Pengalaman pertama menulis

Kuala pembuang, Rabu 11 Januari 2023 

pukul 21.39 Wib.

Dari kuliah saya sudah senang membaca dan mengoleksi berbagai macam buku, terutama berkaitan tentang agama, parenting dan juga wanita.

Namun belum pernah terbesit dalam diri untuk belajar menulis karena memang saya belum banyak mengetahui bagaimana menulis itu sendiri.

Baru di usia menginjak 40 tahun ini saya di ajak teman guru satu sekolah yang kebetulan juga teman masa SMA Khusnul K. Yeni.A,S.Pd untuk mengikuti event menulis buku antalogi.

Berawal dari itulah saya memberanikan diri untuk mencoba belajar menulis, yang walaupun pada awalnya banyak sekali revisi tulisan yang harus saya perbaiki karena kurangnya pengetahuan saya tentang menulis yang baik dan benar sesuai dengan eyd maupun puebi. Mulai dari kesalahan dalam kata, kesalahan dalam paragraf dan sebagainya.

Namun dari itu semua memicu semangat saya untuk terus belajar dan menghasilkan karya dengan harapan semua itu bisa menjadi ladang amal ibadah dan akan selalu terkenang bagi anak cucu nantinya.

Dalam waktu setengah tahun Alhamdulillah saya bisa menghasilkan 20 lebih buku antalogi baik fiksi maupun non fiksi, mulai dari buku antalogi puisi, cerpen, storytelling, resep, cernak, tradisi ramadhan di belahan dunia, motivasi bahkan parenting. Dengan 2 buku solo bertema ramadhan dan insya Allah dalam proses buku solo ke-3 berisi kumpulan cerpen dan storytelling yang pernah saya tulis.

Buku puisi pertama saya dimulai dengan buku puisi bareng Kick Andi yang berjudul "Doa dan Cahaya" dalam jilid 118 bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM).

Ada juga Puisi bareng Menteri Agama, dalam rangka madrasah berpuisi menyambut HUT RI yang ke-77 tahun. Buku ini memotivasi saya untuk mengajak guru dan siswa di sekolah saya untuk mengikuti event ini, dari kurang lebih 100 puisi yang saya  dapatkan mulai dari Kepsek, Wakasek kesiswaan, kepala perpus dan beberapa guru serta siswa yang pada awalnya saya berikan tugas menulis puisi tersebut akhirnya 50 puisi saya ikutkan dalam event tersebut dan Alhamdulillah semua berhasil lolos seleksi dan dibukukan dalam buku antalogi puisi dengan judul "Buku Cintaku untuk Pertiwi," bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM). 

Ada juga Puisi pendidikan dalam buku antalogi puisi berjudul "Pembuka Kunci Masa Depan" dalam jilid 158 dan buku "Kabar Pendidikan Negeriku" dalam jilid 156 bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM).

Begitu juga kumpulan buku antalogi puisi tentang tema hujan dalam buku berjudul "Hujan dan Segala Kisahnya" serta "Hujan dan Rasa yang Tertinggal" bersama Komunitas Roemah Penulis. Dan kumpulan puisi antalogi "Merajut Cahaya" bersama Cahaya Pelangi Media. 

Saya juga pernah mengikuti lomba menulis cerpen dan Alhamdulillah berhasil meraih Juara teraktif 2 lomba menulis cerpen, yang berjudul "Mendung Tak Berarti Hujan" dalam kumpulan antalogi cerpen berjudul "Merajut Diri dalam Lukisan Cakrawala." Dan kumpulan cerpen dalam buku berjudul "Kidung Memori" bersama Cahaya Pelangi Media. 

Namun ada satu cerpen yang sangat berkesan yang saya ikuti karena harus melalui seleksi yang cukup panjang dan ketat. Dengan 100 lebih peserta yang mengikuti seleksi tersebut, membuat saya tertantang untuk bisa menyelesaikan tantangan itu dan Alhamdulillah berhasil lolos seleksi yang kemudian dibukukan dalam buku antalogi berjudul "Takdir dan Takarir" yang menjadi buku best seller karena berhasil melebihi 100 buku pada cetakan pertamanya.

Begitu juga dengan beberapa buku antalogi storytelling bertema ramadhan dengan judul "Simphony of Ramadhan" yang bercerita pengalaman saya pertama kalinya menikmati ramadhan di kampung halaman suami, bersama Tim Penulis SWA. 

Buku bertema ramadhan lainnya yang merupakan tantangan saya selama 1 bulan penuh menulis kisah perjalanan ramadhan di tahun 2022 yang kemudian dibukukan dalam kumpulan antalogi berjudul "Ramadhan in Love" bersama Liminasa Publishing yang kemudian kumpulan inipun akhirnya menjadi buku solo pertama saya dalam judul "Memory of Ramadhan." 

Masih bertema ramadhan dalam kumpulan antalogi berjudul "Keseruan Puasa Perdana Ananda" yang bercerita tentang bagaimana membersamai anak laki-laki saya dalam melewati puasa perdananya, bersama penerbit Scientia Publishing.

Ada juga buku solo kedua saya yang berhasil melewati challenge menulis selama 30 hari ramadhan tentang tradisi ramadhan di belahan dunia dan juga beberapa kota di Indonesia yang kemudian saya tuangkan dalam judul "Mengintip Ramadhan di Cakrawala Dunia" bersama penerbit Renjana Publishing.

Lanjut dengan buku antalogi bertema hijrah yang bercerita tentang perjalanan hijrah saya mengenal Islam lebih baik yang tertuang dalam buku berjudul "Hijrah I'm in Love" bersama Muslimah Cemerlang Publishing. Dan tentang hijrah saya dalam proses ta'aruf bersama suami dalam judul "Istiqomah Saat Hijrah Jangan Mudah Menyerah," bersama Liminasa Publishing. 

Storytelling saya yang bercerita tantang ibu tertuang dalam buku berjudul "Menjadi Ibu dari Langit Hingga Dasar Laut" bercerita tentang pengorbanan Mama saya dan bagaimana saya berupaya bisa membalas kebaikan beliau bersama Tim penerbit Scientia Publishing. 

Begitu juga cerita tentang Papah tentang perjalanan terakhir beliau di masa hidupnya dan menjadi jejak kenangan yang tak akan pernah saya lupakan yang tertuang dalam buku berjudul "Kado Spesial untuk Ayah" bersama Mars Publishing.  

Hampir semua buku yang saya tulis bercerita tentang pengalaman hidup saya dengan harapan menjadi kenangan untuk anak cucu, sehingga mereka bisa mengingat bagaimana perjalanan hidup saya yang tersimpan dalam sebuah buku.

Ada juga buku antalogi kumpulan resep ramadhan tentang suatu cara pengawetan dan juga pengolahan ikan khas dari Kalimantan Tengah "Wadi Ikan Sepat" yang tertuang dalam buku antalogi berjudul "Sepanci Resep Ramadhan" bersama penerbit Scientia Publishing

Buku yang tak kalah keren bertema parenting tentang bagaimana mendidik, merawat, mengasuh anak dengan bahagia dan smart dalam judul " Cukup 15 Menit Saja, Ya!" dalam kumpulan antalogi berjudul "Parenting Santuy ala Mama" bersama Tim Penulis Liwa.

Buku berjudul "Strong Woman Akhir Zaman" merupakan kumpulan antalogi yang membawa pembaca menemukan kunci-kunci bagaimana menjadi strong woman bersama Liminasa Publishing.

Buku cerita anak pertama saya yang berjudul "Baju Lebaran Alesha" tertuang dalam buku berjudul "Tawanda" bersama Tim Cernak Liwa.

Dan insya Allah buku solo ke-3 dalam masa penerbitan yang merupakan kumpulan dari cerpen dan storytelling yang sudah saya tulis saya bukukan dalam buku solo ke-3 berjudul "Untaian Kata dalam Cinta" bersama Komunitas Yuk Menulis (KYM).

Seperti kata Bunda Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd menulis harus bisa menjadi Passion atau renjana berupa gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi. Sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis. 

Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam. Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Jadi ketika belum menulis ada sesuatu yang akan terasa kurang.

Mulailah menulis dari apa yang kita sukai dan kuasai. Dan intisarinya, jika mau sukses jadi penulis hebat maka disiplinlah menulis setiap hari, maka kamu akan menemukan keajaiban apa yang akan terjadi, begitu kata Om Jay pada materi pertama pelatihan saya di KBMN PGRI 28.

Dari menulis ini akhirnya saya mulai mengajak anak-anak saya belajar menulis, Alhamdulillah anak pertama saya sudah punya 1 buku antalogi cerpen, anak kedua saya sejak SD kelas 5 sudah punya 4 buku antalogi, anak ketiga saya mulai kelas 2 SD sudah 3 buku antalogi, dan anak keempat saya mulai TK sudah menghasilkan 3 buku antalogi.

Sekarang saya pengen menularkan kesenangan menulis ini dengan membentuk komunitas menulis di sekolah saya bersama dengan Eka Yulia, S.Pd sebagai senior saya dalam menulis dan juga sebagai senior dalam mapel Geografi serta Khusnul K. Yeni A, S.Pd yang memiliki hobby yang sama, kami memulai membentuk kepengurusan dan program kerja dalam komunitas menulis ini. 

Semoga kami bisa selalu Istiqomah dalam membersamai guru, siswa dan juga alumni dalam berlatih menulis dan juga menebar kebaikan. Mengajak  semua untuk bisa terus menciptakan karya-karya yang bisa bermanfaat sehingga bisa menebarkan kebaikan bagi orang lain dan menjadi amal ibadah bagi kami, Aamiin.

Kuala pembuang, Kamis 12 Januari 2023

Dewi Indria 







Komentar

  1. Sangat menginspirasi, terimakasih dengan membaca tulisan di blog ini saya termotivasi, tulisan berikutnya kami tunggu.

    BalasHapus
  2. Semangat...
    Lanjut nulis resume KBMN.yuukk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga bisa menuntaskan sampai 30 resume dan menghasilkan buku solo berikutnya, Aamiin

      Hapus
  3. Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bisa memberi manfaat dan motivasi untuk yg membacanya

      Hapus
  4. Aahh, ini diaa si paling rajin menulis. Semangaaat!

    BalasHapus
  5. Pian paling the best bisa sampai grandmedia, Ulun pengen belajar dg Pian jua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukunya blm mejeng di gramedia, hanya diikutkan di kegiatan road to school mereka. Insya Allah mau bnget bisa nembus penerbit mayor.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resum pertemuan 1 KBMN PGRI angkatan 28

Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Soal KSTK KEBUMIAN 2020