Mukena Bunda

Clara teanrbangun di tengah malam, karena mimpi buruk dikejar hantu. Dia terbangun dan tampak ngos-ngosan seperti habis berlari.

"Hah, untung saja hanya mimpi," sambil menyeka keringat pada wajahnya. 

Andini sampai berkeringat seperti ini, karena capeknya sampai lupa berdoa, "jadi benar kata Bunda kalau tidur jangan lupa berdoa nanti diganggu setan, jadinya aku bermimpi buruk deh," gumamnya. 

Karena mimpinya itu Clara jadi merasa haus, kemudian dia keluar kamar.

"Ceklek.." Clara membuka pintu kamarnya dan bersegera menuju dapur.

Dapur tampak remang karena lampu yang dimatikan dan sedikit cahaya dari ruang tengah yang masih tampak terang. Clara mengambil air di dalam kulkas kemudian meminumnya karena memang hawanya yang terasa panas malam ini dan dia sangat kehausan.

"Astaghfirullah," Clara kaget karena menangkap sesosok bayangan putih dari kaca lemari piring yang berada disebelah kulkas, sosok itu duduk di kursi meja makan membelakanginya.

"Hussssss.." tiba-tiba terasa angin kecil melipir kelehernya.

Badannya mendadak terasa mengigil dan bulu kuduknya pun langsung meremang merinding, wajah dan bibirnya tiba-tiba terasa kering seperti dehidrasi padahal dia baru saja meminum air di gelasnya, dia terdiam tangan kirinya langsung memegang leher, ia merasa ketakutan, tangan kanannya memegang erat gelas yang baru saja dia teguk airnya.

Clara langsung teringat dengan mimpi yang baru saja dia alami sehingga membuatnya terbangun malam ini, sosok kuntilanak dengan jubah putih lusuhnya dan rambut terurai berlari melayang mengejarnya dengan mata merah dan seringai tipis menatapnya.

Clara mencoba menatap kembali bayangan putih yang masih duduk di kursi dengan diam, dia gemetar.

dan. seketika otot-otot tubuhnya terasa kaku,  kakinya menjadi lemes tanpa bisa digerakkan.

Clara terduduk dengan memegang gelasnya erat sambil menangis, mulutnya komat kamit membaca doa yang dia ingat dengan mata terpejam. Sosok tersebut terasa mendekat, Clara terus berdoa dalam Isak tangisnya.

Tiba-tiba terasa sebuah tangan yang sangat dingin menyentuh bahunya dan berkata, "Kenapa kamu menangis?"

Terdengar suara yg tak asing ditelingganya, dia memberanikan diri melihat sosok yang bicara padanya tersebut dan ternyata ibunya tersenyum berdiri di depannya dengan mukena putih yang dipakainya. 

Clara malu ternyata ibunya yang dari tadi duduk di kursi meja makan tersebut tertidur karena baru menyelesaikan sholat Isya yang terlewat.

Pesan moral : jangan lupa berdoa sebelum tidur



Pesan : jangan lupa berdoa sebelum tidur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resum pertemuan 1 KBMN PGRI angkatan 28

Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Soal KSTK KEBUMIAN 2020