Resume pertemuan ke 8 KBMN PGRI 28
KOMITMEN MENULIS BLOG By Pak Dedi
Hari ini Andini melakukan perjalanan dinas keluar kota untuk mengikuti Kelas Belajar MEnulis Nusantara PGRI di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial di daerah Batu Malang yang ber alamat Jl. Arhanud, Sekar Putih, Pendem, Junrejo, Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.
Kegiatan ini berlangsung sekitar 30 hari. Andini berangkat menuju Kota Palangkaraya bersama temannya yang kebetulan ada kegiatan di kota Surabaya.
Perjalan dari kota Kuala Pembuang menuju Palangkaraya kurang lebih 7 jam menggunakan travel. Mereka berangkat malam hari karena mengejar jadwal penerbangan pagi harinya.
Sampai kota Palangkaraya travel yang ditumpangi Andini langsung menuju Bandar Udara Tjilik Riwut. Bandar Udara Tjilik Riwut, sebelumnya bernama Bandar Udara Panarung, merupakan bandara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Bandara ini adalah bandara terbesar di Kalimantan Tengah.
Andini sampai di Bandar Udara Tjilik Riwut sekitar jam 07.00 wib, mereka istirahat dan makan disekitar Bandara. Setelah melakukan check in Andini menunggu diruang tunggu penumpang.
Tak berapa lama pengumuman keberangkatan menuju Surabaya menandakan sebentar lagi Andini akan lepas landas.
Sampai kota Surabaya Andini berpisah dengan temannya karena temannya cuma sampai ditujuan kota Surabaya sedangkan Andini akan melanjutkan perjalan menuju Kota Batu Malang.
Andini berangkat menggunakan travel yang sudah dia pesan sebelumnya. Jarak dari Surabaya ke Batu, ± 96,8 km – 104 km tergantung rute yang dilewati. Dengan lama perjalan dari Surabaya ke Batu ± 2 jam 14 Menit.
Andini duduk di samping pintu masuk, dan disebelahnya duduk seorang laki-laki dengan pakaian kasual berwarna coklat dengan celana Levis berwarna hitam, laki-laki itu memperkenalkan diri dengan nama Sigid.
"Siapa namanya Mbak?"
"Saya Andini Pak, Bapak mau kemana?"
"Saya mau ke Malang, Mbak sendiri mau kemana?" Tanya Sigid.
"Kebetulan saya mau ke Batu pak, mau mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI di P4TK PKN dan IPS di Kota Batu. Bapak ke Malang Ada kegiatan apa?"
“Saya mau meliput launching Perakitan motor Happy di PT Anugerah Cendrawasih Sakti Motor."
“Oh, berarti bapak jurnalis ya?” tanya Andini penasaran.
“Sebenarnya sih bukan Mbak, saya seorang blogger. Kebetulan dari perusahaan PT Anugerah Cendrawasih Sakti Motor tersebut mempercayai saya untuk meliput launching perakitan motor ini karena blog saya banyak viewersnya“ jawab Sigid.
“Wah, keren sekali, Pak Sigid” puji Andini.
“Saya mau belajar bikin blog pak, apa bisa guru seperti saya menjadi blogger terkenal seperti Bapak?" Tanya Andini, antusias.
“Bisa banget Mbak, siapapun bisa membuat blog dan memanfaatkan blog nya sebagai aktivitas menulis, bahkan dari blog inipun kita juga bisa menghasilkan uang dan bahkan bisa keliling dunia."
"Masa sih pa?, Keren banget." Tanya Andini antusias.
"saya punya teman yang dulunya adalah guru kemudian menjadi kepala sekolah dan sekarang menjadi motivator. Beliau bernama Pak Dedi Dwitagama, seorang blogger keren yang telah mengisi ribuan seminar tentang menulis di blog” ucap Sigid menjelaskan pada Andini.
“Wah, hebat ya Pak!” puji Andini.
“Pak Dedi Dwitagama memang pendidik yang keren dan juga hebat. Beliau berhasil menjadi guru berprestasi lalu menjadi kepala sekolah berprestasi. Menurut beliau, dari 3,31 juta guru di Indonesia, sangatlah sedikit guru yang hebat karena tidak produktif. Maksudnya Mereka masih kalah dengan sandal jepit yang ada jejaknya di internet. Jadi sebagai seorang guru alangkah baiknya kita meninggalkan sebuah jejak yang nantinya akan selalu terkenang.”
"Maksudnya dengan menjadi blogger itu ya Pak?"
"Betul, menurut Pak Dedi, semua itu karena guru tidak produktif. Coba guru tersebut menuliskan segala ide dan juga cerita atau pengalamannya ke dalam blog. Pasti ada jejaknya. Jaman sekarang, menulis buku saja tidak cukup. Kita bisa menulis di blog saat menunggu jemputan atau di sela-sela waktu kosong ”
“Memangnya bagaimana sih agar bisa konsisten menulis di blog?”
“Caranya gampang! Mbak Tinggal membuat blog dulu kemudian mulailah menentukan tujuan menulis di blog. Fokuslah pada tujuan itu lalu membuat outline dan mulailah menulis. Setelah itu publikasikan tulisannya, ada beberapa contoh dalam pembuatan blog seperti di Kompasiana https://www.kompasiana.com/budi_arifin/5819ce71ba22bd6a55cfca39/cara-membuat-web-blog-kompasiana" jawab Sigid.
“ Wah, ternyata gampang, ya!” balas Andini gembira.
“ Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan menulis di blog, misalnya Mbak foto lingkungan sekolah, kegiatan sekolah atau saat kegiatan pelatihan yang sekarang Mbak ikuti ini terus upload di blog disertai tulisan yang tidak usah banyak-banyak. Cukup satu atau dua alenia saja. Yang penting Mbak rutin menulisnya” saran Sigid.
"Saya jadi penasaran dengan yang namanya Pak Dedi ini, ko bisa beliau menjadi terkenal hanya karena sebuah tulisan di blog nya saja." Tanya Andini.
"Coba aja Mbak buka di google dan tulis nama Dedi Dwitagama atau bisa juga ke https://dedidwitagama.wordpress.com"
Andini langsung membuka HP nya dan membuka akun Google dengan menuliskan Dedi Dwitagama. Andini langsung membuka salah satu laman di google https://www.gurusiana.id yang ditulis oleh Anis Prasetiyaningsih, S.Pd., MM yang berjudul "Guru Blogger (Belajarku dengan Pak Dedi Dwitagama) yang direpost tanggal 14 Februari 2022. Andini membaca laman tersebut dengan sangat antusias.
"Ternyata beliau sebelumnya seorang guru STM di Jakarta yang mengajar selama 17 tahun ya pak? Tanya Andini kepada Sigid, dengan terus memperhatikan HP yang berada di depannya.
"Benar, kemudian beliau menjadi kepala sekolah di SMK Penerbangan Jakarta, selain sebagai pendidik beliau juga seorang penulis, trainer, motivator dan juga blogger." Jawab Sigid.
"Benar Pak, keren sekali beliau ini, berderet prestasi yang sudah beliau dapatkan, seperti Nominator Blog Pendidikan Terbaik Indonesia, Pesta Blogger Nasional, Jakarta tahun 2011. Ternyata engga kaleng-kalengan ya pa"
"Itu baru sebagian deretan prestasi yang sudah beliau dapatkan, dan masih banyak lagi yang lainnya." Jawab Sigid
"Benar Pak, kalau dihitung-hitung banyak banget prestasi beliau tersebut. Disini menurut beliau untuk menjadi produktif kita harus melakukan kegiatan yang mendatangkan hasil, memberikan manfaat dan keuntungan dengan ditunjang oleh peningkatan kompetensi dengan menambah kegiatan diluar tugas utama kita." Jelas Andini, dengan matanya yang tak lepas dari layar HP yang sedang dibacanya.
"Betul sekali Mbak, produktifitas seseorang adalah jika orang tersebut memiliki ide, melakukan visi dan mau berproses dengan waktu yang efisien, karena manusia mati akan meninggalkan nama, namun nama disini maksudnya adalah karya kita yang akan dikenang sepanjang masa."
"Wah keren banget ungkapan Bapak, saya jadi pengen bisa mengikuti jejak Pak Dedi dan Pak Sigid juga."
"Pasti bisa Mbak, dan segeralah kita memulainya, lanjut dengan terus konsisten."
"Apakah ada trik jitu untuk penulis pemula seperti saya ini pak?" Tanya Andini
"Kalau Mbak buka-buka tulisan Pak Dedi, ada beberapa trik menurut beliau yang bisa dilakukan untuk pemula,
1. Membuat out line atau point' penting yang akan menjadi konten tulisan.
2. Mulailah menulis, tanpa takut.
3. Selesaikan tulisan kita, tanpa menunda dan sempat terkena Writer's block.
4. Segera bagikan tulisan tanpa menunggu menjadi kumpulan draf yang tak kunjung selesai.
5. Untuk menambah wawasan, maka ikutlah dalam sebuah komunitas yang akan mengembangkan cakrawala pengetahuan kita tentang hal yang tengah menjadi pembicaraan.
6. Kalau kita seorang guru, maka mulailah menulis tentang keseharian kita sebgai seorang guru.
7. Atau bisa juga mengangkat konten tentang perjalanan karier kita karena ini bisa menjadi penunjang personal branding kita.
8. Bisa juga kita mengangkat tema perjalanan yang pernah kita lakukan sebagai dokumentasi yang nanti bisa kita lihat kembali dan selalu terkenang sepanjang waktu.
9. Jadilah blogger yang berniat menebar informasi serta inspirasi, dengan literasi sepenuh hati. Dan jangan pernah takut dengan komentar buruk.
10. Jika ingin terjun secara profesional dalam dunia blogger, mulailah dengan belajar program coding. Karena usaha yang maksimal tidak akan pernah mengkhianati hasil." Jelas Sigid dengan panjang lebar.
Andini memperhatikan dengan seksama penjelasan dari Pak Sigid.
"Wah mantap Pak, terimakasih banyak atas ilmu yang bapak berikan, ini seperti memompa kembali semangat saya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik dengan sebuah jejak kenangan yang tak akan pernah terlupakan."
"Sama-sama Mbak, semoga bisa bermanfaat."
Tak terasa perjalan mereka sampai di Malang dan setelah berpamitan Pak Sigid turun ditempat tujuannya dengan memberikan semangat baru dalam diri Andini untuk bisa menjadi orang hebat seperti Pak Dedi Dwitagama dan juga Pak Sigid. Andini melanjutkan perjalanan nya menuju kota Batu Malang.
Kuala Pembuang, Jumat 27 Januari 2023
Dewi Indria, S.Si

Mantaaap. Tengok sebelah laaah, deng.
BalasHapuscakeep lanjutkan bu
BalasHapusMakasih sudah berkunjung
HapusKeren bu Dewi
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusWah ,keren,bu
BalasHapusresume dalam cerpen
Wah, saya suka latar kota batu.
BalasHapusSaya baru sekali ke sana pa
Hapus