika ada hal2 yang ingin kami tanyakan lebih lanjut tekait materi malam ini? 
Terima kasih.. 🀲

Jawab
Contoh judul buku Solo pertama saya, kontennya dari artikel di program belajar menulis. Ini saya sistematiskan menggunakan Ms. Word.

1. Menulis di blog sebenarnya bebas, tinggal mengikuti tools yang ada di template sehingga lebih teratur dan menarik untuk dibaca. Bagi saya metode menulis buku sedikit berbeda dengan menulis di blog. Uniknya, naskah di blog, bisa dijadikan naskah buku dan naskah buku bisa dijadikan resensi di blog.
2. Silahkan bu, dengan senang hati. Bahkan dibantu ngedit pun boleh. Bayarannya *3M*: makasih makasih makasih 😁
Saya lampirkan salah satu naskah buku dari seorang dosen yang saya edit dan sudah diterbitkan.
Tampilan Daftar Pustaka yang diotomatiskan menggunakan Ms Word.

Tampilan pembuatan indeks buku di Ms Word. Jika diminta oleh penerbit seperti Penerbit ANDI, silahkan dicoba.
5. Ibu Samsinar_Jakarta (biar tidak salah sebut🀭)
1. Apa alasan bapak memilih Microsoft Word yang gratisan?
2. Mohon tips/cara mudah agar dapat memulai kata-kata saat memulai menulis? Karena kadang sulit memulai merangkai tulisan.

Jawab
Hi, selamat malam ibu Samsinar 
1. Alasan utamanya adalah mudah diaplikasikan dan terdapat di mana-mana, tak butuh internet untuk menggunakannya. Fasilitas ad di semua vers Ms Office.
2. Tipsnya: langsung tuliskan saja. Biarkan tidak beraturan, nanti ada waktu luang untuk membaca dan mengurutkannya dengan baik. Mulailah dari apa yang dilihat. pakai bahasa sederhana saja, seperti bahasanya Omjay kalau menulis #renyah 😊

6. Mastoyah (Demak-Jawatengah)
Saya beberapa x bahkan sering baca karya teman2 hebat disini..
Saya juga bingung mau menulis apa dan memulai dari mana, minder juga sama temen2...
Adakah tips2 nya untuk memulai menulis...terimakasih

Jawab
Percaya diri, yakinkan diri bahwa saya bisa. Tak mungkin saya berpelukan dengan Omjay di Jakarta jika tanpa menulis. jauh-jauh Omjay dari Bekasi malam-malam untuk menemui saya. Tiada duanya. Tambahan lagi Prof. Eko bersua saya. Seperti mimpi. Karena menulis kami dan kita semua seperti keluarga. 

Mulailah apa adanya, apapun yang dituliskan adalah sebuah pencapaian yang laur biasa dan pasti ada penikmatnya sendiri. Tak ada tulisan yang tak bernilai, hanya menunggu jodohnya untuk dibaca, seperti tulisan di blog. Awalnya sepi-sepi pembaca...sebulan kemudian sudah ratusan atau bahkan ribuan pembaca. 😁

7. Amin kurniawan dari ponorogo
Izin bertanya.
1. Bila kita membukukan tulisan kita dari blog apa nanti tidak termasuk plagiat meski dari blog pribadi??
2. Bagaimana triknya agar bisa menulis cepat seminggu menjadi buku.?

Jawab

*Jawab #P8*
Hi, pak Amin
1. Tentu tidak. Cantumkan tautan/link tulisan pak Amin dari blog.
2. Konsisten dan luangkan waktu, gabungkan referensi dari pengalaman pribadi dengan referensi dari sumber lain seperti internet, surat kabar, youtube dll. Berikut ini contoh tautan dari blog sendiri.

8. pak Wigung dari gunung kidul.
Nulis buku fiksi dan non-fiksi itu apa perlu dalam jumlah tertentu. Dan apa mesti pakai pustaka.
Kisah perjalanan itu masuk fiksi apa non-fiksi?

Jawab 
Halo pak Wigung. 
Menulis buku apa saja versi UNESCO minimal 40 halaman. Tapi saya sarankan minimal 70 halaman ukuran kertas A5. Kalau 40 halaman masih terlalu tipis, penerbit tentu berpikir juga untuk mencetaknya. Buku Non Fiksi sebaiknya pakai Daftar Pustaka karena bersifat ilmiah sementara fiksi tidak wajib. Kecuali fiksi dalam bentuk kumpulan puisi/cerpen...jika ada yang dikuti dari sumber lain, sebaiknya dicantumkan agar tidak tergolong plagiasi.


9. Musiroh Muki, Sidoarjo
Untuk membuat kerangka tulisan tulisan yang bagus dari sebuah judul yg kita pilih, langkah apa yang sebaiknya kita lakukan agar menarik Mina baca para pembaca.
Matornuwon

Jawab 
Selamat malam pak Musiroh Muki,
Buat tulisan dengan bahasa yang unik dan mudah dipahami pembaca. Urutkan judul/bab/sub bab yang memiliki kaitan sehingga ketika dibaca dari satu bagian ke bagian saling melengkapi. Intinya, percaya diri dengan tulisan sendiri.

10. Rosjida Ambawani - Ciamis.

1. Saat membuat tulisan nonfiksi, apakah yang menjadi referensi sebaiknya berupa buku atau bolehkah referensi dari artikel?
2. Saya sering tidak bisa membuat rangkaian kata-kata untuk menjelaskan suatu definisi atau pemikiran baku sehingga berniat copas tapi khawatir terkategori kan plagiat. Mohon solusinya.

Jawab
Hallo. Ibu Rosjida Ambawani
1. Semuanya boleh. Jangan lupa cantumkan sumbernya. Sumber tulisan adalah dasar untuk landasan teori yang kita tuliskan.
2. Buat parafrase baru atau ringkas kalimat yang disadur tersebut. Jika mengambil utuh, sebaiknya taruh dalam tanda "..." dan cantumkan sumbernya. Sehingga tidak masuk kategori plagiasi. 😊

11. Imro'atus Sholihah_ Jombang Jatim
aplikasi mendeley itu untuk menyitasi referensi? Bagaimana menginstalnya? Apa seperti install Windows?

Jawab
Salam jumpa pak Imro'atus Sholihah
ya..Mendeley itu aplikasi. cara kerjanya mirip dengan Ms Word. Silahkan coba di sini. https://www.mendeley.com/. Download untuk versi desktop dan ikuti petunjuk installya. Hal yang sama terjadi untuk aplikasi Zotero.

12. HR. Utami_UPGRIS. 
Waduh....hebat! Luar biasa! Apa saya bisa ya. Mendengarkan, menyimak tutorial cara menulis secara sistematis melalui you tube, dan begitu cepat, sreeet....langsung kencang leher saya. Mata dan gerakan tangan tidak lagi setajam dan secepat dulu. Taa...pi, meskipun begitu akan saya coba. Mungkin berulang-ulang ya menyimaknya, dan mencermati, Coba, lakukan, biasakan eh budayakan, dan konsisten, ajeg.

Jawab
Halo...... HR. Utami dari UPGRIS. Hehehe..mohon maaf kalau penjelasan di video agak cepat. Tapi saya yakin pasti bisa dipraktekkan tanpa aplikasi.

13. candra dari Jakarta 
izin bertanya pak, Kalau seandainya ditulis manual / di ketik manual dalam pengerjaan pembuatan buku nya apakah lebih bagus yang memakai aplikasi atau yang manual 
sebab kalau tidak praktek di sertai dengan ahlinya susah soalnya.

Jawab
Hi pak Candra
Saya pernah mencoba pakai aplikasi, saya cuma bicara aplikasi nulis. Bisa pakai Writer + di android. ada juga di Google Docs. Kendalanya adalah aplikasi tidak mengenal tanda baca dan huruf kapital, sehingga tetap kita akan mengedit ulang dan otomatis membaca ulang. Kesimpulan: menulis manual masih lebih efektif. 😁 Nah, dengan mengetik manual sebenarnya kita menulis sambil belajar dan menambah ilmu karena kita sudah membaca berulang-ulang. Itu prinsip saya dalam menulis.πŸ˜‰ Cobalah...pasti bisa.

15. HR. Utami_Semarang, Mohon penjelasan Pak Yulius, Jika saya hendak membukukan tulisan2 saya di Kompasiana, bagaimana caranya? 
1. Apakah semua judul/Link kita salin dan kita ketik dulu di satu kertas atau screen seperti tadi? 
2. Apakah perlu kita edit ulang, dikurangi/ditambah. Sudah publish di Kompasiana, kemudian dibukukan, bolehkah? Perlu ijin ke Kompasiana? Seperti Om jay itu bagaimana? Terima kasih. Bapak hebat!πŸ˜ŠπŸ‘ƒBu H R UTAMI Peserta Semarang: Judulnya perlu diubah, atau bagaimana, pak?

Jawab

Ibu Utami
Bisa mengambil semua judul, atau buat judul serupa, Ambil naskah seutuhnya dari Blog Kompasiana tidak masalah. Tapi cantumkan tautan artikel blog nya di Referensi atau catatan kaki. Cara menyisipkan ada di tool Ms Word.
Lebih bagus jika sempat mengedit ulang dan menambahkan penjelasan/contoh/tambahan informasi. Sudah dipublish di blog? Kenapa tidak, ambil dan bukukan, tapi ingat sumber artikelnya dicantumkan. Ada penulis Kompasiana yang pernah menerbitkan di YPTD, semua naskahnya dari tulisannya di blog Kompasiana... tapi semua tulisannya jelas sumbernya di Kompasiana.
Jika dipandang perlu, silahkan ringkas judul atau perbaiki.

Pesan dari Pak Roma untuk kita semua;
*Yakinlah* dengan kemampuan teman-teman semua. Pantang mundur dari program ini. Menulislah, tuliskan apa saja dan terbitkan bukumu. Jadilah bagian dari peradaban. Boleh miskin harta dan jabatan, tapi bersiaplah kaya ilmu, kaya teman dan menjadi sejarah lewat program menulis ini. Sekian dari saya. *BONGI MELO LAKO KITA SOLA NASANG* (Selamat malam buat kita semua). 😁

Keren dan super sekali Bapak, semoga ilmu yang didapatkan malam ini bisa bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

Kuala pembuang, Jumat 10 Februari 2023
Dewi Indria, S.Si

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resum pertemuan 1 KBMN PGRI angkatan 28

Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Soal KSTK KEBUMIAN 2020