Cerbung

Saat SMA Andini sangat culun, dengan rambut dikucir dua, kulitnya sawo matang dengan mata sipit sehingga dia tak tampak menarik dan terkesan biasa-biasa saja

Berbeda dengan sepupunya Melani yang cantik dengan kulit putih dan postur tubuh tinggi semampai sehingga banyak laki-laki yang selalu melirik dan mengejarnya

Walau pun begitu, Andini tidak pernah berkecil hati dan merasa iri, dia menjalani kehidupannya dengan santai dan tanpa beban.

Pagi itu seperti biasa Andini setiap hari harus datang menjemput sepupunya Melani untuk berangkat sekolah bersama, walaupun sebenarnya Andini harus putar balik karena rumah Melani lebih jauh dibandingkan rumah Andini dari sekolah, namun Andini tak pernah mengeluh karena dia sudah paham kebiasaan sepupunya tersebut yang sering bangun kesiangan dan kadang dia harus membangunkannya dulu agar mereka bisa berangkat sekolah bersama tanpa harus terlambat.

"Assalamualaikum, Melani cepat bangun nanti kita telat ke sekolah lagi" Andini langsung masuk ke kamar Melani setelah mengucapkan salam, tanpa harus disuruh lagi.

"Aku masih ngantuk, bentar ya 5 menit lagi" ucap Melani sambil memeluk erat gulingnya.

Dari dalam ruang keluarga ibu Melani yang merupakan bibinya Andini adik dari ibunya datang dengan membawa gayung mandi.

"Dasar anak ini, sudah mulai siang masih saja belum bangun padahal sudah waktunya sekolah" ibunya Melani mengomel sambil memercikkan air ke wajah Melani dengan gayung yang dibawanya.

"Kasihan Andini sudah menjemput ke sini, dia malah asyik tidur lagi."

"Aduh Mama, aku masih ngantuk, bentar lagi cuma 5 menit aja"

"Lihat itu jam sudah jam berapa, emangnya 5 menit itu cukup buat kamu tidur lagi, cepat bangun kalau tidak Mama mandikan kamu di sini"

Andini tersenyum sambil tertawa terkikik melihat sepupunya pagi-pagi sudah diomeli sang Bibi.

Mendengar Mamanya mau memandikan nya di kamar, Melani langsung bangun dan berlari masuk ke kamar mandi.

###

di perjalanan menuju sekolah. Andini dan Melani berjalan kaki dengan santai dan ceria seperti biasanya. Walau jarak sekolah dari rumah mereka lumayan jauh sekitar 30 menit berjalan kaki, tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap belajar menimba ilmu.

"Andini katanya nanti akan ada seleksi paskibraka di sekolah kita, siapa tau nanti kita kepilih untuk mewakili sekolah, kamu harus benar-benar serius pas latihan nanti."

"Iya aku pengen sekali masuk karena tahun dulu kita sudah pernah ikut paskibraka walaupun ditingkat Kecamatan, siapa tau nanti kita bisa mewakili sekolah minimal tingkat Kabupaten"

"Sebab itu kita harus benar-benar serius saat seleksi nanti"

"Iya, semoga aja lulus, walaupun aku tidak merasa yakin." Andini sedikit minder karena pasti akan banyak pesaing dari sekolah lain dengan postur tubuh yang tinggi dan juga cantik-cantik. Andini merasa tidak percaya diri karena dia sadar bahwa dirinya tidak secantik Melani walaupun mereka memiliki tubuh yang sama tinggi.

"Kita harus berusaha dulu, kamu jangan mudah menyerah." Melani berusaha menguatkan dan meyakinkan Andini agar dia tak putus asa.

Tak terasa mereka sampai di depan gerbang sekolah, dan alhamdulillah mereka hari ini tidak telat seperti biasanya karena kebiasaan Melani yang selalu bangun kesiangan.

Andini dan Melani merupakan sepupu mereka juga saudara sepesusuan karena dari kecil Andini juga sering meminum air susu dari mamanya Melani karena dari kecil Andini sering ditinggal ibu nya bekerja, jadi kadang dia akan diasuh oleh mamanya Melani atau bibinya tersebut.

Andini dan Melani selalu bersama dari TK sampai SMA dan mereka selalu bersekolah di sekolah yang sama dan kelas yang sama juga. Walaupun kadang pertemanan mereka bisa mengalami pasang surut karena bisa juga mereka bertengkar, namun biasanya setelah itu mereka akan berteman kembali seperti biasanya.

Mereka saling mensuport dan melindungi satu dan lainnya. Karena Melani memiliki wajah yang cantik kadang dia sering diganggu oleh anak laki-laki dan Andini lah yang akan maju untuk melindunginya. 

Andini memiliki kehidupan yang berkecukupan dan lebih baik karena ibu dan bapaknya seorang pegawai negeri di kota nya, sedangkan Melani hidup pas-pas an karena ibunya hanya seorang ibu rumah tangga sedangkan bapaknya cuma pekerja wiraswasta, namun begitu kedua orang tua mereka saling membantu sehingga mereka memiliki kedekatan tidak hanya sebagai sahabat tapi juga terikat dengan saudara sepupu dan sesusuan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resum pertemuan 1 KBMN PGRI angkatan 28

Resume pertemuan ke 7 KBMN PGRI 28

Soal KSTK KEBUMIAN 2020