Resume pertemuan 2 KBMN PGRI 28
Seperti kata Bunda Sri menulis harus bisa menjadi Passion atau renjana berupa gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi. Sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis.
Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam. Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Jadi ketika belum menulis ada sesuatu yang akan terasa kurang.
Banyak hal yang menjadi penghambat dan juga kendala pada sebagian besar orang untuk mau menulis. Faktor pertama biasanya bermula dari ungkapan bahwa saya tidak memiliki bakat untuk menulis sehingga tidak suka menulis. Hal ini membuat mereka selalu berada di zona aman tanpa berupaya untuk mau belajar.
Hal lainnya anggapan bahwa menulis haruslah meluangkan waktu yang banyak sehingga bisa fokus dengan apa yang kita tulis. Padahal sambil rebahan atau bersantai pun kita bisa menulis, dan apa saja yang ada dalam fikiran dan benak kita maka tuangkan semuanya melalui tulisan, tidak mesti harus menggunakan laptop ataupun ditulis di atas kertas, cukup gunakan kedua tangan kita untuk mengetikkannya melalui HP dan kirim atau simpan dalam blog atau tempat aman didalamnya.
Ada juga hambatan lainnya dalam menulis adalah tidak adanya ide dalam menulis, seperti penjelasan saya diatas, tulislah apa yang ada dalam fikiran dan benak kita dan tidak usah takut akan salah, baru baca berulang-ulang sambil kita memperbaikinya. Ada banyak ide yang bisa kita tuangkan dalam tulisan, misalnya tentang kehidupan kita sendiri, karena hampir banyak buku antalogi yang saya ikuti itu bercerita tentang pengalaman hidup saya yang dengan harapan itu nantinya menjadi kenangan buat anak cucu saya nantinya dan yang lebih penting sebagai ladang amal kita dalam menebar dakwah bil qalam melalui tulisan.
Alasan lainnya menurut Bunda Sri yang menjadi hambatan orang menulis adalah tidak mau untuk dikritik, padahal untuk menjadi seorang penulis yang baik kita harus belajar untuk menerima kritikan, saran dan masukkan dari orang lain agar karya-karya kita akan menjadi lebih baik dan bermakna.
Dengan menulis perasaan kita bisa menjadi plong, karena beban yang kita rasakan bisa tersalurkan melalui tulisan yang tentunya untuk menebar kebaikan.
Namun yang menjadi tantangan, MAMPUKAH KITA MENJADIKAN MENULIS ITU SATU KEBUTUHAN, atau FOOD SUPLEMEN Yang akan membawa kita menjadi orang yang mulia.
Tinggal kita sendiri yang menentukan pilihan, apakah mau kita abadikan semua moment dan ide cemerlang kita ataukah hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan jejak dan juga pahala kebaikan kepada kita.
Kuala Pembuang, Kamis 12 Januari 2023
Dewi Indria,S.Si


Mantaaappp!
BalasHapusHehehe, Hanyar terlihat pianπ€
HapusSemangat.. pertahankan....lanjutkan.
BalasHapusSemoga saja Bu bisa
BalasHapusMasya Allah keren bu Hj. Indri sudah senior ini mah apik tulisannya sudah mampu buat buku solo, luar biasa peserta KBMN Gel 28 super² rata² sudah punya karya tunggal
BalasHapusSalam sukses selalu bu Hj. Indri πππ
BalasHapus