Resume pertemuan ke 6 KBMN PGRI 28

Tantangan Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu By Profesor Ekoji
Resume keenam
Jumat 20 Januari 2023
Tema: Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu
Nara Sumber: Prof. Richardus Eko Indrajit
Moderator: Aam Nurhasanah,S.Pd

Assalamualaikum teman-teman semoga kita bisa Istiqomah untuk mengikuti Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI 28 ini.

Terinspirasi dari Pa Afif bikin resume dalam bentuk fiksi, maka saya mencoba untuk membuatnya, semoga saja tidak mengecewakan.

Hari ini Andini ada mata kuliah online bersama Prof Ekoji pukul 19.00 Wib, karena asyiknya menonton drama kesayangannya membuat Andini lupa dengan mata kuliahnya malam ini hingga akhirnya terlambat masuk.

Sampai-sampai sahabatnya Yulia berulang kali menghubungi Andini lewat pesan WhatsApp.

"Uuyyy, bestie" WhatsApp Yulia pada Andini. 

Namun Andini masih asyik dengan kegiatannya menontonnya.

"Cepat masuk itu Prof Ekoji sudah memberikan Materi" WhatsApp kedua Yulia pada Andini.

Namun Andini masih asyik menonton drama kesayangannya. Ketika iklan lewat Andini mulai membuka HP nya dan melihat pesan masuk di WhatsApp nya. Dia membuka pesan dari Yulia tersebut.

"Materi Prof Ekoji ya malam ini, Astaghfirullah lupa" Andini membalas pesan WhatsApp dari Yulia. 

Kemudian dia mulai membuka pesan Grup KBMN nya yang sudah hampir 200 chat masuk tanda pembelajaran sudah di mulai dari tadi.

"Ikutan menulis sama Prof Ekoji??" Yulia mengirim chat nya lagi kepada Andini.

"Wah mau, tantangan nih, siapa tau bisa masuk penerbit Mayor."

"Ini masih sambil menyimak materi Profesor karena Aku ketinggalan, baru baca pembukaan dari Mpok Aam."

Sambil membaca pesan grub KBMN nya Andini mulai membaca secara perlahan materi yang disampaikan oleh Prof. Ekoji.

Prof. Ekoji membuka kelas ini dengan menyapa hangat seluruh peserta di kelas KBMN. 

"Selamat malam teman-teman tercinta, semoga semua dalam keadaaan sehat."

"Saya yakin teman-teman sudah mendengarkan banyak cerita dari teman-teman guru penulis yang hebat-hebat."

"Kali ini saya ingin sharing pengalaman menjadi penulis dari buku mayor, yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional."

Andini menyimak dengan antusias pemaparan dari Prof. Ekoji malam ini walaupun dia agak telat masuk kelas tapi tak menyurutkan tekatnya untuk bisa menulis bareng Prof. Ekoji dan bisa diterbitkan di penerbit Mayor. 

"Hingga saat ini, saya menghitung telah menulis kurang lebih 121 buku mayor semenjak saya selesai kuliah."

"Bu Aam adalah salah satu penulis yang hebat dan mandiri (ini bukan pesan sponsor, tapi kenyataan, he... he... he...)" Puji Prof. Ekoji pada Mpok Aam yang berhasil beliau didik dan menerbitkan buku di penerbit mayor.

"Wah keren, hebat Mpok Aam" batin Andini memuji.

Andini langsung mengirimkan pesan singkatnya pada Yulia.

"Ternyata Mpok Aam bisa menerbitkan buku di penerbit mayor berkat bimbingan Prof. Ekoji, apa salahnya kita juga ikut mencoba."

"Keren banget bukunya Mpok Aam bisa mejeng di Grandmedia, jadi semangat nih" pesan Andini pada Yulia.

"Itu April dari tadi sudah di chat tapi belum ada balasan, padahal materi malam ini penting dan keren banget." 

"Buruan masuk grub nya, karena link sudah disebar sama Mpok Aam, katanya dicari cuma 100 penulis aja" balas Yulia.

"Iya, Aku juga udah chat April tapi masih belum dibacanya, kayanya tu anak lagi sibuk sama baby Airin" balas Andini.

Kemudian Andini menyimak kembali materi yang disampaikan oleh Prof. Ekoji, ternyata Prof Ekoji sudah menulis kurang lebih 623 artikel, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, dan mulai menulis sejak Sekolah Dasar dan mulai diterbitkan di majalah sejak duduk di bangku SMP, Sehingga akhirnya jadi ketagihan menulis.

"Prof. Ekoji sudah menulis dari mulai SD, Aku baru mau belajar menulis sudah umur setua ini, apa kira-kira Aku bisa ya." Bathin Andini mulai berkecamuk merasa dia tertinggal jauh karena baru mau belajar memulai.

Andini kemudian lanjut menyimak penjelasan dari Prof Ekoji.

"Alasan saya senang menulis adalah karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain."

"Saya merasa bahwa semakin saya banyak membaca buku dan menonton televisi (dulu belum ada internet), semakin tinggi keinginan saya untuk menulis."

Andini akhirnya mulai berfikir, "walaupun sudah tua bukan berarti terlambat kan untuk memulai semuanya, niatkan saja semuanya untuk berbagi ilmu kepada orang lain, Bismillah." Andini berbicara pada dirinya sendiri untuk menguatkan tekatnya menerima tantangan dari Prof Ekoji.

"Buku Mayor pertama yang terbit adalah di tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi, sepuluh buku pertama saya isinya adalah bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel. Setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu."

"Saya sendiri tidak menduga ketika begitu banyak orang yeng membelinya. Sampai akhirnya jadi ketagihan menulis. Hal lain yang membuat motivasi menulis lebih besar adalah karena banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp saya mengucapkan terima kasih atas buku yang saya buat. Tentu saja hal tersebut membesarkan hati dan saya merasa hidup saya berguna untuk orang lain. Begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang saya tulis."

"Wah saya juga harus bisa, menulis tidak hanya untuk kesenangan diri sendiri tapi ternyata juga bisa berbagi untuk orang lain dan yang pastinya bisa menambah penghasilan." Jiwa Andini mulai berkobar untuk bisa menerima tantangan menulis ini.

"Ternyata menuangkan hoby yang sekaligus bisa menghasilkan cuan dan juga membawa manfaat yang banyak juga" Andini tersenyum.

Bersama ketiga temannya yang kebetulan juga berada di jurusan dan kampus yang sama, Andini dan teman-temannya akhirnya mencoba untuk menerima tantangan dari Prof Ekoji dan masuk grub yang sudah dibuat beliau.

Serunya grub ini Andini harus rebutan dengan teman-teman lain untuk memilih satu judul buku yang akan mereka buat.

Akhirnya terjadi kehebohan karena Andini tidak bisa menghubungi teman-temannya karena tantangan mereka harus bisa mengambil salah satu judul dan tidak boleh ada yang sama.

Andini akhirnya membuat grub WhatsApp untuk mereka bertiga sehingga bisa membuat kesepakatan judul apa yang akan mereka pilih.

"Kita buat grub aja biar mudah saling komunikasinya" Andini mulai menuliskan chat di grupnya.

"Waduhh beratty hape saya. Otewe nyari memori card nah." jawab April.

"Hapus aja yang tidak penting, karena ini lebih penting, wkwkwk" jawab Andini.

Dengan perjuangan panjang akhirnya mereka bertiga mendapatkan satu judul yang menarik dan menantang yaitu Teaching Soft Skills, walaupun mereka bertiga belum punya gambaran, tapi mereka semangat untuk bisa menyelesaikan tantangan menulis ini.

Semoga saja buku mereka bisa terbit di penerbit Mayor sehingga bisa memberikan kebaikan untuk semua, Aamiin.

Kuala Pembuang 21 Januari 2023

Dewi Indria,S.Si


 

Komentar

  1. Woww asyik, pasti temennya Bu Eka nih ya. Hehhee

    BalasHapus
  2. Kereeen, sejak lama pengen, tapi gak bisa ... wwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. Saya juga baru belajar Bu, dicoba2 aja dulu

      Hapus
  3. Sudah Ulun balas, kena lah seblaknya bujuran tu hari Senin ja

    BalasHapus
  4. Bagus pengembangan ceritanya, Bu. Hanya sedikit saran terkait penggunaan titik di akhir kalimat. Tadi saya lihat ada beberapa kalimat yang tidak ada titiknya 🙏👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih atas saran dan masukkannya pa🙏, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi

      Hapus
  5. Tinggal polesan dikit mantaaap karyanya..yuuk mampir ke..https://milmayasmi82.blogspot.com/2023/01/ohhhh-my-good-aku-berteriak-saat.html

    BalasHapus
  6. Apik mantaap siap jadi buku solo ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal KSTK KEBUMIAN 2020

Pembahasan Soal OSK Kebumian Tahun 2020

Prediksi soal astronomi olimpiade Kebumian