Menggapai Angan Meraih Asa
Resume Pertemuan ke 10 KBMN PGRI 28
Sebagai seorang ibu Andini harus selalu bangun pertama kali dibandingkan dengan penghuni rumah lainnya. Andini bergegas membangunkan suaminya dan juga Zaviera anak semata wayang mereka untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah selesai Andini melanjutkan aktivitas berikutnya.
Andini berpamitan pada suami dan anaknya, yang akan berangkat bersama. Andini melajukan motor butut meticnya menuju sekolah tempat dia mengajar sebagai guru bahasa Indonesia.
Pagi ini dia akan mengajar di kelas XII IPA 1 tentang bagaimana kiat menulis cerita fiksi.
"Assalamualaikum, anak-anak," Andini masuk kedalam kelas dan memberikan salam.
"Walaikumsalam Bu Andini," jawab anak-anak secara serentak.
"Bagaimana kabar kalian pagi hari ini? semoga sehat selalu ya!"
"Alhamdulillah baik Bu," jawab mereka serentak.
"Sebelum memulai pelajaran, tolong ketua kelas untuk memimpin doa sehingga pelajaran kita bisa berjalan dengan baik dan lancar serta ilmu yang didapat menjadi berkah."
"Siap gerak, marilah teman-teman sebelum kita memulai pelajaran pada pagi hari ini kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing, berdoa mulai!" seluruh penghuni kelas menundukkan kepala mereka dan ruangan menjadi hening.
"Doa selesai."
"Apakah ada yang tidak masuk sekolah pada hari ini?" tanya Andini.
"Hadir semuanya Bu," jawab mereka serentak.
"Baik, pembelajaran kita pada hari ini berkaitan dengan kiat menulis cerita fiksi, ada yang tau apa saja yang berkaitan dengan cerita fiksi?" tanya Andini.
"Cerita seperti cerpen Bu," jawab Umatun.
"Novel dan puisi Bu," jawab Nanang Mustafa.
"Benar semuanya," jawab Andini.
"Kita akan menyusun sebuah huruf yang akan berderet menjadi untaian kalimat indah, seindah hati yang selalu semangat untuk mau belajar dan terus belajar."
"Hihihi, keren Bu," teriak anak-anak riang mendengar bahasa puitis yang keluar dari mulut Andini. Andini tersenyum menanggapi celoteh anak-anak.
"Kata-kata itu sebuah kalimat dari seorang inspirator fiksi yang dikenal dengan nama Mr. Bams atau Bapak Bambang Purwanto, S.Kom,Gr inspirator hebat yang perlu kita ikuti jejak karyanya," jawab Andini.
"Hari ini ibu akan menjelaskan bagaimana membuat outline:
1. Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
2. Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita
3. Membuat premis sesuai tema
4. Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya
5. Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik
6. Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail
7. Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
Sampai disini jelas, apa ada yang ditanyakan?" Andini menjelaskan secara panjang lebar. Materi yang dulu pernah dia dapatkan dari Pak guru Sudomo, S.Pt guru yang pernah mengajarkannya tentang cerita fiksi ini, guru keren yang melahirkan banyak karya dari cerita fiksinya, diantaranya 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit Andi).
"Apa yang dimaksud dengan Premis Bu, saya masih belum paham," tanya Imro'atus Sholehah.
"Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Contoh premis: "Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia", ada yang tau ini Premis dari novel apa? Novel yang kemudian menjadi terkenal dengan filmnya," tanya Andini.
"Kayanya Harry Potter ya Bu?" jawab Evridus.
"100 buat Evridus, Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi," jawab Andini.
"Bu bagaimana kiat mudah membangun alur atau plot cerita fiksi?" tanya Imro'atus Sholihah.
"1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;
2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending, paham Imro'atus?" jawab Andini.
"Paham Bu," jawabnya.
"Adalagi yang kira-kira bertanya sebelum ibu lanjutkan?"
"Saya Bu, ada 3 pertanyaan yang mau saya tanyakan!" tanya Puspa.
1) Bagaimana menulis fiksi berangkat dari kisah nyata yang apik?
2) Bagaimana membuat / menciptakan karakter tokoh cerita. Bagaimana bisa membuat masing2 tokoh punya karakter yang kuat?
3) Bagaimana menerapkan POV 1 tanpa ego kita muncul disana bu?" tanya Puspa dengan senyum manisnya.
"Baik, terimakasih Puspa, ini pertanyaan terakhir ya!
1. Kuncinya tambahkan bumbu berupa konflik, hambatan/tantangan yang dihadapi tokoh, ending yang menyentuh, dll;
2. Memberikan penjelasan selangkah demi
elangkah terkait detail karakter, sifat, watak dengan metode _show don't tell_. Kemudian gambarkan tokoh melalui gaya bahasa, lingkungan tokoh, perilaku
3. Kunci menjaga netralitas penulis POV 1 adalah jangan baper. Tempatkan diri sebagai penulis, bukan tokoh. Jelas semuanya?" tanya Andini.
"Jelas Bu," jawab mereka serentak.
Baik, tugas kalian di rumah yaitu membuat fiksimini yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. Berikut adalah contoh fiksimini yang terkenal _For sale: baby shoes, never worn._Ernest Hemingway, bisa kalian google dan browsing sebagai contoh, nanti kirim ke blog kalian masing-masing, link nya kirim ke ibu, paham?" tanya Andini.
"Paham Bu."
"Atau bisa juga kalian kembangkan kalimat yang ibu tulis ini," Andini berdiri dan berjalan menuju papan tulis kemudian menuliskan: _Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat._
"silahkan kembangkan lagi isi ceritanya dengan sebuah akhir yang tak terduga."
"Baik Bu," jawab mereka serentak.
"Demikian materi dari Ibu. Mohon maaf untuk kesalahan dan kekurangan. Terima kasih untuk peran aktif kalian, kalau ada yang belum jelas bisa kalian tanyakan ke ibu. Assalamualaikum"
"Baik bu, walaikumsalam," jawab mereka serentak
Andini berdiri dan segera keluar kelas.

Akhirnyaaa.... kelar. Semangaaat!
BalasHapus