Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Mengatasi Writer's Block by Kak Ditta

Resume ketujuh
Senin 23 Januari 2023
Tema: Mengatasi Writer's Block
Nara Sumber: Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr
Moderator: Rallyanti, S.Sos.,M.Pd

Setelah istirahat pertama Andini menuju ruang perpustakaan untuk sekedar melewati waktu istirahat dengan membaca.

Dua orang siswi mendekati Andini yang sedang membaca, Andini duduk di bangku paling pojok didekat jendela.

"Ibu apakah saya boleh ikut bergabung dalam komunitas menulis?" Tanya Clara siswa kelas X IPA 1 yang kemudian duduk bersama Bella di depan meja Andini.

"Boleh, tidak ada yang melarang kalau kamu memang berminat untuk belajar menulis," Sahut Andini dengan menatap Clara dan Bella dan tersenyum kepada mereka.

"Saya juga boleh ikut Bu?" Sahut Bella siswa kelas X IPA 3 ikut menanggapi.

"Kalau memang kalian ingin belajar, nanti ibu masukkan dalam grub, asal kalian memang benar-benar serius ingin menulis, tapi kalian nanti harus tetap mengutamakan tugas utama kalian sebagai pelajar dengan belajar dengan baik."

"Baik Bu." Sahut Bella dan Clara berbarengan.

"Bu, selama ini saya merasa tidak percaya diri dengan tulisan saya. Saya pernah menulis di Wattpad tapi ternyata tidak ada satupun yang membaca tulisan saya, sehingga akhirnya saya berhenti untuk menulis." seru Friskhilla siswi kelas XI IPS 1 yang kebetulan duduk tidak jauh dari Andini dan ikut menyimak obrolan mereka.

"Nah kebetulan sekali, Ibu baru malam tadi ikut pembelajaran menulis bareng KBMN PGRI yang membahas Writer's Block."

"Apa itu Writer's Block Bu?" Tanya Bella antusias.

"Dari pembelajaran ibu malam tadi yang di moderator oleh ibu cantik Raliyanti, S.Sos.,M.Pd dengan narasumbernya, Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr guru cantik asal Sumedang yang masih muda namun punya segudang kegiatan dan juga prestasi lho usianya sekitar 30 tahunan. Beliau menjelaskan bahwa Writer's Block atau WR Sederhananya, adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis, sehingga tak lagi produktif dan berkurangnya kemampuan menulis. Hal ini bisa terjadi dengan disadari atau pun tidak." Jawab Andini.

"Sama persis seperti apa yang saya rasakan sekarang Bu, gara-gara itu akhirnya membuat saya jadi malas menulis lagi," sahut Friskhilla dengan wajah muram.

"kata Bu Ditta Istilah _writer's block_ sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940an. Diperkenalkan pertama kali oleh Edmund Bergler, seorang psikoanalis di Amerika. WB ini seperti virus yang bisa menyerang para penulis-penulis tak peduli tua atau muda, profesional atau belum, WB bisa menyerang siapa pun yang masuk dalam dunia kepenulisan, seperti yang Friskhilla rasakan sekarang."

"Lalu bagaimana Bu cara mengatasinya, karena saya juga merasakan hal yang sama karena merasa tulisan yang saya buat itu tidak menarik." Sahut Clara menimpali.

"Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali WB dan cara mengatasinya. WB ini bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Tergantung seberapa cepat kita menyadari dan mengatasinya. Dan WB ini bisa terjadi berulang. Me-reinfeksi kita sebagai penulis. Itulah mengapa kata Bu Ditta WB ini sebagai "virus" yang sesekali bisa aktif bila kondisinya memungkinkan. Ibarat penyakit, tentu akan lebih mudah disembuhkan bila kita mengetahui faktor penyebabnya, bukan?"

"Emang apa penyebabnya Bu?" Sahut Friskhilla antusias

"Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan WB, 1. Mencoba metode/topik baru dalam menulis, 2. Stress, 3. Lelah fisik atau mental, 4. Terlalu perfeksionis."

"Maksudnya apa Bu?" Tanya Friskhilla

"Mencoba metode/topik baru dalam menulis* sebenarnya bisa menjadi penyebab sekaligus obat untuk WB.

"Kok bisa Bu, penyebab tapi bisa juga sebagai obat?" Tanya Bella.

"Maksudnya begini, misal ketika jadi penyebab, ada orang yang senang menulis cerpen atau puisi. Kemudian tiba-tiba harus menulis KTI yang tentu saja memiliki struktur dan metode penulisan yang berbeda. Bila tak lekas beradaptasi, bisa jadi kita malah terserang WB. Lalu bagaimana ini bisa menjadi salah satu obat WB? Jawabannya akan berkaitan dengan faktor penyebab WB yang kedua dan ketiga.

"Apa maksudnya Bu, saya masih belum paham?" Sahut Clara.

"Iya, saya juga bu." Timpal Friskhilla.

"Dalam Kamus Psikologi, *stres* diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik. Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat juga dapat memicu stress. Saat kita mengalami stress maka jangan menulis dulu, karena kita bisa merasa jenuh dan suntuk, kemudian kita pasti akan terserang WB deh."

"Ooo...lalu, apakah yang harus kita lakukan dan kaitannya dengan mencoba metode atau topik baru apa Bu?' tanya Friskhilla.

"Jadi ketika kita stres dan jenuh maka mencoba hal baru dalam menulis bisa jadi alternatif solusi. Paham maksud ibu?" Tanya Andini dengan tersenyum.

"Ooo...paham bu." Sahut Bella, yang diangguk oleh Clara dan Friskhilla.

"Karena mempelajari hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya pastilah menyenangkan. Salusi lainnya adalah dengan rehat sejenak dan melakukan hal yang disukai untuk refreshing, bisa dengan membaca buku-buku ringan untuk cemilan otak juga bisa jadi solusi mengatasi WB. Biar bagaimanapun, WB bisa terjadi karena kita belum bisa mengekspresikan ide dalam bentuk kata. Dengan membaca, kita bisa menambah kosa kata. Pada akhirnya, jika diteruskan insya Allah bisa sekaligus mengatasi WB." Jelas Andini.

"Lalu bagaimana dengan maksud terlalu perfeksionis Bu?" Tanya Clara.

"Tadi siapa diantara kalian yang masih sering khawatir tulisannya tidak dibaca? Khawatir dinyinyir orang? Khawatir dikritik ahli? Khawatir tulisannya nggak bagus? Dan masiiih banyak kekhawatiran lainnya?"

"Saya Bu." Sahut Bella, Clara dan Friskhilla berbarengan.

"Belajarlah untuk tidak terlalu perduli pada kondisi menulis dimana kita tidak perlu memikirkan salah eja, salah ketik, ataupun memerdulikan apapun tanggapan orang lain terhadap tulisan kita, tetap tulis apa saja yang ingin kita tulis secara bebas karena koherensi dalam dunia psikologi hal tersebut dikenal dengan istilah *free writing* atau menulis bebas.. jadi, cobalah untuk menulis bebas untuk mengatasi salah satu penyebab WB-nya 😊👍🏻

"Benar Bu? saya akan mencoba lagi untuk menulis apa yang ingin saya tulis." Jawab Friskhilla

"Tetap semangat, bukankah tulisan yang buruk jauh lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai?" Jawab Andini.

"Benar juga Bu," sahut Clara dengan tersenyum.

"Makasih Bu atas nasehat dan wejangannya, semoga kami nanti bisa seperti ibu mempunyai karya dan buku sendiri." Sahut Friskhilla.

"Aamiin, ibu cuma ingin memberikan ilmu yang sudah ibu dapatkan kepada kalian melalui komunitas ini, ibu merasa agak terlambat karena baru menginjak usia 40 baru mulai belajar menulis, namun tidak ada kata terlambat untuk kita belajar memulai nya kan. Semuanya kembali kepada niat, semoga dengan menulis kita bisa memberikan manfaat untuk orang lain, seperti ungkapan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak."

"Wah keren Bu, makasih banyak Bu, kami akan selalu berusaha menjadi yang terbaik." Jawab Bella.

Tak terasa 30 menit waktu istirahat berlalu, lonceng masuk sudah berbunyi dan waktunya para siswa untuk kembali belajar kedalam kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Bella, Clara dan Friskhilla.

Kuala Pembuang, Selasa 24 Januari 2023
Dewi Indria,S.Si


Komentar

  1. semangat mengatasi WB, minta tolong lirik dan komen https://notshka.blogspot.com/2023/01/ulala.html

    BalasHapus
  2. Pengen bisa menulis seperti ini Bu

    BalasHapus
  3. Masya Allah.....ini rangkain untuk dibuat buku solo ya Bu .

    Silakan mampir ke halamaku

    https://notesina.blogspot.com/2023/01/mengatasi-writes-block.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2n Bu, baru 2 resume yg saya buat bentuk cerpen

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal KSTK KEBUMIAN 2020

Pembahasan Soal OSK Kebumian Tahun 2020

Prediksi soal astronomi olimpiade Kebumian