Bahan Ajar vs Buku Ajar

Resume sembilan belas
Senin 20 Februari 2023
Tema: Menulis Buku Ajar
Nara Sumber: Dr.Mudafiatun Isriyah, M.Pd
Moderator: Mutmainah


 Bahan Ajar vs Buku Ajar

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatu, selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua. Tak terasa kita sudah memasuki pertemuan yang ke 19 dari 30 kali pertemuan yang akan kita ikuti.

Waktu terus berjalan dan semakin dekat dengan pertemuan ujung dari penantian, namun saya merasa tidak ingin menuju akhirnya karena rasanya saya tak ingin merasakan adanya perpisahan sehingga ilmu yang luar biasa saya dapatkan akan berakhir disini.

Tapi Kita harus berfikir bahwa ujung dari perjalanan ini bukanlah akhir dari semuanya, tapi menjadi awal bagi kita untuk bisa membentuk karakter-karakter tangguh dan hebat dari pembelajaran yang sudah kita peroleh sehingga dapat kita terapkan sebagai wujud nyata dari keberhasilan ini. 

Malam ini saya mendapatkan satu ilmu lagi yang sungguh luar biasa di KBMN PGRI 28, begitu juga dengan materi-materi sebelumnya. Tak terkira rasanya ungkapan syukur atas ilmu yang sudah diberikan tim solid Om Jay yang begitu luar biasa yang tak mungkin dapat saya balas, hanya doa yang bisa saya panjatkan semoga ilmu yang kalian berikan bisa menjadi ladang pahala bagi Bapak Ibu semua. 

Malam ini kita akan mengupas tentang menulis buku ajar yang dibawakan oleh Bu dosen Dr.Mudafiatun Isriyah, M.Pd dengan moderator Bu Mutmainah.

Beliau merupakan konselor dan penulis. Dipercaya menjadi asesor BAN PAUD Jatim sampai sekarang. Lulus cum laude prodi PAUD UNESA Surabaya dan melanjutkan studi di Universitas Negeri Malang untuk meraih gelar doktor Bimbingan dan Konseling. Buku yang pernah ditulis antara lain: 

Peran Guru dan Orangtua sebagai Pusat Sumber Belajar, Antologi Social Presence Kunci Sukses Distance Learning, Trik Menulis di Kala Sibuk, Model Bimbingan Online untuk Meningkatkan Social Presence Mahasiswa PJJ, Implementasi Sosial Presence dalam Bimbingan Online, dalam konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal dan Impersonal, Literasiku dalam Bimbingan dan Konseling dan yang saat ini proses isbn penerbit Mayor berjudul: PRAKTIK KONSELING  (PADA FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI EFIKASI AKADEMIK SISWA)

Beberapa akun beliau yang bisa dihubungi
Surel: ieiezcla@gmail.com
WA: 082226529305
FB: Mudafiatun Isriyah
IG: ieiez

Sebelum memulai materi malam ini Omjay menyapa kita terlebih dahulu  "Jika ditanya apa profesi kita?" *GURU*. Begitu kata-kata itu kita ucapkan dengan rasa bangga. Sebuah profesi yang mulia. 

Salah satu pedoman kita saat di dalam kelas adalah *BUKU AJAR*. Tapi pernahkah terbersit dalam diri kita untuk membuat buku ajar sendiri? Buku yang kita sesuaikan dengan karakter, latar belakang, dan kemampuan siswa kita masing-masing. 

Terus terang ini yang dari dulu terbesit dan menjadi inginkan saya, mempunyai buku ajar sendiri sehingga kita tak repot membawa berbagai macam buku kedalam kelas.

Menulis buku Ajar seringkali tidak bisa dibuat oleh guru itu sendiri sebagai pengampu mata pelajaran. Padahal kalau guru tersebut membuat sendiri buku ajarnya, tentu akan jauh berbeda bila kita membuatnya sendiri dan tidak mengandalkan buku ajar buatan orang lain. Semoga kelak sayapun bisa mewujudkannya. 

Malam ini ibu Mudafiatun akan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada kita semua. Bagaimana cara membuat buku ajar yang berkualitas dan tentunya memiliki nilai lebih untuk kita sebagai guru.

Pertemuan yang di pandu Bu Emut Lebak sebagai moderator mengawali pembelajaran kali ini dengan motivasi yang begitu mengena.

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. *Pramudya Ananta Toer.*

*Menulislah dengan tulisan jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan".* asyiiik🤭🤭

Menulis merupakan tingkat literasi paling tinggi setelah mendengar, Berbicara dan membaca. Meskipun menulis tidak mudah namun harus tetap dilakukan sebagai bukti kita ikut memberikan sesuatu bagi peradaban. Tanpa meninggalkan tulisan manusia akan semakin mudah dilupakan.💪💪 Sungguh motivasi yang keren untuk membangkitkan jiwa kita agar selalu terus berkarya. 

Materi yang akan Bu Muda sampaikan malam ini terkait dengan: 
1. Bahan Ajar  VS  Buku Ajar
2. Pentingnya BA dalam pembelajaran
3. Buku Ajar dan Buku Hasil Penelitian/Hasil Pemikiran
4. Cara Penulisan Buku Ajar
5. Prinsip-prinsip Pemilihan Materi Buku Ajar

Yang pertama yang harus kita lakukan sebagai penulis buku adalah menguasai: 
1. penguasaan ilmu, 
2. kemampuan berbahasa, 
3. punya komitmen

Bagaimana Bahan:
1. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.

2. Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar.

3. Bahan ajar dibagi menjadi dua:
Bahan Ajar Cetak 
•Buku Teks, 
•Buku Referensi, dan Monograf, 
•Bahan Ajar Mandiri = Modul = BAJJ 
•Panduan = Petunjuk = Pedoman, 
•Atlas = Peta 
•Diagram = Poster   
•Brosur = Leaflet = Manual      

Bahan Ajar non-Cetak 
• Internet = Web Based Courses = e-learning 
• CAI = Pembelajaran Berbantuan Komputer
• Slide
• Video / TV
• Audio / Radio

Sedangkan Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar.
* Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001). 
 
Pentingnya BUKU AJAR DALAM PEMBELAJARAN?
1. Guru lebih banyak waktu untuk memberi bimbingan kepada siswa/mahasiswa
2. Siswa dapat belajar sekalipun tidak ada guru
3. Siswa dapat belajar kapan dan di mana saja.
4. Siswa tidak terlalu tergantung kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi
5. Siswa bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi.
ini kenapa pentingnya kenapa seorang guru wajib diwujudkan buku ajar tersebut.

Mengacu pada TRILOGI PEMBELAJARAN
1. Ada Tujuan, 
2. Strategi 
3. Penilaian

Karena Syarat minimal terjadinya pembelajaran adalah mahasiswa/siswa – Materi – Guru/Dosen. Seorang guru harus memiliki kepentingan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengajar nya yaitu dengan menata buku ajar sendiri sesuai mata pelajaran yang kita ampu. 

KEUNTUNGAN BUKU AJAR BAGI GURU/DOSEN?
1. Promosi & Kenaikan Pangkat 
2. Mendapatkan insentif 
3. Finansial-Royalti
4. Eksistensi diri
5. Media Ekspresi
6. Branding Personal dan Institusi
7. Penguatan Keilmuan; dll. Eksistensi diri
Nah sangat banyak keuntungan buat diri kita

Guru merupakan agen Aktivitas Pembelajaran yang memiliki CAPAIAN PEMBELAJARAN. 

Guru adalah sbg Peneliti dan Pembelajar yang memiliki Pengalaman dan Kurikulum sebagai pegangan kita dalam menulis buku ajar. 

Guru membuat RPS/Silabus sebagai Desain pembelajaran sebagai langkah awal untuk memulai semua mata pelajaran yang di desain sama dengan outline calon buku kita.
Karena ini yang akan menghasilkan buku ajar, Buku modul dan diktat. 

Seorang guru juga sebagai PENELITI? Sehingga akan menghasilkan buku referensi, monograf, artikel ilmiah, ini bahan untuk mjd buku

JENIS-JENIS BUKU AJAR
1. BUKU AJAR, 
2. BUKU MODUL, 
3. DIKTAT, 
4. PETUNJUK PRAKTIKUM, 
5. NASKAH TUTORIAL

BUKU HASIL PENELITIAN/PEMIKIRAN
Antara lain menghasilkan: 
1. BUKU REFERENSI, 
2. MONOGRAF

BUKU AJAR  VS BUKU TEKS?
Buku Ajar pada umumnya: 
1. Ditulis dan dirancang untuk digunakan siswa/mahasiswa.
2. Menjelaskan tujuan pembelajaran. 
3. Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel.
4. Strukturnya berdasarkan kompetensi yang akan dicapai.
5. Ada pemberian kesempatan latihan bagi mahasiswa.
6. Selalu memberikan rangkuman. 
7. Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa
8. Dikemas untuk digunakan dalam pembelajaran.
9. Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa.
10.Mencantumkan petunjuk penggunaan buku ajar.

Buku Teks pada umumnya:
1. Ditulis terutama untuk digunakan dosen atau pembaca umum, dipasarkan secara luas.
2. Tidak selalu menjelaskan tujuan pembelajaran. 
3. Disusun secara linier. 
4. Strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (content).
5. Belum tentu memberikan latihan bagi mahasiswa.
6. Belum tentu ada rangkuman.
7. Materi buku teks sangat   
8. Dikemas untuk dijual secara umum.
9.Tidak ada mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai. 
10.Tidak memberikan petunjuk cara mempelajarinya.

Sekarang tinggal kita sendiri yang mana yang akan kita pilih sesuai dengan kepentingan pribadi maupun untuk siswa itu sendiri.

CARA PENYUSUNAN BUKU AJAR
1. PENATAAN INFORMASI (compilation text)
Guru/Dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPS yang telah disusun

2. PENGEMASAN KEMBALI (information repackaging)
Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalah RPS

3. MENULIS SENDIRI (starting from scratch)
Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah yang diampu

Istilah: PROSEDUR KOMPILASI
1. Kumpulkan seluruh buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber acuan lain yang digunakan dalam mata pelajaran seperti yang tercantum dalam daftar pustaka di RPS. 

2. Tentukan bagian-bagian buku, artikel jurnal ilmiah, dan bagian dari sumber acuan lain yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS. 

3. Fotokopi seluruh bagian dari sumber yang digunakan per Bahan Kajian sesuai dengan RPS. 

4. Pilahlah hasil fotocopy tersebut berdasarkan urutan Bahan Kajian yang sesuai dengan RPS.

5. Buatlah/tulislah halaman penyekat bahan untuk setiap Bahan Kajian/BAB. 

6. Bahan-bahan yang sudah dilengkapi dengan halaman penyekat untuk setiap Bahan Kajian kemudian dijilid rapi (selanjutnya dicopy untuk dibagi kepada mahasiswa). 

7. Buatlah/tulislah pedoman guru/dosen dan pedoman siswa/mahasiswa untuk mendampingi bahan yang sudah dikompilasi tersebut.

PROSEDUR PENGEMASAN KEMBALI INFORMASI
Informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan (RPS + RTM) Informasi tersebut disusun kembali/ditulis ulang dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai untuk menjadi buku ajar (digubah), kemudian ditambahkan:
1. Kemampuan/kompetensi yang akan dicapai. 
2. Petunjuk belajar bagi mahasiswa. 
3. Latihan. 
4. Ringkasan. 
5. Umpan balik. 
6. Evaluasi formatif.

PERTIMBANGAN PENULISAN BUKU AJAR OLEH GURU/DOSEN (MENULIS SENDIRI) ????

1. Guru merupakan pakar dalam bidangnya (menguasai bidang ilmu). Nah guru adalah pakar bagi dirinya sendiri yaaa, ini skill kita sebenarnya ga bisa tertandingi denhan profesi pekerjaan yang lainnya, maka banggalah dengan menjadi guru.

2. Guru mempunyai kemampuan menulis. Karena menulis merupakan tingkat literasi paling tinggi setelah mendengar, Berbicara dan membaca. Meskipun menulis tidaklah mudah namun harus tetap kita lakukan sebagai bukti bahwa kita ikut memberikan sesuatu bagi peradaban. Tanpa meninggalkan tulisan manusia akan semakin mudah dilupakan.

3. Guru memahami kebutuhan mahasiswa/siswa dalam bidang ilmu yang dibinanya. Karena hanya guru yang mampu memahami karakter dan kebutuhan siswanya masing-masing.

4. Guru memiliki kemampuan mendesain pembelajaran. Setiap guru dituntut untuk bisa mendesain sendiri pembelajarannya sehingga dapat menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MATERI BUKU AJAR
1. PRINSIP RELEVANSI
Materi pembelajaran hendaknya ada hubungannya dan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Misalnya, jika kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta.

2. PRINSIP KONSISTENSI/KEAJEGAN
Materi pembelajaran harus konsisten dengan kemampuan akhir yang ingin dicapai, baik dari segi jumlah materi maupun dari taksonominya. Jika kemampuan akhir yang harus dikuasai mahasiswa empat macam, maka materi buku ajar yang harus dikembangkan juga harus meliputi empat macam

3. PRINSIP KECUKUPAN
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu mahasiswa menguasai kemampuan akhir yang diharapkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai capaian pembelajaran mata kuliah dan kemampuan akhir. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

SISTEMATIKA BUKU AJAR
Biasanya tergantung dari penerbit juga ya, tetapi kita sbg seorang guru juga memiliki kesiapan untuk menata outline buku kita sendiri yaitu: 
1. BAB 1 Pendahuluan
Penyajian
Penutup
Daftar Pustaka
Senarai (glossary)

Tinjauan Mata Pelajaran : Prakata  
֍ Petunjuk Penggunaan Buku Ajar bagi Mahasiswa 
֍ Identitas Mata Kuliah 
֍ Deskripsi Singkat Isi Buku Ajar 
֍ Kegunaan Mata Kuliah bagi Mahasiswa 
֍ Capaian Pembelajaran Mata kuliah

2. BAB I 
Kemampuan Akhir 
Indikator 
Pendahuluan, terdiri dari: 
֍ Deskripsi singkat berupa gambaran umum tentang cakupan bab tersebut.  
֍ Relevansi antara bab tersebut dengan pengalaman yang telah dimiliki mahasiswa atau manfaat bagi mahasiswa.

Penyajian:     
֍ Uraian atau penjelasan materi (sesuai dengan jenis materi) dan diikuti dengan contoh-contoh. 
֍ Ilustrasi yang sesuai dengan uraian materi. 
֍ Tugas dan Latihan yang dilakukan mhs setelah membaca uraian materi. 
֍ Rangkuman/ringkasan dari konsep atau prinsip yang dibahas.

Penutup, terdiri dari:   
 ֍ Penilaian, konsisten dengan rumusan indikator dan Kemampuan Akhir. 
֍ Umpan balik, untuk dapat menilai sendiri hasil belajarnya (kunci jawaban tes). 
֍ Tindak lanjut.

DAFTAR PUSTAKA 
SENARAI, berupa daftar istilah teknis yang dianggap penting dan perlu dijelaskan. 
DAFTAR INDEX (jika diperlukan).
 
Beberapa pertanyaan dari peserta:
1. Umatun Nur Islamiyati,dari Magelang. 
Pertanyaan Bagaimana langkah langkah membuat buku ajar yang bermutu?
Maturnuwun
Jawab
Buku bermutu yang bisa mengukur adalah masing-masing guru pengampu mata pelajaran, RPS yg dibuat itu dasarnya, sesuai kurikulum dan saat ini didukung bgmn implementasi dg merdeka belajar itu sangat dibutuhkan saat ini, kolaborasi kurikulum, seni merancang ide-ide guru tentunya yg sesuai dg kondisi dan karakter siswa di manan siswa itu berada

2. Hasbi Aprizal, yang ingin di tanyakan adalah bagaimana caranya untuk menuliskan sebuah referensi didalam buku ajar ?
Jawab
nah ini menarik sekali pertanyaannya, semoga Bapak Hasbi juga seorang guru yg ingin menuangkan unek-unek nya sampai menulis buku referensi. nah ini dipecah dari buku referensi menjadi buku ajar. tentunya buku referensi ini adalah hasil penelitian yg didukung oleh beberapa temuan sebelumnya yg bisa mendukung hasil penelitian secara ilmiah dan ini sangat mengerucut. kalo referensi berdasarkan penelitian kalo buku ajar hasil desain seorang guru dari RPS nya

3. bagaimana mengkolaborasikan antara referensi ke buku ajar?
Jawab
tentunya adalah guru bisa mengambil cuplikan hasil penelitian atau materi yg sangat menarik di Antara materi yang sudah di siapkan diangkat menjadi sebuah buku ajar, ini menarik sekali, seperti buku saya yang menang tersebut adalah hasil penelitian di kampus karena menarik saat itu perlu ilmu tentang belajar jarak jauh terutama ilmu BK yaitu bagaimana siswa/mahasiswa memiliki sikap menghormati/menghargai guru/dosen dalam belajar, ini yang saya angkat dalam buku saya tersebut. ini namanya buku bernovelty, buku yg ada ruh nya. bapak ibu bisa mengangkat salah satu rancangan yang sudah tersedia ambil salah satunya baru di carikan teori nya, sebagai bahan referensi terkait keilmuan tersebut.

jadilah buku ajar yang sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh siswa karena guru mengangkat buku tersebut dari pengalaman guru itu sendiri di kelas

4. Maria Ulfa_Asal Lombok. Ijin bertanya:
1. Manakah yang paling mungkin dibuat oleh seorang guru seperti saya Bunda?
2. Mengapa pengetahuan tentang Buku Ajar dan Bahan Ajar ini sangat penting untuk kita kuasai? 
Terima kasih
Jawab
Buku ajar itu sama dengan mengupas diri sendiri sbg guru mata pelajaran yang di ampu. pengetahuan tentang mata pelajaran ini kan guru tsb yg mendesain indikator-indikator nya. ini ruh nya buku ajar jika kita tahu ruh nya buku, maka mengajar itu sangat mudah dan luapan emosi kita dlm merancang buku itu akan mengikuti gaya pembuatan buku ini, sehingga buku ini akan tepat sasaran apa yang di butuhkan siswa, karenq yang lebih tahu kebutuhan siswa ini adalah guru yg bersangkutan

5. Dewi indria dari Seruyan Kalteng. Materi yang sangat saya nanti karena saya ingin sekali bisa membuat buku ajar sendiri dan malam ini dapat tercerahkan dg materi yang ibu sampaikan. Pertanyaan saya, apakah buku ajar ini berasal dari RPP kita yg kemudian kita tuangkan dalam buku ajar tersebut, Kemudian apakah buku ajar ini juga berisi materi dan juga soal2 sebagai mana buku LKS?
Jawab.
wah ini keren banget, seperti apa kesungguhan dalam mewujudkan keinginan untuk membuat buku mari buktikan bersama saya ya bu hehehheh kayaknya yg siap di dampingi dalam menulis buku ajar nya yeeeee. betul sekali, buku ajar ini sesuai dengan rancangan yanh akan di bangun untuk menyampaikan materi ibu. Desain isi seperti apa itu ibu yang tentukan sendiri tentunya mengikuti karakter dan kemampuan siswa nya. ini yg dikatakan buku nya ada ruh nya. RPP itu bahasan dari indikator yg syarat dg kompetensi yg akan di capai. langkah-langkah penulisan bukunya akan disesuaikan dg ide-ide kreatif yang ada dlm angan-angan ibu. Tentunya saat ini siswa kita sudah masuk era gadgeting yaa kita harus lebih banyak menggunakan buku yang milenial yang di kombinasi dengan materi yang sesuai

Alhamdulillah materi berakhir dan ditutup dengan pesan Bu Muda untuk kita tetap semangat untuk mendapatkan pengetahuan, karena Tuhan akan memberikan bagi kita yang mau berusaha sebuah derajat diri yang tak ternilai.

Karena guru merupakan sosok yang akan ditiru, guru sebagai model yamg akan menjadi figur, daya pandang siswa tak terukur karena melihat sosok guru idaman. Torehan guru menjadi prasasti bagi siswa, maka lantas guru mau seenaknya tanpa harus menjawab kebutuhan siswa yg sesungguhnya?? sungguh tidak manusiawi jika seorang tidak merancang pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa. Oleh karena itu marilah kita menjadi seorang guru yg memiliki komitmen untuk menghargai diri sendiri sebagai seorang yang sangat ditunggu siswa. jadilah guru yg kreatif, desain lah pembelajaran yang menarik, buatlah buku ini sebagai hasil karya guru yang di tunggu.

Terimakasih semuanya atas ilmu yang sungguh luar biasa malam ini.

Kuala Pembuang, Senin 20 Februari 2023
Salam manis,
Dewi Indria,S.Si

      

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal KSTK KEBUMIAN 2020

Pembahasan Soal OSK Kebumian Tahun 2020

Prediksi soal astronomi olimpiade Kebumian